Posts Tagged ‘mahakam’

Fight for Mahakam (5)

Posted: May 26, 2014 in diagnosa
Tags: , ,

Kantor Wamen ESDM di Pertamina akan Disegel Mulai Senin

Rista Rama Dhany – detikfinance

Sabtu, 24/05/2014 11:36 WIB

http://finance.detik.com/read/2014/05/24/113618/2591440/1034/kantor-wamen-esdm-di-pertamina-akan-disegel-mulai-senin

Jakarta -Serikat Pekerja PT Pertamina (Persero) akan mensegel kantor Komisaris Susilo Siswoutomo. Ini merupakan buntut atas pernyataan Susilo yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM itu yang belum berniat memberikan pengelolaan Blok Mahakam ke perusahaan pelat merah tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan para Pekerja Pertamina, initinya Senin besok kami serikat pekerja se-indonesia akan datang ke kantor Pertamina untuk mensegel kantor Wamen ESDM di Pertamina,” kata Faisal Yusra, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia, kepada detikFinance, Sabtu (24/5/2014).

“Wamen ESDM punya kantor di Pertamina, karena merupakan salah satu Komisaris Pertamina, karena komentarnya di media tidak mendukung kemajuan Pertaminan kemajuan perusahaan migas nasional buat apa makan gaji buta dari Pertamina, kita segel besok (Senin) kantornya,” tambahnya.

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Wamen ESDM melalui SMS. Namun, kata Faisal, Susilo membantah pernyataan tersebut dan menyalahkan media karena mengubah ucapannya dalam berita.

“Dia (Susilo) memastikan akan dukung Pertamina 150%. Tapi kami tidak percaya, karena ucapan Wamen ESDM tidak kali ini saja, ucapannya konsisten sejak jadi Wamen ESDM, jika Pertamina belum tentu kelola sepenuhnya Blok Mahakam,” ujar Faisal.

“Apalagi Direksi Pertamina sudah kirim surat berkali-kali ke pemerintah untuk memastikan bahwa kita mampu, kita bisa dan kita mau mengelola sendiri Blok Mahakam,” tutupnya.

Seperti diketahui, pengelolaan ladang minyak dan gas bumi di Blok Mahakam, Kalimantan Timur yang dikelola perusahaan asal Prancis yakni Total E&P Indonesie hampir 50 tahun beroperasi. Namun pemerintah belum tentu memberikan blok yang akan habis pada 2017 tersebut ke tangan Pertamina.

“Bukan tidak berpihak kepada negara, Pertamina itu bukan negara walaupun dia 100% milik negara. Blok Mahakam habis kontraknya itu jadi milik negara, tapi belum tentu dikasih ke Pertamina. Pertamina boleh saja mengajukan ingin mengelola, tapi tidak otomatis, bisa saja kita (pemerintah) tenderkan kembali,” kata Susilo saat ditemui di The 38th Indonesia Petroleum Association (IPA) di JCC, Kamis (22/5/2014).

Fight for Mahakam (4)

Posted: May 26, 2014 in diagnosa
Tags: , ,

Setengah Abad Blok Mahakam Dikelola Asing, Pertamina: Kami Minta Bekasnya Kok Susah

Rista Rama Dhany – detikfinance

http://finance.detik.com/read/2014/05/16/103902/2583642/1034/2/setengah-abad-blok-mahakam-dikelola-asing-pertamina-kami-minta-bekasnya-kok-susah

 

PT Pertamina (Persero) ingin mengelola Blok Mahakam di Kalimantan Timur yang saat ini dikelola oleh perusahaan asing yaitu Total E&P Indonesie bermitra dengan INPEX sampai 2017.

Upaya Pertamina ingin menguasai blok yang sudah dikelola 47 tahun atau hampir setengah abad tersebut tak mulus karena belum mendapat lampu hijau dari Kementerian ESDM.

Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husein mengatakan Pertamina tidak ingin blok tersebut kembali diperpanjang pengelolaanya oleh perusahaan asing yang selama ini sudah mengelola blok tersebut selama hampir 50 tahun.

“Blok ini kan sudah diperpanjang, masak blok yang dipegang 50 tahun nggak dikembalikan juga, saya minta bekasnya doang kok susah banget,” tegasnya di acara workshop Pertamina Hulu, di Sentul, Bogor, Jumat (16/5/2014).

Blok Mahakam diperkirakan masih memiliki cadangan gas bumi terbukti sebanyak 2 triliun kaki kubik (TCF) setelah kontrak berakhir pada 2017.

“Tidak hanya segitu banyak sekali cadangannya. Kalau blok tersebut nggak bagus nggak bakal diperebutin, kalau nggak ada gasnya saya nggak bakal nangis bombay seperti ini untuk minta Blok Mahakam diberikan ke Pertamina, ngapain capek-capek,” ucapnya.

Husein mengungkapkan, pengelolaan blok mahakam yang sampai saat ini masih menjadi pemasok gas terbesar di Indonesia, merupakan kesempatan besar. Alasannya disemua negara saat ini sangat membutuhkan energi dan mengandalkan BUMN-BUMN-nya

“Ini kesempatan besar, kami siap lahir batin mengelola Blok Mahakam,” ujarnya.

Keputusan siapa yang kembali mengelola suatu blok minyak normalnya diputuskan 5 tahun sebelum kontrak berakhir. Hal ini agar ada kepastian investasi dan persiapan bagi perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola blok tersebut selanjutnya.

Dikutip dari situs SKK Migas, kontrak bagi hasil blok Mahakam ditandatangani tahun 1967, kemudian diperpanjang pada tahun 1997 untuk jangka waktu 20 tahun sampai tahun 2017. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada tahun 1967 menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam tahun 1972 dalam jumlah yang cukup besar.

Masalah perpanjangan blok Mahakam sangat erat kaitannya dengan upaya untuk menjamin dan memaksimalkan penerimaan Negara. Seandainya pemerintah bermaksud memperpanjang kontrak blok Mahakam, maka pemerintah pasti akan meminta kenaikan bagi hasil yang lebih banyak lagi dari kontrak sebelumnya.

Fight for Mahakam (3)

Posted: May 26, 2014 in diagnosa
Tags: , ,

Demi Blok Mahakam, Pertamina 3 Kali Kirim Surat ke ESDM

Rista Rama Dhany – detikfinance

Jumat, 16/05/2014 09:51 WIB

http://finance.detik.com/read/2014/05/16/095158/2583575/1034/demi-blok-mahakam-pertamina-3-kali-kirim-surat-ke-esdm

 

 

Kontrak pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur (Kaltim) oleh perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Prancis Total E&P Indonesie berakhir 2017, namun sampai saat ini status kelanjutan blok tersebut belum juga diputuskan.

PT Pertamina (Persero) bahkan sudah 3 kali kirim surat ke Kementerian ESDM agar blok tersebut segera diberikan 100% ke perseroan. Pertamina sempat digadang-gadang sebagai perusahaan negara yang akan melanjutkan blok migas tersebut.

“Kami sudah mengirim surat ke pemerintah sampai 3 ke tiga kalinya. Bahwa kami menyatakan siap mengelola Blok Mahakam 100%,” ujar Direktur Hulu PT Pertamina Muhammad Husein dalam acara Workshop Pertamina, di Sentul, Bogor, Jumat (16/5/2014).

Husein menegaskan, Pertamina sudah menyiapkan dana yang besar dan sumber daya manusia (SDM) dan lainnya untuk mengelola blok migas yang sampai saat ini menjadi produksi gas bumi paling besar di Indonesia sekitar 1,7 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

“Kami siap semua, finansialnya, SDM-nya, segala macam, kalau orang banyak yang takut produksi Mahakam anjlok jika dipegang Pertamina, nyatanya kami sudah buktikan lewat WMO di ONWJ, kami basah-basahan untuk naikkan produksi dan berhasil, produksi malah naik,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM berwenang memutuskan kepada siapa Blok Mahakam akan diberikan untuk dikelola kembali, karena pada 2017 setelah kontrak berakhir blok tersebut maka menjadi milik negara.

Ada dua kemungkinan, kembali memperpanjang kontrak Total E&P Indonesie untuk ke tiga kalinya setelah dikelola selama 50 tahun lebih, atau menunjuk perusahaan migas lain.

“Yang jelas kami akan terus kirim surat ke pemerintah, karena modal kami hanya kirim surat, hanya itu yang bisa kita lakukan, yang punya blok kan pemerintah,” tutupnya.

Fight for Mahakam (2)

Posted: May 26, 2014 in diagnosa
Tags: , ,

Pertamina Klaim Produksi Blok ONWJ Naik 100% Pasca Diakuisisi

Rista Rama Dhany – detikfinance

Rabu, 14/05/2014 18:10 WIB

http://finance.detik.com/read/2014/05/14/181016/2582880/1034/pertamina-klaim-produksi-blok-onwj-naik-100-pasca-diakuisisi

 

PT Pertamina (Persero) berhasil meningkatkan produksi minyak 100% dari Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang telah diakuisisi perseroan sejak 2009 silam dari BP, perusahaan asal Inggris.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir mengatakan, investasi yang ditanamkan Pertamina di Blok ONWJ pasca akuisisi pada Juli 2009, blok migas tersebut telah menjadi contoh yang baik dengan terus meningkatnya produksi. Produksi Blok ONWJ dalam sepekan terakhir menunjukkan tren sangat positif dan sempat menyentuh level 46.200 barel per hari.

“Produksinya meningkat 100% terhadap produksi ketika pertama kali diakuisisi sebanyak 23.100 barel per hari. Ini merupakan salah satu contoh hasil positif dari investasi yang telah ditanamkan oleh Pertamina,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/5/2014)

Ali menambahkan, Blok ONWJ juga telah berperan positif dalam menopang pertumbuhan ekonomi, khususnya DKI Jakarta dan Jawa Barat. Blok tersebut memasok gas bagi PLN sekitar 100-120 MMscfd (juta kaki kubik per hari) ke PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok dan dari gas itu PLN memproduksi daya sekitar 450 megawatt.

“ONWJ juga memasok gas sebagai bahan baku pembuatan pupuk untuk Pupuk Kujang, Cikampek Jabar, pasokan gas untuk RU VI Balongan dan Indramayu serta pasokan untuk bahan bakar gas yang dibutuhkan untuk konversi BBM ke bahan bakar gas,” tambahnya.

Ali mengungkapkan, PHE ONWJ merupakan operator dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok ONWJ di bawah SKK Migas yang dimiliki oleh Pertamina sejak bulan Juli 2009. Wilayah operasi PHE ONWJ mencakup area sekitar 8,300 kilometer persegi di Laut Jawa yang terletak di sebelah utara Cirebon sampai ke Kepulauan Seribu.

Terkait investasi di sektor hulu minyak dan gas, Pertamina dalam 5 tahun terakhir terus meningkatkan investasi di sektor bisnis hulu perusahaan.

“Sejak 2009 hingga 2013, investasi hulu Pertamina mencapai sebesar Rp93,5 triliun dengan tingkat pertumbuhan nilai investasi sebesar 39% per tahun. Bahkan, pada 2014, Pertamina menargetkan untuk investasi sebesar US$3,572 miliar,” tutupnya.

Fight for Mahakam (1)

Posted: May 26, 2014 in diagnosa
Tags: , ,

Ini Cara Pertamina Capai Target Produksi 2,2 Juta Barel Migas/Hari

Rista Rama Dhany – detikfinance

Kamis, 15/05/2014 17:41 WIB

http://finance.detik.com/read/2014/05/15/174148/2583354/1034/ini-cara-pertamina-capai-target-produksi-22-juta-barel-migas-hari

PT Pertamina (Persero) aktif melakukan akuisisi wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) di luar negeri, hal ini bertujuan agar produksi minyaknya dapat mencapai 2,2 juta barel setara minyak per hari (boepd) dan meraih pendapatan US$ 200 miliar pada 2025.

Senior Vice President Upstream Bussines Development Pertamina Danie S. Tampubolon mengatakan, ekspansi ke luar negeri merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan prodiksi minyak mentah.

“Pertamina menargetkan 70% akuisisi berasal dari aset di luar negeri, karena di dalam negeri jumlahnya tidak terlalu besar,” kata Danie di acara Workshop Media Pertamina, di Sentul, Bogor, Kamis (15/5/2014).

Perusahaan BUMN di bidang energi ini mulai melakukan ekspansi ke luar negeri sejak Januari 2002, melalui kontrak kerjasama pada Blok 10 dan 11.1 Vietnam dengan pola kerjasama yang diawali dengan government to government. Selanjutnya diikuti dengan Blok SK-305 di Malaysia pada Juni 2003 serta Blok 3 Western Desert Irak, Blok 13 Read Sea Sudan, Blok 123-3 Sirte Onshore, Blok 17-3 Sabratah Offshore dan Blok 3 Offshore Qatar.

“Akhir Desember 2013 Pertamina juga berhasil akuisisi aset blok minyak yang ada di Aljazair dan Irak,” katanya.

Ia menambahkan, dari blok minyak di Aljazair Pertamina telah peroleh sekitar 23.000 bopd dan ditargetkan sebesar 25.000 bopd tahun ini. Adapun, di Irak Pertamina memiliki hak partisipasi sebesar 10%, sedangkan produksi lapangannya ditargetkan akan meningkat dari 400.000 bopd tahun ini menjadi 1,6 juta bopd pada 2020.

“Minyak-minyak yang didapat dari sumur minyak di luar negeri kita bawa pulang ke Indonesia, tujuannya untuk meningkatkan produksi minyak nasional. Minyak dari Aljazair dibawa ke Kilang Cilacap dan Kilang Balongan,” ujarnya.

Danie menambahkan lagi, perusahaannya akan memprioritaskan rencana akuisisi pada aset-aset yang dapat segera memberikan tambahan produksi minyak kepada Pertamina, yaitu blok-blok yang sudah berproduksi dan atau dalam tahap pengembangan serta memiliki cadangan minyak yang signifikan.

“Ini dilakukan untuk mencapai target produksi 2,2 juta boepd pada 2025 dengan target kontribusi mencapai 600.000 boped,” tutup Danie.