Posts Tagged ‘Indonesia’

*Opini Buletin Perisai BEM KM 2010_Mei 2010

            Kalau kita memperhatikan perekonomian global saat ini, tentu bukan suatu hal yang asing lagi bagi kita menyaksikan fenomena krisis dalam skala global yang baru saja terjadi. Kondisi krisis itu mengimpas dari tataran elit sampai pada tataran level masyarakat kelas bawah, dan kondisi seperti itu sudah sekian kalinya terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Berbicara soal krisis, kita coba untuk menelaah pada skala yang lebih khusus lagi, yaitu memperhatikan apa yang terjadi di negara kita Indonesia. Perekonomian yang pahit, harga sembako yang tinggi, dan lapangan pekerjaan pun makin susah dan sempit, ditambah lagi efek krisis global sebagaimana yang telah disampaikan pada awal tulisan, membuat kita harus berpikir menemukan solusi alternatif dalam mempertahankan hidup. Kalau masih mengandalkan cara-cara yang lama yang sesuai aturan atau norma, maka kesulitan hidup pun senantiasa akan menanggapi kita. Sesuai dengan tren dan perkembangan saat ini, menjadi seorang koruptor merupakan cara untuk memperoleh hidup layak yang cukup efektif dan efesien untuk dilakukan.

Korupsi sebagai solusi, tanya kenapa?Selain dari sebab dan latar belakang di atas (more…)

*Opini Bulanan PPSDMS_26 Juni 2009

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Berbicara tentang perekonomian tidak bisa dipisahkan dari perbincangan tentang krisis yang melanda dunia. Mulai dari krisis karena depresi (deep depression) pada tahun 1930, krisis pada tahun 1980, 1997, dan terakhir yang tidak kalah menghebohkan krisis yang terjadi baru-baru ini pada akhir tahun 2008 lalu. Krisis ekonomi yang melanda sektor keuangan sebagian besar negara dunia tersebut disebut sebagai krisis yang paling parah dan paling terasa dampaknya ke seluruh penjuru dunia dibandingkan krisis-krisis yang pernah terjadi sebelumnya. Berbeda dengan krisis-krisis¬† sebelumnya yang disebabkan karena kegagalan pengelolaan sistem ekonomi dalam hal kebijakan, krisis global ini melanda sektor finansial (keuangan/non rill), akibatnya sebagian besar masyarakat dunia yang nota bene punya investasi di pasar saham atau bahkan sudah dijadikan sebagai mata pencaharian utama, mengalami stress dan tekanan yang luar biasa beratnya. Hal yang wajar terjadi pada akhir tahun 2008 kemaren jika banyak ditemukan para orang kaya yang menjadi hilang akal atau terbalik pikirannya karena tidak sanggup membayangkan bencana yang luar biasa berat menimpanya. Harta berlimpah yang ada di depan mata tiba-tiba tenggelam seiring dengan tenggalamnya harga saham-saham di dunia. (more…)

*Opini Bulanan PPSDMS_28 November 2008

Baru-baru ini dunia perpolitikan Indonesia dikejutkan dengan iklan kampanye Partai Keadilan Sejatera (PKS) yang salah satu isinya menyebutkan bahwa Soeharto disebut sebagai pahlawan dan guru bangsa. Iklan ini merupakan iklan yang cukup kontroversial dan sempat heboh di seluruh negeri. Wajar saja, banyak orang yang menjadi gusar, PKS yang notabene dianggap sebagai salah satu partai yang lahir dari era reformasi dan memiliki kader yang kebanyakan juga adalah aktivis 1998 ternyata bisa bersikap pragmatis, mengakui Soeharto sebagai guru bangsa sama saja mengkhianati reformasi yang telah dengan susah payah diperjuangkan pada tahun 1998. Banyak orang mempertanyakan kembali jati diri PKS, apakah partai ini masih mempertahankan idealitanya atau malah terjerumus dalam jurang pragmatis yang mementingkan kemenangan dan kekuasaan semata. Terlepas dari sikap politik PKS tersebut yang perlu menjadi catatan adalah pernyataan yang menyebutkan bahwa Soeharto dianggap sebagai guru bangsa. Kita perlu mengkaji lebih jauh dan mendalam, apa saja yang pernah dilakukan Soeharto sehingga dia layak disebut sebagai guru bangsa Indonesia ataukah tidak pantas sama sekali. (more…)

Indonesia is a country that rich in natural and human resources in terms of quantity. Geographically, Indonesia is located in a strategic region, flanked by two continents and two oceans. Not only that, in terms of weather and climate of Indonesia is very advantageous position than other countries, located on the equator which has a tropical climate and there are only two seasons namely the rainy and dry seasons. That’s why, there are so many varieties of flora and fauna in Indonesia. This conditions make many people that visited Indonesia said that Indonesia is a paradise in the world. Everything can live and growth here.

Unfortunately, although Indonesia has anything, but it can’t make Indonesia become a wealth country. There are still many unemployment, more of 30% Indonesian citizens are poverty, so many officials government are corrupt, and the other many problems.

We must change this condition. But, the question is how? I have some solutions to improve Indonesia, become a growth country.

First, start change with our educational system. I think there is something wrong with our educational system. It doesn’t create smart students but just create memorizing student. The system make student to study hard because mark, not to get the knowledge. So, the solutions are change students paradigm about study. They conscious of  that study hard to get knowledge. Then, change the system. One of the ways is omitting the National Test (UN).

The second, create a justice by up hold the rule of law. Today, we still see unfair in this country. Law still takes side to rich people or to the official government. The poor man that steal a banana will get punish bigger than the official government that corrupt country’s money until billions.

The third is fighting corruption seriously. Corruption is still the biggest problem in our country. So, the government should be fighting it totally. I think our country can adopt from China about how its government fighting corruption. They make policy to give dead penalty to the corruptor. If it is implemented, so it will make the people very afraid to corrupt.

The last, my solution for a better future of Indonesia is about spiritual mentality. We see that the character of Indonesian was decreased. I think it is because the decreasing of religiosity of Indonesian people. If the citizens bring nearer to God, it will influence their attitude and character. This condition will decrease amount of criminality and corruption, too. Beside that, as a Godless creature, we must believe that God will help the people that praying to him. I think one of reasons why our condition still like what we feel today, because we are far from God that make we are also far from God help. So, the main point of this last solution is become nearer to God, conscious our mortal sin, repent and forswear, more often praying to get God’s Love.

Those are several my opinions for better Indonesia future. There isn’t impossible, we can change Indonesia! Merdeka!