Posts Tagged ‘dakwah’

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah

Posted: June 4, 2014 in hikmah
Tags: ,

Dapat WA yang menginspirasi pagi ini dari teman..

Sebait Catatan Nasihat (Alm) Ustadz Rahmat Abdullah

 

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.

Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.

Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.

 

Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

 

Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan

forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan

senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat. Terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

 

Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan memukuli orang-orang yang bermaksiat.

 

Sungguh teramat merugi, mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dlm dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan, Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah.

 

Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan manusiawi, yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.

 

Memang, Dakwah ini berat, karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang memiliki hati sekuat baja,

memiliki kesabaran lebih panjang

dari usianya,

Memiliki kekuatan yang berlipat,

Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi,

Memiliki ketabahan seluas lautan,

memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.

 

Siapapun takan pernah bisa bertahan, melalui jalan dakwah ini, mengarungi jalan perjuangan, kecuali dengan KESABARAN!!!

 

Karenanya, Tetaplah

disini, dijalan ini, bersama kafilah dakwah ini. Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh, sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya, tetaplah disini.

 

Buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, karena telah banyak yang berguguran karenanya.

 

Gandenglah selalu iman

kemana saja kita melangkah, karena iman akan menjagamu setiap waktu.

 

Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, janganlah sekali2 mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri, karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam di samudra kehidupan.

 

Jika bersama dakwah saja kau serapuh itu, bagaimana mungkin dengan seorang diri ???

Sekuat apa kau jika seorang diri ???..

Daqiqul Ied

Posted: January 7, 2014 in hikmah
Tags: ,

Ceritanya selain ikut ODOJ reguler, saya bersama dengan temen2 pengurus dan alumni MITI KM juga tergabung di group ODOJ sendiri, yang ketentuannya beda dari ODOJ reguler. Disini tak sekedar pencapaian target tilawah 1 juz per hari, tapi juga ada evaluasi QL nya, alma’surat nya, dan juga kecepatan dalam penyelesaiannya semua amalan tersebut. Moto nya adalah MJR-SJS (Malam Jadi Rahib, Siang Jadi Singa), keren kan..hehe. Maksudnya, amalan2 ibadahnya akan lebih baik sudah terselesaikan sebelum pagi, atau sebelum beraktifitas di Sekolah, Kuliah, Kerja, dll. Sehingga siangnya udah benar2 bisa optimal menyelesaikan tanggung jawab/amanah kerja di lingkungannya. Oh ya, selain secara berjamaah saling menguatkan dalam menjaga konsistensi amalan2 di atas, juga sering ada diskusi2 menarik di dalamnya. Salah satu nya adalah yang akan saya posting ini, ini adalah tulisan dari Sensei Edi Syukur (nyebut Sensei, karena beliau S1-S3 nya di Jepang) yang juga pencetus ODOK MJR-SJS ini. Ini adalah postingan beliau pada tahun 2010, dan masih relevan tuk di baca saat sekarang. Dan juga sudah ijin beliau utk posting ini di blog pribadi. Semoga bermanfaat dan terinspirasi. 

 

Sambil menunggu waktu appointment di hari kedua di Jogja pagi ini, saya mencoba menghabiskan waktu dengan membaca buku Syarah Hadits Arba’in karya Ibnu Daqiqul ‘Ied. Ini bukan pertama kali saya membacanya, tetapi entah mengapa saat membuka buku itu saya langsung teringat pada ibu, adik, istri saya yang sedang menunggu bersama lima orang “Jenderal” di rumah. Ingatan saya terbang pada kisah kenapa bapak sang penulis tersebut dinamakan Daqiqul ‘Ied.

Dalam satu riwayat, hiduplah seorang syaikh, ulama yang sangat terkenal pada jamannya. Mungkin cocok kalau di sebut da’i kondang atau da’i sejuta umat. Sebagaimana layaknya da’I kondang, beiau sering diundang untuk mengisi pengajian-pengajian. Suatu saat, selepas Ramadhan dan memasuki bulan Syawal beliau diundang untuk menjadi khotib memberikan khutbah ‘Iedul Fitri. Ketika sudah siap untuk berangkat ke lapangan, tiba-tiba sang istri mengatakan kepada suaminya tersebut, “Bang, di lebaran ini kita belum punya kue lebaran”. Beliau terdiam sejenak lalu menjawab, “Iya, nanti saya pikirkan!”. Begitu kira-kira isi percakapan singkat suami istri tersebut.

Singkat cerita berkhutbahlah beliau dengan penuh semangat dan berapi-api di depan khalayak ramai. Sampai satu saat dia mengatakan dengan tanpa sadar, ” Bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara sekalian, jadi dalam lebaran ini kita harus menyediakan “Daqiqul ‘Ied”. Semua orang yang mendengarkan khutbah beliau menjadi bingung terhadap pernyataan itu.  Sang syaikh pun terdiam sejenak. Beliau pun melanjutkan khutbahnya setelah dirinya tenang. (Daqiqul I’ed adalah kue lebaran). (more…)

“Jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu dan meninggikan kedudukanmu” (QS Muhammad: 7).

Petikan ayat di atas senantiasa menjadi bagi penyemangat bagi para da’i untuk senantiasa bersemangat dalam menyampaikan kebaikan, menyampaikan untaian ayat demi ayat, agar semakin banyak orang yang berada dalam jalan Allah SWT. Suatu semangat bahwa walaupun tampak berat beban dakwah yang diemban, namun ada suatu keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti akan datang, karena Allah tidak akan membiarkan hambaNya yang menegakkan agamaNya berada dalam kesulitan. Walau harus banyak yang terkorbankan, berupa tenaga, harta, bahkan jiwa. Namun ada keyakinan bahwa semua itu tidak akan hilang sia-sia begitu saja, tetapi akan diganti Allah dengan sesuatu yang lebih baik dari arah yang tidak disangka-sangka pertolongan itu datangnay.  Bahkan, Allah pun telah menjanjikan berupa ditinggikan kedudukan bagi mereka yang benar-benar ikhlas menolong agama islam ini. (more…)