Archive for the ‘hikmah’ Category

Beberapa Hari di Rumah Sakit

Posted: July 24, 2017 in hikmah
Tags: , ,

Dear Blog, udah lama gak menyapa… postingan sebelumnya mengucap target nulis tiap bulan. 7 bulan berjalan 2017, tiada nambah postingan nya.. wkwkw. Bismillah, coba mulai lagi..

Pada tanggal 8-15 Juli lalu, aku kembali nambah cuti pulang kampung, setelah sebelumnya sudah cuti juga mengakhiri Ramadhan dan mengawali syawal di Payakumbuh dan Bukittinggi, kota kelahiran dan kota keluarga istri. Cuti kali ini bukan tanpa alasan, dalam rangka menemanti Apa operasi hernia di RS Bukittinggi. Dalam dunia peroperasian, menurut info yang aku curi-curi dengar, operasi hernia termasuk operasi yang ringan, namun permasalahannya adalah Apa sebelumnya punya riwayat jantung, sehingga operasi ini tidak menjadi sederhana, ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan disiapkan. Sebab, saat anestesi berlangsung maka akan menyebabkan pembuluh jantung mengecil, hal yang tidak bermasalah bagi orang biasa, namun dengan yang jantung bermasalah seperti yang dialami Apa, perlu banyak aspek yang diperiksa dan dipastikan kesiapannya. Sehingganya lah, Apa sudah memasuki RS sejak hari Kamis malam, baru dapat terselenggara operasi nya pada Selasa siang. Setelah melewati berbagai pemeriksaan lab dan kondi dalam jantung.

Hernia, mungkin gak banyak yang tahu dengan istilah ini. (more…)

Sharing Ajal

Posted: October 27, 2014 in curcol abiss :D, hikmah
Tags:

Berikut adalah kulsap (kuliah watsapp) pada sebuah group komunitas di watsapp yang aku ikuti. Udah beberapa pekan yang lalu, tapi baru posting sekarang.

Assalamualaikum Wb Wr..

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, serta shalawat buat baginda Rasulullah SAW. Mencoba utk sedikit ber kulsap pada kesempatan kali ini. Fyi, saat ini sedang dalam perjalanan Kotabaru – Banjarmasin – Jakarta -Padang. Agak heran sebenarnya, tiap kali dapet jatah kulsap seringnya itu pas saat lagi safar, setidaknya dalam 3 kali terakhir, bahkan yang pertama pun di odoj miti periode 1 tahun lalu, kulsapnya jg saat lg safar k site tanah merah kaltim, pernah pas lg k jkt. Nah, d odoj periode kedua ini jg, sekarang saat lg safar jg, sebelumnya itu pd saat safar k jakarta, dan sebelum nya lg saat safar d jogja.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas….? yang pasti bukan persoalan safar, pengantar tadi curcol aj, klw sy sering safar, hehe.

Mencoba sharing tentang hal yang sedang d alami keluarga saya. Sebelum nya mohon doa nya juga, bahwa kemaren siang nenek saya meninggal, semoga arwah beliau diterima di sisi Nya, aamiin. Kepulangan kali ini sebenarnya sudah d jadwalkan jauh2 hari, krn saat lebaran idul fitri, gk pulang akhirnya minta cuti k bos utk pulang pas idul adha, qadarullah nya demikian, nenek saya meninggal sehari sebelum pulang. Kalau lah boleh memilih, tentunya nenek saya itu menunda meninggalnya sehari saja, sehingga bsa ketemu dengan cucu nya yang cakep ini dulu, krn memang udah hampir setahun juga gak pulang dan gak ketemu. Tapi apalah d kata, tiap manusia sudah ada ketentuan nya masing2, jangankan sehari, sedetik pun mau minta tunda gak akan bisa. Malaikat berbeda dg pejabat indonesia kebanyakan, yang mungkin utk kepentingan tertentu bsa d sogok, malaikat sudah pastinya tidak bsa d nego atw pun d suap, klw sudah waktu nya malaikat pencabut nyawa akan dtg kpd kita. Bisa jd pejabat2 yang suka korup, menyalahgunakan wewenang dsb gak takut mati, mungkin dlm benak mrk malaikat pun bsa d suap nantinya biar mati nya d tangguhkan, krn udah kebiasaan menggunakan uang utk mencpai kepentingan nya. Itulah learning point 1, klw sudah waktunya ajal gak bsa d tunda even sedetik pun, utk itu persiapkan lah diri dalam tiap hembusan nafas jangan sampai terlewati dalam mengingat Allah SWT.

Tentunya smw kita paham bahwa saat sudah berpisah nyawa dari badan, kemudian jasad d bw ke dlm kubur, tidak ada lagi yang tersisa. Rumah yang bertingkat, mobil yang mengkilat, duit yang berlipat2, bahkan bsa jd beristri empat..semuanya itu akan d tinggal, tidak ada yang d bw kecuali helaian kain kafan. Namun, ingatlah bahwa selain itu masih ada hal2 yang tidak akan terputus wlw raga sudah berpisah dg nyawa. Tentu sj smw yang disini paham akan hal tsb, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta doa anak yang shaleh. Perbanyaklah amal2 yang sifatnya kekal wlwpun kita sudah berpulang, seperti wakaf dan sejenisnya. Dan juga perbanyaklah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bgi org banyak, nah salah satu karakter riset miti yang sy kenal adalah product2 riset nya yang bermanfaat. Pun si tukang riset udah meninggal, selama hasil risetnya ini bermanfaat utk org banyak, insyaallah pahala nya akab mengalir. Terakhir, doa anak yang shaleh, bagaimana memperolehnya? Ya, harus punya anak dulu, utk punya anak musti nikah dulu. Jadi, bagi para bujang menikahlah segra, sayang sekali saat ajal sudah dtg, blm menikah dan punya anak, kesempatan utk point ketiga ini akan pupus. Inilah learning point yang ke 2, bagi yang masih bujang menikahlah, agar punya anak yang shaleh yang selalu mendoakan kedua org tua nya. Penting utk diketahui, saya masih bujang dan belum menikah, usia 26, penghasilan lumayan. #ehh (bukan promosi).

Berbicara tentang kematian, saya ingat penyampaian ustd Banjar pd sebuah kajian, nama nya Ustd Salam, beliau menyebutkan bahwa 40 hari sebelum meninggal biasa nya sudah terlihat tanda2 nya, d antara tanda nya itu adalah hidung yang bengkok, klw gak bengkok k atas atw k samping. Kurang tw jg ustd tsb dapet dalil dri mana, kayaknya gak ada deh, bsa jd based on pengalaman dan temuan bbrpa kali sehingga d hasilkan lah kesimpulan yang demikian tsb. Dan sy pun blm sempat utk membuktikan hipotesis tsb, silahkan bagi yang punya waktu bsa jd ide penelitian jg mungkin, dg eksperiment d rumah sakit bsa jd, wallahualam bisshawab. Inilah bsa jd learning point yang ketiga, sering2 lah bercermin, dan perhatikan hidungmu. Alhamdulillah kalw masih lurus, klw dah bengkok segra lah bener2 mempersiapkan diri, wlaupun gk yakin 100%, gk ada salahnya bersiap, siapa tw dlm waktu deket ajalmu sudah dtg. Sekali lagi, wallahualam bisshawab.

Mungkin demikian dulu yang dapat sy sampai kan. Maaf agak berlepotan, masih kepikiran nenek yang meninggal, mikirin kerjaan yang diurus d jkt sebentar dlm safar kali ini, dan jg mikirin nulis kusap kali ini. Alhaqqu mirrabbika fala takunanna minal mumtarin. Semoga bermanfaat, Wassalamualaikum.

Tertegun

Posted: October 24, 2014 in hikmah
Tags: ,

Tertegun, itulah hal pertama yang aku alami saat melihat Bapak tersebut turun tangga dari atas masjid selesai shalat maghrib. Aku baru beberapa hari ini shalat di masjid ini setelah pindah kos ke Perumahan Semayap Kotabaru, Masjid Aljihad nama nya. Karena masjid ini yang terdekat dari rumah, sehingga nya seringnya shalat disini, khususnya utk Maghrib, Isya, dan Shubuh. Kalau zuhur dan ashar biasanya di mushalla kantor. Nah, kembali ke awal cerita, aku memang selalu melihat Bapak tersebut untuk juga ikut di masjid ini, yaitu pada shalat maghrib dan isya. Yang menarik adalah bapak tersebut selalu mengambil posisi di shaf paling depan sebelah kanan. Seolah itu adalah tempat yang di booking oleh nya. Dan suatu ketika, kebetulan aku berpapasan dengan Bapak tersebut saat turun tangga masjid. Agak keheranan awalnya, kenapa bapaknya turun seperti meraba-raba? Terdiam sesaat, subhanallah.. ternyata bapak ini sudah rabun, aku tidak menyebut buta karena tidak terlihat seperti bentuk kebutaan di mata nya. Tapi memang aku yakin betuh bahwa bapak ini rabun, atau sudah tidak bisa melihat dengan jelas, sehingga ia turun tangga dengan meraba-raba, kemudian mengambil sandal, dan ada ibu2 yang sudah menunggu nya dibawah (seperti nya istri nya), kemudian Ibu ini membimbing tangan sang Bapak dan mereka berjalan menuju ke rumahnya. Saat itu lah pertanyaan ku terjawab, kenapa bapak ini selalu shalat pada posisi yang sama, menaruh sandal di tempat yang sama, karena bisa jadi hanya pada posisi-posisi itulah lokasi yang ia pahami.

Bapak itu sudah tua, perkiraanku umur nya 70an lebih, dengan kondisi seperti itu, bisa jadi aja ada pemakluman bagi nya untuk nya untuk cukup shalat di rumah saja. Tapi apa yang dilakukannya? Dengan kondisi seperti itu masih di usahakan untuk tetap shalat ke masjid. Yang mana kemudian hari pun aku tahu bahwa rumahnya tidak di dekat masjid tersebut, tapi ada lebih kurang 1 km dari masjid. Mungkin, bapak ini bener-bener meresapi hadits HR Muslim berikut:

Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”

Tertegun, mencoba melihat fisik diri. Secara fisik, tidak ada kekurangan yang aku alami, tubuh ku masih sehat bugar, penglihatanku masih jelas, dan masjid pun dekat dengan rumah, bahkan ada motor untuk bisa lebih cepat sampai. Teringat, bahwa sempat timbul perasaan malas. Malas bergerak dari rumah menuju masjid, memenuhi panggilannya. Betapa hina nya dibanding dengan bapak tadi. Menunaikan kewajiban ditengah kekurangannya.

Menjadi sebuah tadzkirah dan pengingat bagi kita semua, terkhusus bagi saya pribadi. Bersyukurlah atas kelengkapan fisik yang masih dimiliki, sehingga sejatinya hal itu dapat membuat makin optimalnya amal yang dapat dilakukan. Semoga Bapak tersebut senantiasa diberi keistiqomahan dan keberkahan dari Allah SWT atas inspirasi yang ia berikan.

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah

Posted: June 4, 2014 in hikmah
Tags: ,

Dapat WA yang menginspirasi pagi ini dari teman..

Sebait Catatan Nasihat (Alm) Ustadz Rahmat Abdullah

 

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.

Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.

Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.

 

Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

 

Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan

forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan

senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat. Terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

 

Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan memukuli orang-orang yang bermaksiat.

 

Sungguh teramat merugi, mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dlm dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan, Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah.

 

Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan manusiawi, yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.

 

Memang, Dakwah ini berat, karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang memiliki hati sekuat baja,

memiliki kesabaran lebih panjang

dari usianya,

Memiliki kekuatan yang berlipat,

Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi,

Memiliki ketabahan seluas lautan,

memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.

 

Siapapun takan pernah bisa bertahan, melalui jalan dakwah ini, mengarungi jalan perjuangan, kecuali dengan KESABARAN!!!

 

Karenanya, Tetaplah

disini, dijalan ini, bersama kafilah dakwah ini. Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh, sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya, tetaplah disini.

 

Buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, karena telah banyak yang berguguran karenanya.

 

Gandenglah selalu iman

kemana saja kita melangkah, karena iman akan menjagamu setiap waktu.

 

Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, janganlah sekali2 mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri, karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam di samudra kehidupan.

 

Jika bersama dakwah saja kau serapuh itu, bagaimana mungkin dengan seorang diri ???

Sekuat apa kau jika seorang diri ???..

Keseimbangan

Posted: May 23, 2014 in hikmah
Tags: ,

Dalam neraca pelaporan Keuangan sebuah perusahaan, harus ada keseimbangan antara lajur debit dan kredit. Nilai asset yang dimiliki harus bernilai sama dengan total kewajiban (hutang) dengan modal. Total penjualan yang berada di jalur kanan harus sama jumlahnya dengan penjualan kas ditambah penjualan kredit. Pun hal nya untuk item-item yang lain, saling menyeimbangkan satu sama lain, penambahan di jalur kanan harus diikuti dengan bertambahnya salah satu akun neraca di jalur kiri. Sehingganya pada total akhir akan sama antara lajur kanan (Utang plus modal) dengan lajur kiri (asset), atau dalam istilah akuntansi disebut dengan balance, seimbang. Kalau ada selisih, walau 1 rupiah pun, itu tidak boleh terjadi, harus dicari sumber kesalahannya. Itulah sebabnya, untuk menjadi seorang akuntan harus dituntut adalah orang yang teliti dan juga lagi sabar, karena sebagaimana disebutkan diatas bahwa bahkan selisih 1 rupiah pun tidak boleh terjadi.

Belajar akuntansi, mengingatkan saya mengenai pembelajaran keseimbangan dalam hidup. Sadarkah kita? Bahwa ternyata segala nya telah diciptakan oleh Allah dalam keseimbangan, saling melengkapi satu sama lain. Ada pria ada wanita, ada kebaikan ada keburukan, ada si kaya dan juga ada si miskin, ada keadilan yang menjadi anti tesis atas kezhaliman. (more…)

Alam Takambang Jadi Guru

Posted: April 17, 2014 in hikmah
Tags: , ,

Assalammualaykum Wb Wr..

Alhamdulillah, memperoleh kesempatan untuk KulSap di group yang berisi orang-orang keren ini. Berikut mencoba membahas salah satu filosofi, “Alam Takambang Menjadi Guru”. Pernah dengar filosofi tersebut? Bagi Uda dan Uni yang lahir dan besar di ranah minang, tentunya tidak asing dengan istilah tersebut, karena Alam Takambang Jadi Guru sudah menjadi bagian dari filosofi hidup orang minang, bahkan istilah ini sepertinya juga sudah cukup populer di wilayah-wilayah lain di Indonesia pada umumnya. (more…)

Daqiqul Ied

Posted: January 7, 2014 in hikmah
Tags: ,

Ceritanya selain ikut ODOJ reguler, saya bersama dengan temen2 pengurus dan alumni MITI KM juga tergabung di group ODOJ sendiri, yang ketentuannya beda dari ODOJ reguler. Disini tak sekedar pencapaian target tilawah 1 juz per hari, tapi juga ada evaluasi QL nya, alma’surat nya, dan juga kecepatan dalam penyelesaiannya semua amalan tersebut. Moto nya adalah MJR-SJS (Malam Jadi Rahib, Siang Jadi Singa), keren kan..hehe. Maksudnya, amalan2 ibadahnya akan lebih baik sudah terselesaikan sebelum pagi, atau sebelum beraktifitas di Sekolah, Kuliah, Kerja, dll. Sehingga siangnya udah benar2 bisa optimal menyelesaikan tanggung jawab/amanah kerja di lingkungannya. Oh ya, selain secara berjamaah saling menguatkan dalam menjaga konsistensi amalan2 di atas, juga sering ada diskusi2 menarik di dalamnya. Salah satu nya adalah yang akan saya posting ini, ini adalah tulisan dari Sensei Edi Syukur (nyebut Sensei, karena beliau S1-S3 nya di Jepang) yang juga pencetus ODOK MJR-SJS ini. Ini adalah postingan beliau pada tahun 2010, dan masih relevan tuk di baca saat sekarang. Dan juga sudah ijin beliau utk posting ini di blog pribadi. Semoga bermanfaat dan terinspirasi. 

 

Sambil menunggu waktu appointment di hari kedua di Jogja pagi ini, saya mencoba menghabiskan waktu dengan membaca buku Syarah Hadits Arba’in karya Ibnu Daqiqul ‘Ied. Ini bukan pertama kali saya membacanya, tetapi entah mengapa saat membuka buku itu saya langsung teringat pada ibu, adik, istri saya yang sedang menunggu bersama lima orang “Jenderal” di rumah. Ingatan saya terbang pada kisah kenapa bapak sang penulis tersebut dinamakan Daqiqul ‘Ied.

Dalam satu riwayat, hiduplah seorang syaikh, ulama yang sangat terkenal pada jamannya. Mungkin cocok kalau di sebut da’i kondang atau da’i sejuta umat. Sebagaimana layaknya da’I kondang, beiau sering diundang untuk mengisi pengajian-pengajian. Suatu saat, selepas Ramadhan dan memasuki bulan Syawal beliau diundang untuk menjadi khotib memberikan khutbah ‘Iedul Fitri. Ketika sudah siap untuk berangkat ke lapangan, tiba-tiba sang istri mengatakan kepada suaminya tersebut, “Bang, di lebaran ini kita belum punya kue lebaran”. Beliau terdiam sejenak lalu menjawab, “Iya, nanti saya pikirkan!”. Begitu kira-kira isi percakapan singkat suami istri tersebut.

Singkat cerita berkhutbahlah beliau dengan penuh semangat dan berapi-api di depan khalayak ramai. Sampai satu saat dia mengatakan dengan tanpa sadar, ” Bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara sekalian, jadi dalam lebaran ini kita harus menyediakan “Daqiqul ‘Ied”. Semua orang yang mendengarkan khutbah beliau menjadi bingung terhadap pernyataan itu.  Sang syaikh pun terdiam sejenak. Beliau pun melanjutkan khutbahnya setelah dirinya tenang. (Daqiqul I’ed adalah kue lebaran). (more…)

BAGI-BAGI ILMU

Posted: July 31, 2013 in hikmah

saat-saat lagi nunggu download data yang bikin boring di kantor, dapet tausyah singkat ini di salah satu group watsapp. Gak apa2 lah ya, kerja sambil nge blog, semoga bermanfaat :D”

 

Rasulullah S.A.W bersabda “Sebarkan Walaupun
Daripada Sepotong Ayatku..

5 perkara orang Islam patut tahu berkenaan dengan kesehatan.
Al-Quran ada mengajar kita menjaga kesehatan dengan membuat amalan seperti berikut :

  1. Mandi pagi sebelum subuh atau sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari naik.
    Air sejuk yang meresap ke dalam badan bisa mengurangkan lemak yg terkumpul. Kita bisa lihat orang yg mengamal mandi pagi kebanyakan badan nya tidak gemuk.
  2. Rasulullah SAW mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi.
    Mujarabnya, Insya Allah jauh dari penyakit (susah kena penyakit).
  3. Waktu sholat Subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit selepas membaca doa).
    Ia bisa mengelak dari sakit pening atau migrain.
    Ini terbukti oleh para saintis yg membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud.
    Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yang tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir ke ruang tersebut.
  4. Dalam kitab juga ada melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.
    Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama ayam. Dikhawatirkan akan cepat mendapat penyakit.
    Ini terbukti oleh saintis yang menemukan dimana dalam badan ayam mengandungi ion + ve, manakala dalam ikan mengandung ion-ve, jika dalam suapan ayam bercampur dengan ikan maka terjadi tindak balas biokimia yang terhasil yg bisa merusak USUS kita.
    Orang yahudi suka memakan ikan tanpa bercampur dengan makanan bercampur ayam.
  5. Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan kanan dan bila habis hendaklah menjilat jari.
    Begitu juga ahli sains telah menemukan bahwa ENZYME banyak terkandung di celah jari, yaitu 10 kali lipat terdapat dalam air liur. (Enzyme sejenis alat percerna makanan, tanpanya makanan tidak terurai

Cara senang utk dapatkan pahala
walaupun sesudah mati,,,:

  1. Pasang kipas di surau/masjid
    walaupun 1, setiap kali orang pakai,
    anda dpt pahala walau sesudah mati.
  2. Derma kursi roda di RS, setiap kali pasien gunakan,
    anda akan dpt pahala.
  3. Beri baju kpd orang , setiap kali
    org pakai , anda dpt pahala.
  4. Beri makanan kpd org , anda
    dpt pahala selagi makanan itu
    mnjadi darah daging nya.
  5. Menyampaikan ilmu yg bermanfaat, selagi mereka mengamalkan pahala anda tetap ada.

7 kalimat yg harus di biasakan..

  1. Bismillahirrahmannirrahim-Setiap hendak melakukan sesuatu.
  2. Alhamdulilah-Setiap habis melakukan sesuatu.
  3. Astagafirullah-Jika melakukan sesuatu yg buruk.
  4. InsyaAllah-Jika ingin melakukan sesuatu pada masa yg akan dtg.
  5. Laa hawla walaaquwwata illaah billaah-Bila tidak dpt melakukan sesuatu yg agak berat/melihat hal yg buruk.
  6. Innalillahi wainna ilaihi rojiun-Jika melihat/menghadapi musibah atau menerima kabar kematian.
  7. Lailaha illallah-Bacalah siang dan malam sebanyak-banyaknya.

Semoga bermanfaat

 

qadr

I got this tausyah in one of my Watsapp group yesterday. Hopefully will be useful for you who wanna get Lailatul Qadar in this month 😀

1. Do not let your ‘performance’ until now affect your last 10 days. The moment of forgiveness could be today or anytime in the coming days! It is not all lost! If you sincerely wish it couldi have been better – Chin up and get ready to make it your best yet! Start with a positive, sincere intention!

2. Today, take a little time to read the Tafseer of Surah al-Qadr to understand what actually happens this night! You will feel its power & greatness so much more!

3. Do not wait for the 27th Night to give it your “all”. The entire last 10 days should be your target. Stay up each night! Would you want to miss Laylatul Qadr even “by chance”?

4. Do not fall into any innovations/celebrations any masjid or culture might try to promote. Follow the Sunnah! The Prophet (sallAllahu ‘alaihi wa sallam) guided us simply: “Whoever stays up and prays on Laylat al-Qadr out of faith and in the hope of reward, his previous sins will be forgiven.”

5. Memorize and keep asking the dua’ taught by Rasulullah (sallAllahu ‘alaihi wa sallam): Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibb al-‘afwa fa’affu ‘anni (O Allaah, You are forgiving and You love forgiveness, so forgive me).

6. Prepare a short dua’ list. Remember this is as awesome as it ever gets for a servant of Allah! The Night of Qadr, of Destiny! Consciously pick each and everything you crucially wish for in this dunya, in your deen, family, and in your aakhirah! Don’t forget to include the brothers and sisters around the world who are suffering and in grief!

7. Take brief naps during the day, if possible. Keep your stomach light and sleep as soon as you have prayed ‘isha. Do not delay! After a brief nap, refresh yourself and get ready for worship.

8. Don’t neglect your family! Rasulullah SAW made it a point to wake up his wives throughout these nights! And yes, your children are not too young to stay up some part of the night – if they can be allowed to play video games or watch TV, they can be inspired to be up atleast for sometime! Prepare them, make them excited, plan some activities for them to do!

9. Look the Part: The way we dress and prepare has a big effect on our psychology. Wear your best, perfume yourself, and feel the energy!

10. Choose a spot, whether in the Masjid or in your home, where you can have peace and solitude. Keep your mushaf, praying mat, and water at hand so that you are not distracted by constantly getting up for this or that.

11. IMP: This is not the night to tweet pics or update FB statuses about how amazing the night is and how you are feeling & worshipping Allah! Let that be a secret between you & your Rabb! So switch off those phones, wifi, laptops and computers. Disconnect with the world, and connect with al-‘Afuww!

12. If you find yourself feeling sleepy, vary your acts of worship. Alternate between qiyaam, heartfelt dua’a, reading the Qur’an. Do not spend the night listening to lectures or recitations. Or do it only for a short while when you feel the sleep coming on!

13. Patience is the Key: The last 10 days might be tiring. You might still have work or school. This is the time to bear all that hardship, and keep firm sabr. Think how Allah has blessed you with this tremendous opportunity that might NEVER come again in your life again. If you knew for sure that this was your last #Ramadan, if you knew certainly that Jannah was up for grabs, wouldn’t you sprint for it no matter what it takes?

14. This is most important: Keep husn adh-dhann bi Allah (good expectations from Allah). When you ask, remember you are asking the Most Generous King. If you hope for the best, He will give you the best. Don’t hold back. Trust in Him, pour out your heart in front of Him, and let no doubt, no barrier, no evil thoughts keep you away from ar-Rahman, ar-Raheem! —”

 

Berikut aku memperoleh rangkuman kegiatan bedah buku di Yogya yang diperoleh dari kirimin salah seorang temen di group whatsapp ku. Ada kutipan-kutipan menarik dari pembicara nya, semoga bermanfaat.

Ikon-Boncengan-2-580x181Resume Bedah Buku “Menikah, Memuliakan Sunnah” Sabtu 8 juni 2013 @masjid gedhe kauman

#ust. Wahyudin
Ketika kita menghadapi badai rmh tangga, ingat kembali komitmen kita dlm membangun rmh tangga. Komitmenlah yg akn mnjaga keberlangsungan rmh tangga. Komitmen dpt berupa untk mndptkn anak2 yg sholih yg diniatkan agar mrk berjihad d jln Alloh, agr anak2ny menjdi pemelihara kedamaian, penegak kebenaran, penjaga kejujuran, atau bermanfaat bagi manusia. Dimana smw bermuara pd komitmen untk mndekatkn diri kpd Alloh.

#ust. Solikhin
Motivasi menikah adalah sebagai sarana untuk mengupgrade keislaman. Alangkah indahnya bila dlm rmh tangga yg kita bina ada suasana saling menarbiyah. Visi menikah: tarbiyah, dakwah, dan harakah.

#ust. Umar Hidayat
Ya Alloh kumpulkanlah kami dlm surga-Mu. Rmh tangga yg dibangun hendaknya dipenuhi butiran mutiara yg indah dan berharga. Mutiara itu bernama sakinah mawaddah warahmah. 4 hak yg mndatangkn kebahagiaan: suami istri yg sholih sholihat, anak2 yg berbakti, lingkungan yg sholih, dan dekat rizqinya. Kuncinya selalu libatkan Alloh dlm setiap sisi kehidupan kita.

#ust. Fatan Fantastik
Pernikahan itu adalah sekolah tanpa gelar yg berjenjang hingga keduanya sampai k liang lahat. Di dalamnya kita hrs terus mendidik diri dan keluarga. Rmh untk berbenah dlm meningkatkn ketaatan kpn Alloh. Rmh yg berperan sbg madrasah, tmpt mndidik setiap anggota keluarga.

#ust. Bagus Priyosembodo
Menikahlah dgn pemilik agama (din), bukan org yang dianggap berpengetahuan agama (sekedar belajar agama). Agar bahagia dlm 4 hal: alam ujian, alam penantian, alam pengadilan, dan alam keabadian.

#ust. Salim A. Fillah
Penyakit yg ada sering menghinggapi kita “mengkhawatirkan yg sdh dijamin oleh Alloh dan suka mengabaikan apa yg seharusnya diperjuangkan.” Org yg bertakwa itu rizqinya tdk disangka2. Tgs kita adlh berikhtiar, berjuang, hasilnya serahkan pd Alloh. Kta tdk tau dimana rizqi kita berada, Alloh yg lbh tau dimana rizqi kita berada dan Alloh yg memerintahkan rizqi kita untuk mndatangi kita. Tgs kita mempersiapkan jawaban: dari mana kau peroleh rizqi tsb? Untuk apa rizqi yg kau peroleh tsb?
Kita memohon pilihan dgn ilmu-Nya, bkn pengetahuan kita, krn wawasan kita sedikit, terbatas, dan sering kali bias. Kita memohon ketetapan dgn kuasa-Nya, bkn kekuatan kita, krn apalah daya kita, sedangkn cinta adalh urusan hati. Takkan menyesal org yg beristikharah. Takkan rugi org yg bermusyawarah.

#ust. Mas Udik Abdullah
Mengapa sampai saat ini engkau msh belum berani menikah? Cobalah engkau tanyakan pd hatimu dan renungkn lbh jauh lagi. Agar bisa mndongkrak keberanian hatimu untk segera menikah:
a. positif thingking lah.. yg perlu kita pahami bhwa: menikah adlh jln menyempurnakan setengah din, seorg muslim tak layak untk membujang, potensi diri akan terpacu lbh optimal dgn menikah, menikah adlh salah satu tangga mencapai kebahagiaan hidup, menikah mrupakan sarana melahirkn generasi penerus perjuangan Islam.
b. Jgn kalah sblm berperang.. kbnykn kaum muda kurang berani melangkh k jenjang perniahan akibat belenggu pikiranny sendiri. Pdhal ketakutan dan kekhawatiran yg berlebihn itu sbenarnya adalah godaan setan.
c. Hati2 dlm bergaul..
d. Kuatkan keyakinan trhdp pertolongan Alloh..

Kunci dari keberkahan rmh tangga bermula dari kelurusan niat. Maka lurusknlah niat kita dlm menikah untk menunaikan sunnah dan ridha-Nya.

Apa saja yg hrs dipersiapkn? Ilmu, iman dan takwa, mental, finansial, dan fisik.

#ust. Moh. Fauzil Adhim
Sebuah kekuatan bernama keluarga. Dgn memiliki cita2 ideologis yg sangat kuat sehingga darinya dapat membangun visi hidup yg sangat kuat. Tanpa visi yg kuat, org tua tdk memiliki arah yg jelas ttg bgmn seharusny mendidik anak. Mempersiapkan mrk yg mau menikah agar memiliki bekal yg cukup, sama pentingnya dgn membangun visi hidup mrk dlm pernikahan.

*bbrp sdh ditambahkan berdasarkan bukunya krn keasyikan mendengarkan beliau2, maka bbrp ada yg terlewat tdk tercatat. afwan,, mngkin yg sy tulis sgt jauh untuk mewakili apa yg sdh beliau2 sampaikan. Untuk menghindari setengah2ny ilmuny yg kita peroleh, alangkah baikny menggenapkannya dgn membaca langsung bukunya.. insyaAlloh bermanfaat.. 