Beberapa Hari di Rumah Sakit

Posted: July 24, 2017 in hikmah
Tags: , ,

Dear Blog, udah lama gak menyapa… postingan sebelumnya mengucap target nulis tiap bulan. 7 bulan berjalan 2017, tiada nambah postingan nya.. wkwkw. Bismillah, coba mulai lagi..

Pada tanggal 8-15 Juli lalu, aku kembali nambah cuti pulang kampung, setelah sebelumnya sudah cuti juga mengakhiri Ramadhan dan mengawali syawal di Payakumbuh dan Bukittinggi, kota kelahiran dan kota keluarga istri. Cuti kali ini bukan tanpa alasan, dalam rangka menemanti Apa operasi hernia di RS Bukittinggi. Dalam dunia peroperasian, menurut info yang aku curi-curi dengar, operasi hernia termasuk operasi yang ringan, namun permasalahannya adalah Apa sebelumnya punya riwayat jantung, sehingga operasi ini tidak menjadi sederhana, ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan disiapkan. Sebab, saat anestesi berlangsung maka akan menyebabkan pembuluh jantung mengecil, hal yang tidak bermasalah bagi orang biasa, namun dengan yang jantung bermasalah seperti yang dialami Apa, perlu banyak aspek yang diperiksa dan dipastikan kesiapannya. Sehingganya lah, Apa sudah memasuki RS sejak hari Kamis malam, baru dapat terselenggara operasi nya pada Selasa siang. Setelah melewati berbagai pemeriksaan lab dan kondi dalam jantung.

Hernia, mungkin gak banyak yang tahu dengan istilah ini. Aku juga baru tahu saat SMA dulu, saat menjenguk salah seorang guru ngaji yang habis operasi hernia juga. Pada intinya, isi perut tersebut turun, sehingga perlu dikembalikan lagi ke atas. Dapat dibiarkan beberapa waktu, namun dapat membusuk jika dibiarkan dalam waktu lama. Diantara sebabnya adalah karena keseringan mengangkat beban yang seharusnya tidak kuat kita lakukan, namun tetap dipaksakan. Akhirnya keangkat juga, tapi sebenarnya tubuh tidak menerima. Hal ini menjadi perhatian bagi kita semua, hati-hati dalam mengangkat beban, angkatlah semampunya. Kadang-kadang ketika mengangkat sesuatu dalam jumlah banyak, karena malas bolak balik , langsung diangkat sekaligus, pada hal sebenarnya kita gak kuat tuk mengangkatnya. To be honest, aku sering berbuat seperti ini, mg berikutnya bisa lebih waspada dan hati-hati. Reminding yang sama untuk para pembaca yak.

Kembali lagi ke RS, Apa dioperasi di RSUD Achmad Muhtar Bukittinggi. RS yang kata Ama sudah merupakan kelas region, di atasnya provinsi, sehingga ada pasien yang dirujuk dari RSUD Medan juga. Fyi, RS Achmad Muhtar ini juga RS tempat kelahiran ku dulu, maka nya namanya ANGGI, berasal dari kata BUKITTINGGI. Karena tidak bisa dilahirkan di RS Payakumbuh saat itu, dirujuklah ke RS AM bukittinggi ini, karena aku lahirnya agak susah dulu, cerita yang disampaikan Ama kepadaku.

Ama dan Apa lebih dulu menginap di RS ini, di luar rencana sebenarnya, karena saat periksa sama dokternya disuruh langsung nginap agar bsa segera operasi, tapi akhirnya di tunda2 karena melewati banyak pemeriksaan seperti yang tak ceritakan diawal tadi. Aku baru datang di Minggu pagi, nyampe Padang Jumat malam, namun Sabtu nya ke Balai Selasa di Pesisir Selatan dulu, menghadiri pernikahan teman kantor. Mulailah, hari Minggu-Kamis aku menginap di RS tersebut, bersama Ama menemani Apa menjelang operasi. Agak deg-degan juga, khawatir terjadi apa-apa, ya itu tadi, mengingat riwayat jantung Apa. Namun Alhamdulillah, setelah dokter bedahnya keluar, ia bilang tidak ada masalah, operasinya berjalan lancar, barulah kami sekeluarga lega. Tinggal perawatan pasca operasi.

20170711_131636Menemanti Apa operasi, ada hal yang baru aku tahu tentang proses pelaksanaan operasi ini, karena memang inilah kali pertama nemani seseorang operasi. Pertama, ruangan persiapan atau pree operatif. Di sini pasien disiapkan untuk memasuki ruang operasi, disinilah dipakaikan baju operasi. Setelah nya masuk ke ruang operasi, untuk dilakukan tindakan, habis operasi selesai, masuk ke ruang pemulihan. Sebab ruang operasi dingin sekali, maka perlu dipulihkan di ruang pemulihan ini, termasuk menunggu kesadaran pasien. Setelah menunggu kurang lebih 2 jam, Apa pun sudah keluar dari ruang operasi dan dilanjutkan ke ruang perawatan untuk menjalani masa pemulihan secara lebih optimal.

Apakah deg-degan sampai disini? Belum ternyata. Salah satu indicator operasi berhasil dan tidak ada kendala adalah setelah pasien buang gas atau kentut. Hal itu untuk menunjukkan bahwa proses pencernaannya sudah kembali normal. Maka, perawat pun berpesan bahwa Apa belum boleh makan dan minum apapun sampai ada intruksi selanjutnya dan kalau sudah buang gas untuk dilaporkan ke perawat. Disini aku kasihan denga Apa, sebab beliau sudah kehausan namun belum diperbolehkan untuk minum. Menunggu hingga jam 10 malam, Apa masih belum buang angin, maka kami melapor ke perawat, bagaimana ini? Selain haus juga biusnya sudah mulai hilang sehingga rasa sakit bekas operasi pun udah mulai terasa. Kata perawat, ditunggu hingga jam 11, klw blm juga dipersilahkan untuk minum 2-3 sendok, klw tidak ada mual dan pusing, dapat dilanjut lebih banyak serta bisa makan roti yang dicairkan. Dari googling pun aku baca-baca, ternyata seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran, bahwa tidak semata-mata harus menunggu buang angin baru diperkenankan makan/minum. Petugas kesehatan dapat memperkirakan bahwa proses pencernaannya sudah kembali normal atau belum. Setelah diminum 2-3 sendok, sepertinya tidak ada rasa mual/pusing, berikutnya Apa dikasih roti dicairkan dan diminum teh, dengan pelan-pelan dan sedikit demi sedikit. Dan besok paginya pun, sehabis aku pulang shalat subuh, Apa sudah buang gas, berarti pencernaannya benar-benar normal dan tidak ada masalah. Dan 2 hari setelah operasi, Apa sudah diperkenankan pulang dan kembali lagi untuk konsul pasca operasi pada pekan depannya.

Selama di rumah sakit, ada beberapa hal yang aku pahami:

  • Adalah hal yang wajar kalau RS yang baik itu mengatur jam besuk pasien, kalau di RS tersebut pada jam 11-12, 16-17, dan malam pada pukul 20-21. Sebenarnya pasien butuh istirahat, hanya saja kalau ada yg besuk mereka jadi gak enakan. Dengan di tentukan waktu seperti ini, yang besuk pun datang sesuai jadwalnya sehingga pasien dapat menyesuaikan waktunya
  • Bagi yang dirawat inap, mungkin sering mendapati perawat ataupun dokter yang bicara atau ngomongnya dikit kali, dan bicara seperlunya. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat mereka musti mengurusi dan melayani banyak sekali pasien dengan kondisi yang bermacam-macam serta perangai yang bermacam-macam juga. Lelah dan capek banget sebenarnya.
  • Kalau menemukan security yang galak dan tegas terkait masuk keluar pengunjung/pembesuk. Dapat dimaklumi mereka hanya menjalankan tugas, dan juga demi kenyamanan pasien. Bahkan kalau ada pengunjung dapat masuk yang bukan pada waktunya, yang kena tegur itu malah mereka.
  • Anak-anak, apalagi balita memang sebaiknya tidak di bawa ke RS. Sungguh rentan, dengan daya imun yang masih sangat rendah. Namun kemaren, sempat agak nakal juga, pada jam besuk memang lagi rame-ramenya, ummi amal lama banget di dalam saat membesuk, kebetulan security nya lagi gak di pintu, ngacir masuk kedalam, kebetulan ruang rawat deket banget dengan pintu. Tidak berapa lama di dalam security nya udah manggil-manggil suruh keluar, hehe. Ngacir lagi keluar.
  • Gak tau kalau di RS lain, di tempat di rawat sepertinya tegas sekali untuk tidak mau menerima gratifikasi dari siapapun juga termasuk pengunjung. Terlihat posternya dimana-mana. Pas udah mau pulang, kebetulan ada beberapa buah yang merupakan buah tangan dari yang besuk. Kata Ama mau dikasih ke perawat aja sebagai ucapan terima kasih. Pas udah dikasih, perawatnya nolak, kata nya hal seperti ini tidak boleh. Udah gak apa-apa, kata Ama. Karena dari awal niatnya memang utk dikasih aja tanpa mengharapkan timbal balik apa-apa. Toh nurutku, kita ngasihnya udah sesaat mau pulang, kecuali saat masih disana, bisa jadi rentan karena mengharap perlakuan istimewa.

Mungkin sekian dulu posting kali ini. Sambung lagi lain waktu.

M. Zia Anggiawan

Balikpapan, 24 Juli 2017

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s