Membangun Titik Temu

Posted: May 13, 2016 in diagnosa
Tags: ,

indexPada tulisan kali ini mencoba menganalisis keterkaitan tiga sektor yang akan sangat ciamik kalau ada saling titik temu antara satu dan yang lainnya, yaitu sektor publik, sektor privat, dan sektor pendidikan. Sektor publik berperan dalam tata kelola negara, agar berjalan sebagaimana mestinya, dan alat-alat pemerintah bekerja sesuai bidangnya dengan tujuan utama mensejahterakan masyarakat. Sektor privat adalah bidang pada ranah swasta. Berupa perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa bagi masyarakat dalam menjalani kehidupannya. Sektor pendidikan tentu saja sektor yang berperan dalam mencetak generasi-generasi penerus bangsa, menghasilkan SDM yang bermutu sebagai asset negara. Terlebih lagi untuk pendidikan tinggi, disana tidak hanya menjadi kawah candra dimuka dari lahirnya SDM berkualitas, tetapi juga menjadi tempat berkembangnya ilmu pengetahuan melalui kajian-kajian dan riset yang dijalankannya.

Sekilas mereka terlihat memainkan perannya masing-masing, namun kalau tidak ada titik temu yang baik, peran-peran yang dijalankan oleh masing-masingnya menjadi tidak optimal bahkan kontraproduktif. Mengapa demikian? Karena sejatinya menurut hemat penulis ketiganya membutuhkan satu sama lain dalam aspek core competence yang mereka miliki, sehingganya kalau tidak terdapat titik temu yang baik, satu sektor dengan terpaksa membuat peran sebagaimana peran sektor lainnya sehingga hasilnya menjadi sesuatu yang tidak optimal. Untuk itu mari coba kita telaah satu-satu.

Sektor public, merupakan ranah pengelolaan negara, semua bidang yang relevan dalam hal menjalankan tugas-tugas kenegaraan itu termasuk sektor publik, mulai dari jajaran eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kita akan berbicara banyak pada lini eksekutif yang akan berperan banyak dalam mengelola asset-aset negara, yang tujuan utamanya adalah bagaimana membuat masyarakat sejahtera, terpenuhi semua kebutuhannya dengan tersedianya alat pemuas kehidupan yang memadai. Sudah menjadi hukum ekonomi, bahwa kebutuhan manusia adalah sesuatu yang tidak terbatas sementara alat pemuas kebutuhan jumlahnya terbatas. Gap antara kebutuhan dan alat pemuas ini adalah menjadi tugas pemerintah, memastikan kebutuhan-kebutuhan khususnya yang primer terpenuhi dengan tersedia alat pemuas yang memadai. Nah, bagaimana pemerintah menyediakannya? Dengan alat produksi yang tersedia tidak memadai, tentu akan menjadi masalah di kemudian hari. Disinilah sektor privat berperan, berbasiskan kebutuhan masyarakat, sektor private akan memprovide alat-alat pemuas kebutuhan tersebut untuk selanjutnya dijual kepada masyarakat. Tentunya perlu komunikasi yang baik antara pemerintah dan swasta, bagaimana alat-alat pemuas terprovide sesuai kebutuhan masyarakat sehingga tidak ada kebutuhan penting yang tidak terpenuhi, dan juga harapannya tidak ada alat pemuas yang terbuang percuma karena kelebihan atau yang tidak dibutuhkan masyarakat.

Sektor swasta pun tidak dapat bekerja sendiri dalam memprovide alat pemuas kebutuhan berupa barang dan jasa tersebut. Selain dari pemerintah yang lebih tahu pasti apa kebutuhan masyarakatnya, juga perlu sokongan dari sektor pendidikan dalam hal supply SDM yang mumpuni serta juga supported knowledge untuk melakukan inovasi. Zaman terus berubah, masyarakat bertambah, dan kompetitor kian merambah. Strategi perusahaan yang berhasil di masa lalu belum tentu memperoleh kesuksesan yang sama jika menerapkan strategi yang sama juga pada masa sekarang. Mengapa? Karena tantangan sudah berubah, iptek semakin berkembang. Untuk itu perusahaan perlu melakukan inovasi atas barang & jasa yang dihasilkan sehingga tetap memenuhi kebutuhan masyarakat. Sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyokong problema inovasi ini. Karena disanalah ilmu pengetahuan dan iptek up to date, berkembang bersama kajian dan riset yang senantiasa dilakukan. Harapannya perguruan tinggi disini juga memerhatikan atas perkembangan zaman yang terjadi, tidak terfokus pada teori tetapi juga memahami perkembangan praktik-praktik bisnis saat ini, mengerti problema yang terjadi, sehingga dapat memberikan input positif berupa usulan inovasi untuk perbaikan strategi pada sektor privat.

Sektor pendidikan pun tidak dapat lepas dari sektor publik dan privat. Dari sektor publik dalam hal ini pemerintah, baik itu eksekutif maupun yudikatif, memfasilitasi kelegalan dari instrument pendidikan ini, seperti perguruan tinggi yang tentunya memerlukan payung hukum yang jelas dari pemerintah, keberadaannya dilindungi serta aspek finansialnya terfasilitasi. Dan pemerintah dalam hal ini tentu haruslah peka dengan perkembangan zaman, peka dengan kebutuhan SDM yang diinginkan kedepannya, sehingga dapat mendorong perkembangan dari perguruan tinggi dan institusi pendidikan lainnya sebagai kawah candradimuka dalam mencetak kader pemimpin bangsa. Titik temu dari Pendidikan dengan sektor swasta tidak dapat dilepaskan. Selain karena dari sektor swasta sendiri akan menjadi lebih ciamik ketika memperoleh SDM yang berkualitas dari kampus dan sokongan iptek untuk meningkatkan inovasi, dari perguruan tinggi tentu membutuhkan ladang praktik dalam implementasi teori-teori hasil riset dan kajiannya. Dan itu dapat ditemukan data-datanya pada sektor privat bahkan juga sektor publik karena praktik-praktik nya terjadi disana.

Dari pemaparan di atas, titik temu antar tiga lini berbeda core competence ini tentu menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Perlu nya komunikasi serta konsolidasi dari tiga bidang ini menjadi jalan agar terciptanya titik temu yang baik antar ketiganya. Seyogyanya pemerintah menjadi pihak yang lebih aktif disini, karena ujung-ujungnya adalah demi kesejahteraan masyarakat juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s