Bekal Untuk Sukses Dalam Hidup

Posted: March 25, 2015 in Motivation
Tags: ,

imagesKita hidup dunia layaknya dalam sebuah perjalanan. Ada titik berangkat, ada proses menuju, dan ada titik akhir yang akan dituju. Misal saat melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, titik berangkat kita adalah Kota Jakarta, dan yang menjadi titik akhirnya adalah Surabaya, sementara proses menujunya adalah perjalanan kita antar dua kota tersebut. Tergantung kita memilih yang mana dalam melakukan proses perjalanan tersebut, ada orang yang memilih naik pesawat sebagai proses menuju titik akhirnya. Konsekwensi nya adalah harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, namun dapat sampai pada tujuan lebih kurang hanya dalam waktu 1 jam saja. Beda cerita kalau ada orang yang ingin melakukan perjalanan melalui darat seperti Bus atau Kereta Api, biaya yang dikeluarkan memang relative lebih sedikit, namun baru akan sampai pada tujuan akhir setelah perjalanan selama lebih kurang 18 jam. Begitupun hal nya dalam menjalankan kehidupan kita di dunia ini. Semua berawal dari titik awal yang sama, yaitu terlahir ke permukaan bumi. Kemana titik akhir yang dituju dan bagaimana menjalani proses selama hidup menjadi pilihan masing-masing pribadi manusia itu sendiri.

Dalam melakukan perjalanan kita harus memiliki bekal yang cukup, beberapa bekal diantara sekian banyak bekal yang harus dipersiapkan adalah

  1. Peta hidup. Peta hidup menggambarkan perjalanan ingin dilalui. Kita ingin menjadi apa? Tetapkan cita-cita dan target hidup tersebut, cita-cita tertinggi taruh di ujung akhir peta tersebut. Start dari hidup kita saat ini, tetapkan step demi step yang harus dilalui menuju cita-cita besar tersebut. Dengan memiliki peta hidup seharusnya tidak lagi galau mau dibawa kemana hidup ini, dengan memiliki peta hidup seharusnya tidak ada lagi waktu yang terbuang percuma dengan sia-sia. Karena arah hidupnya jelas, serta jalan menuju kemana. Pernah nonton one piece? Perjalanan panjang Luffy dkk mengarungi samudra lepas dipandu oleh peta. Mereka tidak akan sampai ke tempat-tempat yang mereka capai jika tidak punya peta. Pun hal nya dalam hidup, jangan harap bisa meraih capaian-capaian besar dalam hidup jika yang dipikirkan hanya bagaimana untuk hidup hari ini, dan tidak punya targetan untuk besok mau melakukan apa.
  2. Berikutnya kita harus memiliki kompas dalam hidup. Kompas berperan sebagai nilai-nilai dan prinsip dasar yang menjadi pengingat bila kita mulai melenceng dari perencanaan hidup yang sudah disusun tadi. Kembali ilustrasi kapal, walau sudah punya peta, kalau kapalnya tidak punya kompas si nakhoda kapal tidak bisa menjalankan kapal sesuai peta yang ada, kompas memberi petunjuk arah mata angin sehngga bisa mengikuti peta. Dalam hidup, bisa jadi kita sudah merasa berjalan kedepan sesuai peta, namun tanpa keberadaan kompas bisa jadi kita malah berjalan mundur menjauh dari titik cita-cita yang ingin dicapai.
  3. Walaupun punya peta dan kompas yang baik, pada kenyataannya kita tidak akan pergi kemana-mana jika tidak ada tekad untuk berangkat. Akhirnya yang diperlukan adalah aksi nyata untuk mencapai mimpi-mimpi besar tersebut. Tekad yang kuatlah yang akan menggerakan segenap energi yang dimiliki untuk merealisasikan rencana-rencana besar yang telah disusun.
  4. Berikutnya, yang juga perlu dimiliki untuk mengarungi samudra kehidupan adalah keterampilan, berupa kemampuan dalam melakukan sesuatu. Allah SWT telah menganugrahkan kepada masing-masing kita kelebihan dan kekurangan, ada yang memang sudah bakat dari dalam diri namun banyak juga sebenarnya keterampilan yang menjadi mahir karena sering diasah dan dilatih. Berikutnya adalah bagaimana kita melihat potensi dalam masing-masing diri kita, untuk itulah perlu pemahaman akan konsep diri, sehingga dapat memilih cita-cita yang tersupport oleh potensi diri yang dimiliki.

Dalam menjalankan kehidupan ini, sering kali kita terjebak untuk mengejar mati-matian capaian hidup berupa ketinggian profesi yang tinggi, kekuasaan atas jabatan tertentu, kepemilikan harta berlimpah dan targetan lainnya yang bersifat pribadi. Seharusnya tidak harus selalu demikian, tetapi juga diperhatikan capaian atas kontribusi kita terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Memiliki target untuk menduduki posisi strategis di pemerintahan dan memiliki harta yang berlimpah tentu sesuatu yang diperbolehkan, namun juga perlu dipersiapkan kiranya capaian untuk sesuatu yang bersifat sosial seperti memiliki anak asuh sekian orang, mendirikan lembaga sosial, mendirikan lembaga ekonomi kemasyarakatan, dan yang sejenisnya. Tidak hanya sampai disitu, juga perencanaan yang matang dalam rangka peningkatan level keimanan kita sebagai makhluk beragama, bagi yang muslim seperti ada target kapan naik haji.

Ada banyak bekal yang harus kita siapkan untuk sukses dalam hidup, semoga beberapa bekal yang disampaikan di atas menjadi salah kunci yang membuat sukses mengarungi samudra kehidupan yang penuh tantangan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s