Tertegun

Posted: October 24, 2014 in hikmah
Tags: ,

Tertegun, itulah hal pertama yang aku alami saat melihat Bapak tersebut turun tangga dari atas masjid selesai shalat maghrib. Aku baru beberapa hari ini shalat di masjid ini setelah pindah kos ke Perumahan Semayap Kotabaru, Masjid Aljihad nama nya. Karena masjid ini yang terdekat dari rumah, sehingga nya seringnya shalat disini, khususnya utk Maghrib, Isya, dan Shubuh. Kalau zuhur dan ashar biasanya di mushalla kantor. Nah, kembali ke awal cerita, aku memang selalu melihat Bapak tersebut untuk juga ikut di masjid ini, yaitu pada shalat maghrib dan isya. Yang menarik adalah bapak tersebut selalu mengambil posisi di shaf paling depan sebelah kanan. Seolah itu adalah tempat yang di booking oleh nya. Dan suatu ketika, kebetulan aku berpapasan dengan Bapak tersebut saat turun tangga masjid. Agak keheranan awalnya, kenapa bapaknya turun seperti meraba-raba? Terdiam sesaat, subhanallah.. ternyata bapak ini sudah rabun, aku tidak menyebut buta karena tidak terlihat seperti bentuk kebutaan di mata nya. Tapi memang aku yakin betuh bahwa bapak ini rabun, atau sudah tidak bisa melihat dengan jelas, sehingga ia turun tangga dengan meraba-raba, kemudian mengambil sandal, dan ada ibu2 yang sudah menunggu nya dibawah (seperti nya istri nya), kemudian Ibu ini membimbing tangan sang Bapak dan mereka berjalan menuju ke rumahnya. Saat itu lah pertanyaan ku terjawab, kenapa bapak ini selalu shalat pada posisi yang sama, menaruh sandal di tempat yang sama, karena bisa jadi hanya pada posisi-posisi itulah lokasi yang ia pahami.

Bapak itu sudah tua, perkiraanku umur nya 70an lebih, dengan kondisi seperti itu, bisa jadi aja ada pemakluman bagi nya untuk nya untuk cukup shalat di rumah saja. Tapi apa yang dilakukannya? Dengan kondisi seperti itu masih di usahakan untuk tetap shalat ke masjid. Yang mana kemudian hari pun aku tahu bahwa rumahnya tidak di dekat masjid tersebut, tapi ada lebih kurang 1 km dari masjid. Mungkin, bapak ini bener-bener meresapi hadits HR Muslim berikut:

Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”

Tertegun, mencoba melihat fisik diri. Secara fisik, tidak ada kekurangan yang aku alami, tubuh ku masih sehat bugar, penglihatanku masih jelas, dan masjid pun dekat dengan rumah, bahkan ada motor untuk bisa lebih cepat sampai. Teringat, bahwa sempat timbul perasaan malas. Malas bergerak dari rumah menuju masjid, memenuhi panggilannya. Betapa hina nya dibanding dengan bapak tadi. Menunaikan kewajiban ditengah kekurangannya.

Menjadi sebuah tadzkirah dan pengingat bagi kita semua, terkhusus bagi saya pribadi. Bersyukurlah atas kelengkapan fisik yang masih dimiliki, sehingga sejatinya hal itu dapat membuat makin optimalnya amal yang dapat dilakukan. Semoga Bapak tersebut senantiasa diberi keistiqomahan dan keberkahan dari Allah SWT atas inspirasi yang ia berikan.

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s