Keseimbangan

Posted: May 23, 2014 in hikmah
Tags: ,

Dalam neraca pelaporan Keuangan sebuah perusahaan, harus ada keseimbangan antara lajur debit dan kredit. Nilai asset yang dimiliki harus bernilai sama dengan total kewajiban (hutang) dengan modal. Total penjualan yang berada di jalur kanan harus sama jumlahnya dengan penjualan kas ditambah penjualan kredit. Pun hal nya untuk item-item yang lain, saling menyeimbangkan satu sama lain, penambahan di jalur kanan harus diikuti dengan bertambahnya salah satu akun neraca di jalur kiri. Sehingganya pada total akhir akan sama antara lajur kanan (Utang plus modal) dengan lajur kiri (asset), atau dalam istilah akuntansi disebut dengan balance, seimbang. Kalau ada selisih, walau 1 rupiah pun, itu tidak boleh terjadi, harus dicari sumber kesalahannya. Itulah sebabnya, untuk menjadi seorang akuntan harus dituntut adalah orang yang teliti dan juga lagi sabar, karena sebagaimana disebutkan diatas bahwa bahkan selisih 1 rupiah pun tidak boleh terjadi.

Belajar akuntansi, mengingatkan saya mengenai pembelajaran keseimbangan dalam hidup. Sadarkah kita? Bahwa ternyata segala nya telah diciptakan oleh Allah dalam keseimbangan, saling melengkapi satu sama lain. Ada pria ada wanita, ada kebaikan ada keburukan, ada si kaya dan juga ada si miskin, ada keadilan yang menjadi anti tesis atas kezhaliman.

”Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. Qs. Ya-Sin:36

Udah nonton film godzila? Kehadiran godzila merupakan penyeimbang atas 2 makhluk MUTO. Saat di akhir zaman nanti pun juga, kehadiran Imam Mahdi merupakan penyeimbang adanya yang terkutuk dajal. Sadarkah kita, dalam keseharian kegiatan dakwah kita pun terlihat adanya saling penyeimbangan. Ditengah kesemangatan aktivis dakwah dalam menyebarkan kebaikan, di saat yang sama para pejuang kemaksiatan pun menebarkan jala. Jikalau para aktivis dakwah ini lengah sedikit aja, bisa saja kemenangan dakwah yang selalu diraih berpindah kepada kelompok penghambat dakwah tersebut, sebutlah yang sempat terjadi di beberapa kampus besar jika kemenangan Pemira Kampus menjadi indicator kemenangan dakwah tersebut.

Jika terjadi ketidakseimbangan, seperti neraca pelaporan Keuangan yang tidak bisa dijadikan rujukan, dalam kehidupan pun akan terdapat sebuah keganjilan. Walaupun sebenarnya ketidakseimbangan juga berasal dari ulah tangan manusia sendiri. Pemisalan sederhana, idealnya pria berpasangan dengan wanita, dan memang demikianlah seharusnya, ditumbuhkan rasa saling mencintai antara pria dan wanita bagi yang sudah menikah. Namun tetap ada saja manusia yang mencoba melawan ketidakseimbangan tersebut, seperti kaum homo, lesbi, dan sejenisnya, bahkan ada yang berjuang untuk pelegalan pernikahan sejenis dengan alasan HAM. Bisa dibayangkan ketidakseimbangan seperti ini merajalela, bisa-bisa punahlah manusia karena tidak berkembang biak. Contoh lain, mengenai keseimbangan alam, sungguh Allah telah menciptakan alam dengan segala isinya yang bisa membawa manfaat kepada manusia dalam menunjang pencapaian kebutuhan hidupnya. Manusia telah diamanahi sebagai khalifah, khalifah disini adalah amanat untuk mampu mengelolanya dengan baik dan bijak. Nah, kadangkala akibat dari kerakusan manusia itu sendirilah yang dapat mengganggu keseimbangan alam ini. Kita diizinkan untuk mengambil sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi harus dengan syarat tidak berlebihan. Banyak kita lihat usaha tambang (batu bara misalnya), yang menggali seenak dan semaunya saja, yang dapat mengganggu ekosistem alam. Juga ada yang melakukan penggundulan hutan sesukanya, tanpa diikuti kegiatan penanaman kembali, maka jangan salahkan jika banjir terjadi. Juga ada yang untuk pemakaian lahan, melakukan pembakaran hutan, sebagaimana yang terjadi baru-baru ini, apa dampaknya? Sekian banyak orang terzalimi akibat asap yang menimpa.

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? QS. Al Mulk:1-3

Mungkin sekian saja, sedikit pengingat mengenai keseimbangan dalam hidup. Tugas kita sebagai manusia tentunya adalah menjaga keseimbangan yang telah ditetapkan tersebut, sebagai salah satu bentuk perwujudan keamanahan sebagai khalifah di muka bumi.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” QS.al-Baqarah:30

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s