Alam Takambang Jadi Guru

Posted: April 17, 2014 in hikmah
Tags: , ,

Assalammualaykum Wb Wr..

Alhamdulillah, memperoleh kesempatan untuk KulSap di group yang berisi orang-orang keren ini. Berikut mencoba membahas salah satu filosofi, “Alam Takambang Menjadi Guru”. Pernah dengar filosofi tersebut? Bagi Uda dan Uni yang lahir dan besar di ranah minang, tentunya tidak asing dengan istilah tersebut, karena Alam Takambang Jadi Guru sudah menjadi bagian dari filosofi hidup orang minang, bahkan istilah ini sepertinya juga sudah cukup populer di wilayah-wilayah lain di Indonesia pada umumnya.

Alam takambang jadi guru, jika diartikan secara plek ke bahasa Indonesia menjadi Alam Terkembang Jadi Guru. Kalau mendelik lebih jauh makna nya berarti bagaimana kita mampu untuk mengambil hikmah dan pelajaran atas apa-apa yang ada di alam sekitarnya. Filosofi ini mengajak kita untuk berpikir dan merenungi atas apa-apa yang telah diciptakan Allah SWT, karena sejatinya tidak ada dari ciptaan Allah ini yang sia-sia, semuanya pasti ada hikmahnya, hanya saja kita dari manusianya aja yang kadang belum mampu untuk mengambil hikmah dan pelajaran atas berbagai ciptaan Allah tersebut. Misalnya seekor nyamuk, selintas berpikir bagi kita bahwa nyamuk buat apa tah diciptakan? Udah kecil, jelek, mengganggu, bahkan bisa menebarkan berbagai penyakit seperti malaria dan demam berdarah. Tapi mengapa Allah masih menciptakan? Bisa kita bayangkan, kalau nggak ada nyamuk berarti manusia gak akan pernah berpikir untuk membuat obat nyamuk, setidaknya ketika kebutuhan manusia menuntut untuk obat nyamuk dibuatlah perusahaan obat nyamuk, sehingga disana tercipta lapangan kerja, itu hikmah secara sederha saja. Kemudian, keberadaan nyamuk tentunya juga berpengaruh pada keseimbangan ekosistem alam, karena nyamuk juga tercipta bagi predatornya, untuk lebih detailnya mungkin dari temen2 biologi yang lebih mumpuni dalam menjelaskan, karena saya orang akuntansi J. Belajar dari alam, alam takambang jadi guru.

Atau kadang kala kita mungkin sempat juga untuk berpikir mengenai penciptaan alam semesta, planet, bintang, dan berbagai produk luar angkasa lainnya. Buat apakah Allah repot2 menciptakan itu semua? Padahal makhluk ciptaannya yang diperintahkan untuk beribadah pada Nya hanya berada di bumi saja, lalu buat apa yang lainnya? Secara teori keilmuan astronomi bisa aja, tapi saya belum membaca lebih mendalam mengenai hal ini. Namun mungkin bisa diambil analogi istana kerajaan atau petinggi Negara, kalau kita lihat mengapa istana itu sebegitu megahnya? Karena untuk menunjukkan kedudukan mereka, pun hal Nya segenap alam dan isinya ini, kita sebagai manusia semestinya bisa untuk merenungi dan mengambil pelajaran, kalau ciptaan Allah sudah sedemikian luas dan besarnya, apalagi Allah Sang Pencipta? Sungguh pasti Maha Kuasa dan Maha Besar. Belajar dari alam, Alam takambang jadi guru.
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? QS. Nuh (41): 53

“Dan di bumi terdapat ayat-ayat (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” QS Adz-Dzariyat ayat 20-21

 

Sebagai manusia yang diciptakan memiliki akal, kita diminta untuk berpikir dalam menjalani agama ini, bahwa seharusnya rutinitas ibadah yang kita lakukan bukan sekedar taqlid atau mengikut aja karena orang tua kita sudah berislam sebelumnya, tetapi juga harus diikuti dengan kepahaman mengapa saya harus beribadah serta patuh dan tunduk atas setiap perintah dan larangan Allah SWT. Salah satu bentuknya adalah dengan mencoba untuk memahami ayat-ayat Allah. Ayat-ayat Allah yang dimaksud disini adalah tidak sekedar mentadaburi ayat-ayat Al Quran, tapi juga ayat-ayat Allah yang lain, yaitu alam semesta dan segenap isinya. Mungkin sebagian sudah paham bahwa ada dua jenis ayat-ayat Allah, yaitu Qauliyah dan Kauniyah. Qauliyah adalah ayat-ayat yang benar-benar tertuang dalam Al Quran, selain membaca dan menghafal nya kita juga seyogya nya mentadabburi nya melalui terjemahan serta kitab-kitab tafsir Al Quran yang sudah banyak peredarannya di toko-toko. Namun perlu diperhatikan, sebaiknya jangan sendirian untuk mendalami makna-makna ayat tersebut, butuh guru, karena bahasa Al Quran perlu pemaknaan lebih dalam yang tidak bisa sekedar dari selintas pemahaman saat membaca.

Selain Ayat2 Qauliyah, ada lagi ayat-ayat Kauniyah. Bagaimana kita diminta untuk memikirkan berbagai ciptaanNya, merenunginya, mentafakuri, sehingga dengannya menambah keimanan dan kepahaman bahwa alangkah besar dan kuasa nya Allah SWT. Hal ini senada dengan judul kulsap ini, alam takambang jadi guru untuk belajar dari alam, belajar dari ciptaan Tuhan. Mungkin inilah sebabnya, selain liqo’ dan ta’lim salah satu bentuk perangkat tarbyah adalah berupa rihlah, atau bahasa lainnya jalan-jalan, bisa berupa pergi ke gunung, ke pantai, bangunan bersejarah, atau kemana pun itu yang mana disananya mencoba untuk mentaburi alam, mentafakuri ayat-ayat Qauliyah, merenungi kekuasaan dan ciptaanNya, dan inilah makna dalam dari alam takambang jadi guru tersebut.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka mentafakkuri (memikirkan) tentang penciptaan langit dan bumi (lalu berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” QS Ali ‘Imran ayat 190 – 191.

 

Bulan Mei nanti ada banyak kalender merah dan harpitnas, mungkin hal ini bisa dijadikan waktu untuk berihlah. Selamat ber rihlah, berwisata spiritual, merenungi ayat-ayat Allah, mendalami filosofi Alam Takambang Jadi Guru.

Saya akhiri saya dengan pantun

Wisata ke Balikpapan untuk makan kepiting, Paling enak di Kepiting Dandito

Harganya 130.000 satu porsi

Demikian disampaikan, semoga bermanfaat, atas salah dan kurangnya saya mohon maaf.

Wassalammualaykum Wb Wr.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s