Antara Doa Perencanaan Hidup

Posted: March 13, 2014 in Uncategorized
Tags:

Bismillah, setelah sekian lama finally dapet kesempatan kulsap disini, karena pengalaman sebelumnya ketika mau mendekati juz 1 udah keburu pindah group. Oke, saat ini mau kulsap tentang doa dan perencanaan hidup. Hal ini juga berdasar dari apa-apa yang saya rasakan tentang  betapa doa dan hidup yang terencana berdampak pada keseharian dalam hidup yang saya jalani.

Mungkin agar lebih khitmat diawali dengan hadits Nabi berikut:

“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065).

Yaa, demikianlah. Dengan kekuatan doa pun dapat mengubah takdir. Maka nya janganlah pernah berputus asa atas segenap persoalan hidup yang dihadapi, curahan segalanya kepada Allah sang pengabul doa. Sebagaimana firman Allah berikut:

“Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min 60).

Nah, tidak ada asalan untuk berputus asa dari rahmatNya, karena sesuai janji Allah tiap doa pasti  akan dikabulkan, kalau lah bukan sekarang berarti suatu saat nanti, kalau tidak di dunia berarti di akhirat karena bisa hal itu lebih baik bagi kita di mata Allah, karena tentunya siapa tah yang lebih tahu yang terbaik bagi hambaNya selain Allah Sang Maha Pencipta?.

Baiklah, kembali pada topic awal, antara Doa dan Life Plan..Sedikit sharing, bahwa saat masih kuliah dulu sempat beberapa kali diminta mengisi materi life plan, padahal background saya Fakultas Ekonomi, namun karena pernah mendapatkan pelatihan tentang life plan ini ketika di PPSDMS akhirnya diminta untuk mengisi topic ini baik di lembaga UGM ataupun  lembaga-lenmbaga di kampus luar UGM. Bahkan sempat kaget juga dulu pernah diminta ngisi pelatihan Teori Pengembangan Diri dan Life Plan di LDF nya Fakultas Psikologi, lucu anak Akuntansi memberikan pelatihan untuk topic  yang sewajarnya lebih dikuasai pesertanya.

Ok, back to topic, sebagaimana yang ada di judul bahwa mencoba mengaitkan antara apa-apa yang kita rencanakan dengan diikuti doa kepada Allah SWT. Acap kali ada keluhan ketika menemukan kondisi bahwa apa-apa yang direncanakan dengan matang tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi. Dan memang pertanyaan seperti inilah yang sering kali muncul saat mengisi pelatihan. Memang life plan akan menjadi navigasi dalam menjalani hidup, sehingga nya ketika seseorang benar-benar meniatkan apa-apa yang direncanakannya, dan yang direncanakannya itu juga benar-bener dengan analisis yang matang maka besar kemungkinan apa yang direncanakan akan terwujud. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan apa yang direncanakan tadi bisa saja tidak terwujud, karena kita hidup tidak sendiri, ada sang Pencipta yang mengatur segalanya yang lebih tahu apa yang terbaik buat hambaNya. Disinilah perlu ada pengaitan antara life plan dan doa. Setelah life plan ditetapkan, perlu diiringi dengan doa. Di satu sisi sebagai bentuk pengharapan agar apa-apa yang dicitakan merupakan sesuatu yang terbaik bagi kita dan tercapai apa yang dicitakan tersebut. Di sisi lain berdoa sebagai bentuk kepasrahan pada Allah SWT, meyakini segala sesuatunya yang terbaik adalah yang datang sang Maha Pencipta. Ketika dikemudian hari yang mana ternyata yang terjadi adalah tidak sesuainya apa-apa yang diharapkan dengan realita, maka tiada lain ungkapan yang muncul adalah keikhlasan atas setiap takdir yang terjadi. Yang mana kemudian akan muncul penyikapan berupa revisi life plan untuk penyesuaian atas realita yang terjadi tersebut.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS Al Hasyr 18)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Sekian, semoga bermanfaat, Wassalam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s