Nonton 1 Litre of Tears

Posted: January 9, 2014 in Uncategorized

Ceritanya beberapa hari yang lalu nonton 1 Litre of Tears, sebuah dorama Japan. Ini dorama udah lama sebenarnya, dan aku baru nonton sekarang. Konon kabarnya, ini dorama senantiasa membuat nangin yang nonton, dari judulnya aja udah seperti itu, 1 liter air mata, berarti akan nangis habis-habisan nih. Penasaran, aku coba tonton semua episode nya. Dan benar adanya, dari 11 episode nya, mulai dari episode 3 dan seterusnya, selalu ada session yang bikin nangis. Dan harus jujur aku katakan, nangis saat nontonnya bukan lagi sekedar turunnya air mata, hal yang paling banter terjadi kalau ada nonton film atau baca novel kesedihan. Tapi yang terjadi atas diriku adalah, hingga tangis sesegukan..serius, nangis beneran. Aku pun malu, bagaimana mungkin seorang laki-laki bisa nangis kayak gitu? Arggh, betapa melankolisnya dan sensitifnya diriku saat nonton ini. Untunglah, aku di rumah sendirian, dan nontonnya pun sendirian..sehingga bebas untuk mengekpresikan segenap perasaan, salah satunya dengan menangis hingga bersuara..lucu aja ngebayangin tangisnya, hehehehe.

Kalau di googling, sudah ada banyak resensi yang menyebutkan bagaimana isi dorama ini. Yang mana One Litre of Tears ini merupakan sebuah kisah nyata, tentang perjuangan seorang Aya untuk melawan penyakit yang di derita nya. Hmm, aku mau berangkat dinas siang ini, biar lebih praktis, nemuin resensi tentang film ini, dan ijin tak upload disini aja yaa, karena sudah mewakili apa yang ada dibenakku tentang isi film nya..hehehe. Bagi yang belum nonton, ini recommended banget untuk ditonton.

Berikut resensi yang reff dari (Sumber: http://anakadees.blogspot.com/2012/11/sinopsis-dan-resensi-1-liter-of-tears.html)

One liter of tears, itulah salah satu judul buku yang saya baca. One Liter of Tears (Ichi Rittoru no Namida) merupakan film drama dari Jepang yang diangkat dari catatan harian seorang gadis yang bernama Aya Kitou yang berjuang menghadapi penyakit yang bernama spinocerebellar ataxia (spinocerebellar degeneration disease). Buku harian ini juga bernama “One Litre of Tears” dan memuat kisah Kitou Aya yang ditulisnya sendiri dari umur 14 tahun hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan dan tak dapat melanjutkan lagi penulisan buku hariannya. Pada tanggal 23 May 1988 dalam umur 25 tahun, ia tidur untuk selamanya.

Wah, kisahnya sangat menyentuh perasaan. Tentang perjuangan hidup seorang wanita yang menderita penyakit yang belum ada obatnya. Kehidupannya berubah total setelah ia didiagnosa memiliki penyakit langka yang bernama spinocerebellar degeneration yang tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini sedikit demi sedikit membuatnya tak bisa bergerak, berbicara, bahkan menelan makanan. Mulai dari saat inilah ia mulai menulis buku harian mengenai kehidupannya selama mengidap penyakit ini. Dengan semangat yang diberikan oleh keluarganya, khususnya ibunya, serta dokter yang merawatnya (Mizuno Hiroshi) dan seorang temannya yang bernama Asou Haruto, ia terus berusaha bertahan hidup dan berjuang melawan penyakitnya hingga ia meninggal dalam umur 25 tahun.

Buku ini sudah ramai dibahas orang beberapa tahun yang lalu. Yang saya cermati dari buku ini yaitu dukungan dan motivasi besar yang diberikan oleh keluarganya. Sebuah keluarga kecil tapi disana terdapat kekuatan yang bisa membuat wanita ini menjadi sangat spesial. Bagaimana seorang Ibu yang terus memberikan kasih sayang dan semangat kepada Aya untuk terus berjuang hidup dan penuh semangat untuk menjalani hidup. Ibunya pernah berkata “ga papa kamu menjadi lambat, ga papa kamu sering membuat kesalahan, yang penting adalah selalu lakukan yang terbaik yang kamu bisa”. Disini terlihat bagaimana kata-kata seorang Ibu bisa terus memotivasinya. Apalagi pada salah satu subbab/episode di buku ini, ketika adiknya Aya yang bernama Hiro diejek oleh teman-temannya pada saat bermain bola, mereka mengata-ngatai kakaknya yang berjalan seperti robot dan mana mungkin bisa mengajar bola pada Hiro, padahal Hiro berkata bahwa kakaknya yang telah melatihnya. Hiro hanya diam dan dia merasa malu atas kondisi kakanya (Aya) yang cacat itu. Tapi pada waktu itu ada Ako Ikeuchi, kakaknya Hiro yang lebih muda, kemudian dia yang menyadarkan Hiro bagaimana kakanya itu terus berjuang hidup, kakaknya adalah orang yang sangat luar biasa dan harus bangga mempunyai kakak seperti itu. Hingga akhirnya Hiro sadar dan tidak malu lagi punya kakak seperti itu. Pokoknya kehidupan dalam keluarga ini sangat menyentuh. Cerita pada drama ini, sesuai dengan judulnya, cukup sedih dan mengharukan terlebih ketika membaca tulisan-tulisan Aya, sangat direkomendasi sekali bagi orang-orang yang menyukai kisah-kisah sedih dan mengharukan. Melihat drama ini membawa kita mengenang saat-saat indah dan bahagia bersama orang-orang terdekat seperti keluarga, saudara, sahabat, dan teman-teman kita. Hargailah hidupmu dan lakukan yang terbaik yang kamu bisa…

Novel ini mengajarkan kepada kita agar lebih menghargai kehidupan yang Tuhan berikan. Betapa berharganya setiap hembusan nafas yang keluar, dan semangat hidup yang tak pernah padam. Sesungguhnya 1 Liter Of Tears bercerita tentang kebaikan hati dan kasih sayang. Kasih sayang orang tua ke anaknya. Ini terbukti bahwa Shioka Kito-lah orang yang pertama kali menemukan ide untuk membukukan catatan-catatan harian Aya Kito. Hal ini dilakukannya agar ia dapat terus mengenang Aya dan menularkan semangat kepada para pembacanya.

Berikut kata-kata yang saya jadikan motivasi yang juga merupakan isi dari buku harian Aya Kitou:

(Ibu yang selalu di hatiku, ku tahu bahwa ku selalu bisa percaya Ibuku. Mulai dari catatan  ini sampai seterusnya ku tinggalkan untukmu,. Maafkan aku yang selalu membuatmu khawatir.)

(Ibu mengajarkanku: “tak apa jikalau kau lambat, tak apa jika kau membuat kesalahan, hal yang terpenting adalah lakukan yang terbaik”. Aku ingin berkata, bahwa aku selalu serius. Perilaku ku mungkin agak….. tetapi ketika waktunya tiba, terasa sedikit menyakitkan.)

(Waktu demi waktu, ketika keadaan hidupku pudar perlahan, aku akan mencari sebuah tempat dimana aku bisa melakukan yang terbaik yang aku bisa. Mulai sekarang, aku akan tenang perlahan. Aku tak ingin tergesa-gesa. Aku tak ingin tamak. Aku tak mau  menyerah. Karena setiap orang melakukan sesuatu itu bertahap.)

(Penyakit ini, kenapa dia memilihku? Takdir, memang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. )

(Aku ingin membuat mesin waktu dan kembali ke masa-masanya dengan waktu yang kutetapkan. Jika bukan untuk penyakit ini, aku tak hanya bisa menikmati indahnya jatuh cinta tetapi aku juga tak ingin terus bersandar pada orang lain dan bisa hidup mandiri. )

(Kenyataan itu terlalu kejam, terlalu brutal. Bahkan aku tak memiliki hak untuk bermimpi. Semakin aku memikirkan masa depan, air matalah yang akan keluar lagi)

(Jika kau menatap langit setelah merasa sedih sekali, langit yang biru pun merentang tak terbatas hari ini dan tersenyum padaku… aku masih hidup)

(Masih ada 4 hari lagi sebelum sekolah berakhir. Sepertinya semua ini karena diriku, semuanya melipat seribu bangau kertas. Pandangan mereka saat sedang melipati bangau kertas terlihat sangat teliti. Kan ku simpan mereka di kedalaman memoryku. Walau kami telah dipisahkan, aku tak akan pernah melupakan mereka. Tetapi… aku lebih suka mendengar mereka berkata “Aya-chan, jangan pergi”)

(Sementara orang lain berjuang untuk masa depan mereka, aku sedang berjuang untuk hidup)

5ltr

4ltr

3ltr

2ltr

 

Comments
  1. greyrani says:

    Ini salah satu dorama favorit sy 🙂 Dan kisah2 seperti ini banyak sy temukan di drama Jepang, bahkan salah satu stasiun tv besar di sana setiap tahun punya program khusus yg disiarkan 24jam nonstop ttg kisah2 perjuangan hidup seperti itu.

  2. suararaa says:

    Pernh diputer di tv nih,.dan pernah jg dijiplak sinetron indonesia…..
    Crtanya menyentuh bgt mski udh nontn ttp bs bkin nangis lg..dan lg..

    • anggiawan23 says:

      oh, di jiplak sinetron Indonesia? Judulnya apa yakk? penasaran..hehe

      • suararaa says:

        apa ya…? lupa.. semacam buku harian… siapa, gitu…? nayla bukan ya? buku harian nayla?
        menjelang udah di akhir2, ketahuan kalau menjiplak, trus ceritanya di sinetron agak melenceng, dan episodnya panjang buanget…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s