Diperbudak Cinta

Posted: December 23, 2013 in curcol abiss :D

Malam ini, sepulang dari Kursus B.Inggris diadakan oleh perusahaan, aku dengan beberapa temen sekelas lanjut makan soto. Sebenernya aku sudah makan sebelum berangkat kursus, hanya saja aku ikut gabung aja karena males aja kalau langsung pulang ke rumah, lah wong di rumah juga sendiri, ngongko sambil ngobrol2 dikit dulu gak apa lah pikirku. Saat sudah ngobrol ngalur dan ngidul, paling banyak perihal pekerjaan, entah mengapa saat santai begini masih aja terpikir ngomongin masalah kerjaan, berarti kita ini adalah bener2 karyawan yang berdedikasi tinggi kali yak, hehehe. Hingga kemudian pembicaraan ngomongin salah satu rekan kerja di kantor yang menurut kita secara prilaku adalah tidak baik, tapi sebenernya kalau udah ngomongin orang aku kurang nyaman aja sebenarnya, tapi kayaknya ada kebaikan saat aku mendengarkan penuturan dari temanku tersebut sehingga ada ketertarikan lebih untuk mendengarnya dan bahkan sempat aku ceritakan di blog ini.

Adalah salah seorang teman di kantor yang mana perilaku nya yang tidak baik itu adalah kebiasaannya dalam mempermainkan hati cewek, entah apa penyebabnya si doi senantiasa nyikat alias pdkt kalau nemu cewek baru. Kayaknya sudah cukup banyak korbannya. Dari sisi dia, sebenarnya aku memaklumkan sikap play boy nya tersebut, mungkin karena kemampuannya yang sangat dalam memainkan kata-kata sehingga membuat tiap wanita yang ditemui tidak berkutik. Namun fakta menarik yang aku temukan adalah kebanyakan wanita-wanita yang pernah dia singgahi paham betul akan karakter si doi ini, dan yang membuat aku tidak habis fikir adalah ternyata beberapa korbannya itu malah masih menaruh harapan serta mengharapkan kelanjutan dengan si doi, walau sepertinya secara mulut menolak mentah-mentah namun ekspresi ataupun prilaku yang ditunjukkan tentunya tidak bisa dibohongi. Aku pun tidak mengerti, sebegitukah mereka terbutakan oleh cinta, sehingga terkadang tidak mampu menghindar dari kemunafikan cinta yang mereka temukan?

Memang benar bahwa wanita sangatlah sensitif perasaannya, tapi ya mbok ya gunakan logika dikit, sadarkan diri, liat realita yang terjadi. Aku pun pernah punya pacar saat masih di sekolah menengah dulu, aku pun menyadari cinta nya yang amat sangat terhadapku, pun cintaku padanya. Bahkan terlalu dini rasanya menyebut cinta sejati untuk perasaan tersebut untuk siswa setingkat SMP. Hingga kemudian saat SMA aku mendapatkan pemahaman islam yang bertambah dari sebelumnya, sehingga menimbulkan kesadaran bahwa tidak ada yang namanya pacaran sebelum pernikahan. Sehingganya dengan pacar tadi aku minta untuk dibubarkan. Saat itu kekecewaan terutama dari dia pastinya ada, walau sempat ada ungkapannya bahwa aku tidak tergantikan dan kalau bisa aku simpulkan adalah “kalaulah tidak mencintaimu biarlah aku mengarungi hidup tanpa cinta”. Tapi toh beberapa bulan kemudian mantan pacarku tersebut sudah menemukan lelaki baru dan bahkan menikahnya dengan laki-laki tersebut.

Kembali kepada bahasan di atas, sekali lagi masih tidak habis pikir dengan mereka-mereka yang terjebak dalam keperbudakan cinta, sehingga sudah silap matanya. Semoga mereka-mereka ini segera tersadarkan dan menemukan pendamping yang benar-benar setia. Saat kita dikhianati oleh seseorang, sadarilah bahwa itu bener-benar merupakan suatu nikmat yang musti disyukuri. Mengapa? Karena Allah telah menunjukkan bahwa orang tersebut tidak baik untuk kita, bisa ngebayangin pengkhianatan tersebut baru muncul setelah sekian lama menjalani bahtera kehidupan bersama, duh kasihan sekali. Syukurlah kita terselamatkan dari si doi yang tidak baik tersebut.

Kemudian, aku masih meyakini hokum timbal balik alam, atau bisa disebut karma kali ya. Apapun yang kau perbuat  sekarang, yakinlah bahwa akan kembali ke kamu juga nantinya. Kalau yang kau tanam adalah kebaikan-kebaikan dan kebermanfaatan terhadap orang banyak, maka kebaikan-kebaikan itu akan kembali ke dirimu juga nantinya, kalau lah tidak di dunia di akhirat pastinya. Sebaliknya, keburukan-keburukan yang kau ciptakan hari ini, percaya atau tidak keburukan-keburukan itu akan kembali ke kamu juga. Gak percaya? Silahkan dicoba sendiri.

Sekian, selamat malam…

Balikpapan, 19 Desember 2013

Comments
  1. ayu says:

    Hanya sekedar pendapat dan masukan tentang “kalaulah tidak mencintaimu biarlah aku mengarungi hidup tanpa cinta”,terkadang mungkin dengan perubahan situasi dan tempat membuat mereka kurang komunikasi,yg biasanya seorang wanita ada yg mengarahkan dirinya kepada kebaikan didalam kondisi keluarga yg dibilang bermasalah,sejak berjauhan mgkn gxda yg mengarahkannya.ini pengalaman..wktu tamat smp,sampe kls 1 sma msh ada si dia yg sllu memberi motivasi,dan beranjak kls 2 sma seorang lelaki yg telah amat banyak merubah diri saya menjadi muslimah yg lbh baik,saat itu saya mulai kurang komunikasi dgnya,saat itulah semakin terpojoknya,prestasi semakin bagus baik di sekolah atwpun di masyarakat,namun kala itulah konflik dlm keluarga yg tak kunjung selesai,hingga broken home…
    Saat itu pelarian saya adlh nulis karya tulis ilmiah…alhmdlh byk yg diraih.masa2 itulah…saat sering nulis karya tulis disitu merasa menemukan kembali dirinya,tapi ternyata bukan,orglain yg namanya sama seperti dirinya.terkadang…apa yg kita rencanakan tak seperti yg kita inginkan. Sebagai seorang wanita…kenangan itu sangat sulit dilupakan dan bahkn hingga saat ini. Mdh2n lwt tulisan ini bisa saling memaafkn dan ikhlas,sekarang dirinya hanyalah sebatas teman yg sudah jauh…tak ada silaturrahim lg.
    Trimakasih atas semua kebaikan darinya,semua perubahan yang baik sejak smp mpe sma sangatlah merubah kepribadian saya,semoga dibalas Allah dg kesempurnaan pemimpin untuknya,trimakasih lwt tulisan ini mdh2n teman saya itu bahagia dunia akhirat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s