Archive for December, 2013

Cerita sebelumnya hingga..

https://anggiawan23.wordpress.com/2013/11/06/perjuangan-penyelesaian-karya-tulis-kesarjanaan-3/
Oktober 2011 menjadi saksi, 17 hari yang tersisa merupakan masa latihan untuk menghadapi perperangan pada tanggal 18 Oktober nya. Ya, sudah ditentukan bahwa jadwal sidang ku jatuh pada tanggal 18 Oktober jam 13.00 WIB, dengan dosen penguji yang alhamdulillah semua terkategori baik atau tidak populer dengan killer nya, dan sangat baik malah. Sudah lumrah, bahwa memang ada dosen-dosen tertentu yang tiap mereka menguji trend selalu ada yang tidak lulus, dan alhamdulillah aku terhindar dari dosen yang seperti demikian tersebut.

Satu hal yang aku syukuri dengan jadwal lulus yang masih dalam waktu normal (4 tahun) ada begitu banyak saudara seperjuangan seangkatan, sehingga ada punya banyak teman diskusi dan pendalaman materi, apalagi untuk kompre ini, pertanyaan-pertanyaannya kebanyakan diluardugaan sehingga diskusi intensif amat dibutuhkan untuk menajamkan analisa pemahaman atas materi yang diujikan. Ada tersedia waktu lebih kurang 3 minggu untuk mempersiapkan semuanya. Setiap detik yang ada begitu berharga saat ini pikirku. Sehingga nya aku harus mengomunikasikan dengan beberapa rekan partner dalam mengurusi beberapa hal untuk mau berhibernasi dalam beberapa hari. Namun, walau demikian kefokusan dan konsenstrasi untuk mempersiapkan kompre dan pendadaran ini pun tetap diselingi mengurusi beberapa hal tersebut, rapat mingguan, ngurusin Neuron Award yang sudah deket deadline nya, atau pun  mikirin SCCF. Prasangka baik ku adalah semoga waktuku yang habis untuk mengurusin kepentingan orang yang lebih banyak atau bahkan untuk dakwah tersebut semoga akan diganti dengan kemudahan saat sidang nantinya oleh Allah SWT. Siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya dan meninggikan kedudukannya.

(more…)

Diperbudak Cinta

Posted: December 23, 2013 in curcol abiss :D

Malam ini, sepulang dari Kursus B.Inggris diadakan oleh perusahaan, aku dengan beberapa temen sekelas lanjut makan soto. Sebenernya aku sudah makan sebelum berangkat kursus, hanya saja aku ikut gabung aja karena males aja kalau langsung pulang ke rumah, lah wong di rumah juga sendiri, ngongko sambil ngobrol2 dikit dulu gak apa lah pikirku. Saat sudah ngobrol ngalur dan ngidul, paling banyak perihal pekerjaan, entah mengapa saat santai begini masih aja terpikir ngomongin masalah kerjaan, berarti kita ini adalah bener2 karyawan yang berdedikasi tinggi kali yak, hehehe. Hingga kemudian pembicaraan ngomongin salah satu rekan kerja di kantor yang menurut kita secara prilaku adalah tidak baik, tapi sebenernya kalau udah ngomongin orang aku kurang nyaman aja sebenarnya, tapi kayaknya ada kebaikan saat aku mendengarkan penuturan dari temanku tersebut sehingga ada ketertarikan lebih untuk mendengarnya dan bahkan sempat aku ceritakan di blog ini.

Adalah salah seorang teman di kantor yang mana perilaku nya yang tidak baik itu adalah kebiasaannya dalam mempermainkan hati cewek, entah apa penyebabnya si doi senantiasa nyikat alias pdkt kalau nemu cewek baru. Kayaknya sudah cukup banyak korbannya. Dari sisi dia, sebenarnya aku memaklumkan sikap play boy nya tersebut, mungkin karena kemampuannya yang sangat dalam memainkan kata-kata sehingga membuat tiap wanita yang ditemui tidak berkutik. Namun fakta menarik yang aku temukan adalah kebanyakan wanita-wanita yang pernah dia singgahi paham betul akan karakter si doi ini, dan yang membuat aku tidak habis fikir adalah ternyata beberapa korbannya itu malah masih menaruh harapan serta mengharapkan kelanjutan dengan si doi, walau sepertinya secara mulut menolak mentah-mentah namun ekspresi ataupun prilaku yang ditunjukkan tentunya tidak bisa dibohongi. Aku pun tidak mengerti, sebegitukah mereka terbutakan oleh cinta, sehingga terkadang tidak mampu menghindar dari kemunafikan cinta yang mereka temukan?

Memang benar bahwa wanita sangatlah sensitif perasaannya, tapi ya mbok ya gunakan logika dikit, sadarkan diri, liat realita yang terjadi. Aku pun pernah punya pacar saat masih di sekolah menengah dulu, aku pun menyadari cinta nya yang amat sangat terhadapku, pun cintaku padanya. Bahkan terlalu dini rasanya menyebut cinta sejati untuk perasaan tersebut untuk siswa setingkat SMP. Hingga kemudian saat SMA aku mendapatkan pemahaman islam yang bertambah dari sebelumnya, sehingga menimbulkan kesadaran bahwa tidak ada yang namanya pacaran sebelum pernikahan. Sehingganya dengan pacar tadi aku minta untuk dibubarkan. Saat itu kekecewaan terutama dari dia pastinya ada, walau sempat ada ungkapannya bahwa aku tidak tergantikan dan kalau bisa aku simpulkan adalah “kalaulah tidak mencintaimu biarlah aku mengarungi hidup tanpa cinta”. Tapi toh beberapa bulan kemudian mantan pacarku tersebut sudah menemukan lelaki baru dan bahkan menikahnya dengan laki-laki tersebut.

Kembali kepada bahasan di atas, sekali lagi masih tidak habis pikir dengan mereka-mereka yang terjebak dalam keperbudakan cinta, sehingga sudah silap matanya. Semoga mereka-mereka ini segera tersadarkan dan menemukan pendamping yang benar-benar setia. Saat kita dikhianati oleh seseorang, sadarilah bahwa itu bener-benar merupakan suatu nikmat yang musti disyukuri. Mengapa? Karena Allah telah menunjukkan bahwa orang tersebut tidak baik untuk kita, bisa ngebayangin pengkhianatan tersebut baru muncul setelah sekian lama menjalani bahtera kehidupan bersama, duh kasihan sekali. Syukurlah kita terselamatkan dari si doi yang tidak baik tersebut.

Kemudian, aku masih meyakini hokum timbal balik alam, atau bisa disebut karma kali ya. Apapun yang kau perbuat  sekarang, yakinlah bahwa akan kembali ke kamu juga nantinya. Kalau yang kau tanam adalah kebaikan-kebaikan dan kebermanfaatan terhadap orang banyak, maka kebaikan-kebaikan itu akan kembali ke dirimu juga nantinya, kalau lah tidak di dunia di akhirat pastinya. Sebaliknya, keburukan-keburukan yang kau ciptakan hari ini, percaya atau tidak keburukan-keburukan itu akan kembali ke kamu juga. Gak percaya? Silahkan dicoba sendiri.

Sekian, selamat malam…

Balikpapan, 19 Desember 2013