Perjuangan Penyelesaian Karya Tulis Kesarjanaan (3)

Posted: November 6, 2013 in curcol abiss :D
Tags: , ,

Sebelumnya bercerita hingga..

https://anggiawan23.wordpress.com/2013/10/31/perjuangan-penyelesaian-karya-tulis-kesarjanaan-2/

…..

Berkah Ramadhan, itulah yang aku rasakan. Setelah beberapa minggu berkutat seharian di perpus serta searching berbagai artikel, akhirnya aku menemukan jurnal yang cukup bisa menjadi jalan atas gambaran metode atas penelitian yang aku inginkan. Jurnal tersebut terketemukan pada daftar pustaka salah satu skripsi tentang keuangan syariah. Aku coba dalami jurnal tersebut dan mencoba menurunkan model penelitian dengan penelitian yang sedang aku jalani. Jurnal tersebut dikeluarkan oleh IIUM (International Islamic University Malaysia), yang melakukan penilaian kinerja terhadap bank syariah di Indonesia dengan instrument yang mereka sebut dengan Islamicity Performance Index. Mataku berbinar-binar saat membaca lebih detail jurnal tersebut, walaupun gak paham-paham banget juga sih, soalnya in English (tahu lah kemampuan Englishku yang terbatas ini). Setidaknya secercah harapan sudah mulai terlihat, skripsiku ada bayangan untuk gerak jalan setelah sekian lama jalan ditempat, capek. Skripsi yang sebelumnya pun aku rombak, dengan mereplikasi metode penelitian pada jurnal tersebut yaitu dengan Islamiciy Performance Index dan dengan menggunakan sampel Bank Syariah di Indonesia. Sama model, beda sampel, beda periode, beda negara, yang tentunya berdampak pada perbedaan analisis penelitiannya. Itulah yang aku sampaikan pada Pak Taura setelah beberapa hari aku revisi skripsi Bab 1-3. Pembimbing Skripsi ku tersebut cukup menanggapi positif atas ide metode yang aku sampaikan. Hanya saja, beliau keberatan akan alat analisis yang aku gunakan.

Saat itu, aku hanya menggunakan analisis deskriptif dalam menyampaikan pembahasan atas masalah peneltian. Pak Taura, minta nya harus didukung dengan analis statistik, dan hasil pembahasannya berdasarkan hasil dari analisis statistik tersebut. Wajahku berubah saat mendengar permintaan yang demikian, secara aku tidak mengambil mata kuliah ekonometri yang lebih mendalam dalam hal analisis statistik. Ada sih dasar di mata kuliah statistik, hanya saja itu juga tidak terlalu cukup, dan lagian kuliah statistik udah sejak semester 2, udah lupa inti sari ajarannya karena tidak ada dipraktekkan. Ingin rasanya aku membantah, karena beberapa skripsi yang aku temukan di perpustakaan tidak memakai analisis statistik tersebut, bahkan ada skripsi yang dibimbing oleh Pak Taura sendiri, terkesan sederhana saja skripsinya. Lah, kenapa aku harus ribet pakai analisis statistik segala ya, batinku.

“Ingin skripsinya lebih ilmiah dan lebih berdasarkan analisisnya? Maka kamu harus pake analisis statistik. Terserah mau pake apa eview, atau pakai spss juga gak apa-apa”, komentar DPS ku tersebut seakan membaca pikiranku.

“Baik Pak, akan saya coba dan usahakan”, demikian jawabku sekaligus pamit keluar ruangan.

Ada perasaan menyesal dari dalam diri, mengapa tidak mengambil mata kuliah ekonometri. Aku terikut nasehat beberapa senior, bahwa ekonometri ini mata kuliah susah, dan statusnya hanya sebagai mata kuliah wajib, nanti malah ngejelek-jelekin IPK, sehingganya aku pun tak mengambil mata kuliah ini. Sebab dalam rencana akan membuat skripsi kualitatif saja, sehingga tidak memerlukan analisis statistik yang mendalam. Dan kenyataannya, mau tidak mau aku harus pake analisa statistik, dan memang benar amat jarang sekali kalau ada skripsi akuntansi berupa kualitatif. Dengan kenyataan ini, aku pun harus belajar otodidak bagaimana menganalisa statistik atas skripsi yang aku jalani saat ini. Kondisi ini makin meyakinkan ku, bahwa sepertinya kecil harapan untuk tetap bisa meng wisudakan diri pada bulan November nanti nya. Tapi yo wiss lah, kepada Allah lah aku berserah, semuanya tentu sudah dalam rencana dan takdirNya.

Dengan diajari oleh beberapa teman, aku mencoba memahami analisa statistik ini. Berbekal dari mata kuliah statistik yang pernah aku ambil di semester dua dulunya. Untunglah, di English Dorm, terdapat teman yang baru saja menyelesaian skripsi, dan dia punya panduan lengkap analisa statistik dengan program SPSS. Ingin rasanya untuk ideal, dengan mengolah data dengan program E-View, yang kayaknya lebih keren aja, tapi ya sudahlah karena demi berkejar dengan waktu, aku menggunakan SPSS saja. Agaknya aku menjilat ludah sendiri atas kata-kata motivasi yang sering aku ucapkan saat mengisi suatu daurah ataupun training. Tentang semangat untuk break until the limit, no excuse terhadap sesuatu ideal yang ditargetkan. Teori tersebut benar sekali, tapi sayang untuk kondisiku saat itu sulit sekali untuk menyesuaikan idealitas tersebut terhadap realitas yang ada.

Alhamdulillah, Allah melimpahkan karunianya, dan kepahaman ku terhadap analisa statistik ini lebih dari cukup dalam melakukan analisa atas data yang aku buat. Setelah terolah datanya, berikutnya adalah membuat narasi atas analisis tersebut. Meng reference pada beberapa skripsi dan thesis dengan metode statistik yang mirip, akhirnya terangkai kata dan kalimat yang menuangkan analisisku terhadap materi skripsi yang sedang aku bahas.

Akhirnya BAB 4, sebagai BAB yang cukup krusial ini usai sudah. Yang kesemuanya itu terselesaikan di sela-sela aku ber itikaf di Masjid Mardyah UGM. Berniat untuk konsultasi lagi dengan pembimbing, namun apa daya jadwal kuliah pun sudah memasuki libur lebaran. Beberapa kali Ama menelpon, selain menanyakan perkembangan skripsi juga perihal apakah aku akan mudik lebaran. Untuk sementara aku bisa menjawab perihal perkembangan skripsi ku yang alhamdulillah berjalan dengan lancar. Tetapi aku memutuskan untuk tidak pulang dulu, supaya skripsinya tidak terganggu dan bisa terselesaikan segera demi mengejar target. Sungguh Ramadhan saat itu adalah Ramadhan yang berat, berat karena harus berpacu dengan waktu menyelesaikan skripsi-skripsi ku ini. Akan tetapi, karena telah ditelepon beberapa kali, dan target penyelesaian BAB 4 juga udah kelar, akhirnya aku putuskan untuk lebaran di kampung aja. Jadilah akhirnya, aku dapat penerbangan tanggal 1 Syawal, dengan malam takbiran di atas Kereta perjalanan Jogya-Jakarta. Tapi ternyata, keputusan Kemenag, lebarannya ditunda karena belum melihat hilal. Jadilah puasanya nambah satu hari lagi, dan hikmahnya adalah aku bisa shalat Id di rumah.

Di rumah, di sela-sela berlebaran, silaturahim sana-sini, ternyata aku bisa mengerjakan BAB 5 alias BAB akhir dari skripsi tersebut. Tidak memerlukan referensi apapun, hanya mengambil kesimpulan dari bab-bab sebelumnya, sehingga bab ini bisa terselesaikan tanpa harus ke perpustakaan kampus. Nanti setelah balik ke kampus lagi, aku tinggal menambahkan daftar pustaka dan minta acc kepada pembimbing skripsi tercinta, Pak Taura. Semoga tidak banyak koreksi, dan syukur-syukur di acc untuk bisa sidang di bulan Oktober ini. Sebab, kalau tidak sidang bulan Oktober, alamat aku harus menunda wisuda lagi, dan makin tambahlah usia di kampus ini.

Seminggu setelah lebaran, aku kembali ke kampus. Merapihkan lagi, review lagi, edit lagi atas kesalahan2 penulisan skripsiku. Namun apa daya, saat sudah siap tempur ini, DPS ku gak kunjung masuk ke kampus. Aku lupa karena apa, pulang kampung atau karena apa ya, sehingga beberapa kali ke ruangannya selalu dengan pintu terkunci. Dan saat itu pekan ketiga September, aku melihat temanku buru-buru dalam mempersiapkan dokumen, tanya-tanya dia mau persiapan sidang, sedang persiapan berkas-berkas untuk bagian akademis, dan dari beliau juga lah aku dapat informasi bahwa untuk wisuda November musti sidang bulan Oktober, dan jika ingin sidang Oktober maka mendaftar ke bagian akademik adalah paling lambat hari terakhir bulan September. Jika berhitung dengan waktu, berarti minggu depan dan aku belum sama sekali bertemu dengan DPS. Wahh, aku pun give up, memang nasib, aku harus menunda wisuda hingga Februari jika begini adanya.

Pekan depannya, saat itu hari Kamis, pekan terakhir bulan September, dengan langkah gontai aku menuju ruangan DPS ku, yang mana beliau sudah masuk ke kampus mulai pekan ini. Hanya saja 2 hari sebelumnya, aku tidak bertemu di ruangannya. Alhamdulillah, pada hari Kamis yang notabene jadwal rutin konsultasi yang tersedia aku menemukannya di ruangannya. Sudah menurun motivasiku sebenarnya, putus harapan untuk sidang bulan depan, lah wong besok harinya adalah hari terakhir memasukkan berkas ke bagian akademik.

Setelah diskusi beberapa saat, alhamdulillah secara keseluruhan disetujui skripsiku, ada koreksi beberapa hal yang akan bisa segera untuk aku perbaiki. Dan keajaiban itu datang, setelah menyampaikan beberapa koreksi, beliau memparaf halaman depan skripsi tersebut, dengan dilanjutkan tulisan “acc diuji Oktober”. Hah!!! Serasa aku melayang. Sungguh Maha Kuasa Tuhan, tak kusangka skripsi ku tersebut langsung di acc untuk sidang, walau ada beberapa koreksi yang sebenarnya bisa langsung segera aku perbaiki. Syukur aku ucapkan setelah keluar ruangan, gak akan nyangka semua terjadi begitu sederhananya.

Jadilah, mulai siang itu hingga besok harinya. Diriku rempong menyiapkan segala berkas-berkas yang ada untuk persyaratan sidang ke bagian akademik. Jika tidak kelar besoknya yang nota bene jatuh di hari Jumat, maka sidangku alamat pasti ditunda. Soalnya walau ketentuan batas pengumpulan adalah akhir bulan, hari Senin pekan depannya sudah tanggal bulan baru, jadi mau gak mau harus kelar besok. Alhamdulillah, Allah masih berpihak, entah kenapa semuanya begitu dimudahkan sehingga besok siangnya pasca Jumatan aku bisa mengantarkan berkas skripsiku ke bagian akademik. Dan next perjuangan adalah..persiapan Pendadaran dan Kompre.

(bersambung)

Comments
  1. […] Perjuangan Penyelesaian Karya Tulis Kesarjanaan (3) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s