Belajar Dari Militansi Garuda Muda U19

Posted: October 31, 2013 in diagnosa
Tags: , ,

Sorry to late posting this article. Actually, I made it for commemorating “Sumpah Pemuda” day. I’ve posted it on Kompasiana, and now I’m posting on My Blog.

http://muda.kompasiana.com/2013/10/30/belajar-dari-militansi-garuda-muda-u19-605061.html

imagesSemua mata pencinta sepak bola Indonesia terpana saat tendangan finalti Ilham, striker Timnas U19 merobek gawang Vietnam. Hal itu menandai kemenangan Pasukan Garuda Muda pada Piala AFF U19 2013. Kemudian, tidak berselang berapa lama, Pasukan Garuda Muda yang dikapteni Evan Dimas ini kembali memberi kejutan, setelah kemenangan dua kali beruntun, mereka pun mempencundangi Raksasa Bola Asia Korea Selatan dengan 3-2 pada kualifikasi Piala AFC. Kemenangan atas Korsel tersebut menjadi tiket lolosnya Timnas Indonesia pada Piala AFC U19.

Pembicaraan mengenai keberhasilan kejutan beruntun yang ditunjukkann oleh Garuda Muda ini tetap berlangsung hingga beberapa waktu lama nya. Wajar, mengingat sudah cukup lama Indonesia miskin gelar sepak bola, belum lagi kisruh yang terjadi dalam tubuh PSSI, menunjukkan betapa mirisnya persepakbolaan Indonesia sebelumnya, sudah jatuh tertimpa tangga. Kemudian Pasukan Garuda Muda ini hadir, memberi secercah harapan akan nasib persepakbolaan nasional Indonesia.

Tidak sekedar kemenangan nya saja yang menjadi pembicaraan, tetapi demi melihat semangat dan militansi Evan Dimas dkk yang patut diacungi jempol juga. Bagi Anda yang menonton pertandingan melawan Korea Selatan, maka akan dapat disaksikan bagaimana perjuangan  luar biasa yang ditunjukkan oleh Pasukan Garuda Muda tersebut. Tanpa kenal lelah, tiada kenal henti, terus berjuang merebut bola hingga pluit panjang berbunyi. Di atas kertas mereka memang tidak diunggulkan, mengingat yang dilawan adalah Sang Juara Bertahan Piala AFC yang juga dijuluki macan bola asia. Tetapi pasukan Garuda ini menunjukkan, mereka pun bisa berbuat lebih, mengalahkan raksasa bola Asia yang membawa nama harum persepakbolaan Indonesia.  

Semangat juang 45, tak kenal lelah, tiada berhenti hingga kemenangan didapatkan, hal ini sedapatnya menjadi contoh tauladan bagi anak muda  lainnya. Dalam hal ini tidak sekedar semangat juang untuk menang setiap kali main bola. Namun lebih dari sekedar itu, bagaimana mengimplementasikan semangat juang itu dalam setiap aspek kehidupan.

Ada yang menarik dari apa yang pernah disampaikan oleh Coach Indra Syafri bahwa para pemain memiliki mental militan, mereka tidak mau bangsanya diinjak-injak bangsa lain. Mental militan seperti ini pulalah yang semestinya juga dimiliki oleh para pemuda saat ini. Mental akan kebanggaan atas bangsanya, menjunjung tinggi harga diri bangsa, dan tidak rela bangsanya diintervensi atau diinjak-injak bangsa lain. Perlu kita sadari bahwa saat ini memang kita sudah 68 tahun merdeka, namun apakah itu sudah benar-benar merdeka seutuhnya? Sumber tambang emas di Papua masih terkuasai oleh Freeport, cadangan minyak terbesar di Duri Riau ternyata dibawah kendali Chevron, dan yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan cadangan gas terbesar di Blok Mahakam di bawah penguasaan Total. Belum lagi beraneka sumber daya alam lainnya yang ternyata pengelolaannya masih dibawah kepemilikan asing.

Semangat Sumpah Pemuda harapannya bisa menjadi pemacu semangat anak-anak muda Indonesia, bahwa sebenarnya kalau kita berusaha dan bekerja keras, kita pun bisa menjadi tuan rumah di dalam negeri sendiri. Layaknya Garuda Muda U19, dengan latihan dan kerja keras mereka, kemenangan pun mereka petik pada akhirnya.

Setelah pada titik kepercayaan diri tinggi untuk mengelola bangsa sendiri, yang diperlukan juga adalah dukungan dari Pemerintah sendiri untuk mendorong semangat yang telah muncul dalam diri anak bangsa. Kepengelolaan Blok Mahakam oleh Total misalnya, tinggal beberapa tahun lagi akan habis masa kontraknya. Sedapatnya lah Pemerintah memberikan ruang kepada anak negeri untuk mengambilalihnya. Jika Pertamina yang nota bene adalah satu-satunya Perusahaan Migas Negara menyatakan mampu untuk mengambilalih tugas ini, harapannya adalah Pemerintah memberi kesempatan hal ini, tidak hanya sekedar itu tetapi juga mampu mendorong dan memfasilitasi sehingga dapat berjalan secara optimal, yang tentunya berujung pada penambahan pendapatan Negara.

Sejarah pun telah mencatat, perubahan-perubahan yang besar berawal dari tangan pemuda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s