Job Seeker #2

Posted: May 16, 2013 in In memorian

Pada hari Ahad Malam, aku sudah sampai lagi di Kota Jakarta. Karena sudah kemaleman, aku menginap di Wisma Puspitek, Serpong bersama beberapa orang pengurus MITI-M lainnya. Sehubungan dengan adanya rapat penting pada Senin malam, aku menunda kepulangan ku ke Yogya, sekalian aku akan mampir dulu di rumah kakak tertuaku pada besok harinya dan baru berencana pulang pada hari Rabu nya.

Selasa siang, suntuk di kost kakak, aku berniat pergi ke Ragunan, walau sudah sering ke Jakarta, tapi aku belum pernah sempat untuk jalan-jalan ke sana, mumpung lowong, aku pergi ke Ragunan sendirian. Melihat beraneka hewan yang tidak jauh beda dengan kebun binatang yang ada di Bukittinggi ataupun di Yogyakarta. Keasyikan melihat beraneka binatang, tak aku sadari bahwa HP ku sudah berdering-dering berkali, karena di silent aku baru menyadari saat siangnya pas mau istirahat. Ternyata ada 4-5 missedcall (aku lupa persisnya berapa), dilihat dari nomornya ber kode kan kota Jakarta. Waduh, jangan-jangan panggilan perusahaan batinku. Apa dari Telkomsel ya, karena saat itu memang aku lagi proses seleksi di Telkomsel yang tinggal menunggu panggilan wawancara. Kemudian aku beranikan menelpon balik nomor tersebut, setelah beberapa kali panggilan tidak diangkat. Yahh, ya sudahlah memang bukan rejekinya kali batinku. Namun, tidak beberapa saat kemudian aku ditelpon lagi, mungkin tadi orangnya lagi ke toilet kali ya, sehingga gak diangkat. Lalu, panggilan telepon itu pun aku jawab.

“Hallo, selamat siang”, sapa ku.

“Hallo, selamat siang, dengan Pak M. Zia Anggiawan”, sapa dari suara seberang sana.

“Iya Pak, saya sendiri, M. Zia Anggiawan”.

“Baik, saya dari Pertamina Pak Zia, memberitahukan ada jadwal psikotes Pertamina pada hari Kamis besok di Jakarta, bagaimana Pak Zia, bisa hadir pada hari tersebut?”

“Oh iya Pak, insyaallah saya bisa hadir, sekarang masih berada di Jakarta”, jawabku masih terkaget, gak nyangka kalau HR Pertamina yang kemaren menepati janjinya untuk mengkonfirm balik jika ada jadwal test lanjutan.

“ Baiklah kalau begitu, terima kasih atas konfirmasinya Pak Zia, keterangan lebih lanjut undangan kami kirimkan via email, selamat siang”, suara dari seberang sana mengakhiri pembicaraan.

“Iya, terima kasih Pak, selamat siang”, jawabku sambil menutup telepon.

Sesaat, aku masih termatung, ternyata orang Pertamina lah yang sedari tadi nelpon aku berkali-kali. Bodohnya aku tidak mengangkatnya, untunglah orang nya lagi baik kali ya, kok mau-mau nya nelpon berkali-kali. Ya sudahlah, berarti sekarang aku musti menunda kepulangan ke Yogya, kembali ke kost kakak, mengecek email dan menyiapkan untuk psikotest esok lusa.

Setelah mengecek email, betapa kagetnya aku bahwa saat test harus membawa berkas-berkas lamaran seperti CV, surat lamaran, fotocopy ijazah, transkrip nilai. Alahmakkk, semua berkas ku kan ketinggalan di Yogya, piye iki batinku. Tak kehabisan akal, aku mereply email tersebut dan menanyakan jika tidak bisa membawa berkas-berkas tersebut dengan alasan sedang berada di Jakarta sehingga berkas-berkas yang diperlukan ketinggalan di Yogya. Syukurlah, balasan emailnya lumayan menentramkan walau bukan sebuah jaminan juga, karena hanya menyampaikan bisa dikonfirmasikan ke panitia di lokasi test.

…….

Pada hari Kamisnya, aku berangkat ke lokasi test di Kantor Pusat Pertamina Gedung Utama. Dari kost kakakku yang ada di Mampang, cukup sekali naik Kopaja 20 dan turun di depan kantor. Walau belum pernah ke Pertamina, tetapi aku sudah cukup familiar dengan daerah tersebut, karena Kantor Pusat Pertamina dekat Stasiun Gambir dan aku sudah cukup sering ke sana. Dari Stasiun Gambir, kelihatan dengan jelas logo Pertamina yang terpampang di puncak kantor yang lebih kurang setinggi 20an lantai.

Aku berangkat pukul 06.00 pagi, karena test dimulai pukul 07.00 aku perkirakan butuh waktu 1 jam untuk sampai disana. Ternyata jam stengah 7 aku sudah sampai di lokasi, dan memang belum ada orang yang sampai disana, hanya bertemu dengan cleaning service yang meng iyakan saat aku konfirmasi nama ruang sebagaimana tercantum di surat undangan. Oh iya, aku menggunakan kemeja, celana, serta sepatu kakakku, karena dresscode yang biasa aku gunakan kalau ada test pekerjaan seperti ini ketinggalan di Yogyakarta.

Tidak berapa lama, peserta-peserta lain mulai berdatangan, ternyata ada temanku sesama FEB UGM juga datang, Aldi. Ternyata dia juga tidak bisa hadir pada psikotest yang di Yogya karena bertabrakan dengan test di perusahaan lain, sehingga juga dialihkan untuk test di Jakarta. Ternyata memang prosedurnya demikian, mengakomodir yang berhalangan test di Yogya dan dialihkan ke Jakarta, bukan aku saja yang diperlakukan istimewa ternyata batinku. Setelah panitianya datang, kita disuruh memasuki ruangan, dengan menyerahkan berkas lamaran ke meja panitia. Saat itulah aku deg-deg an, karena tidak membawa berkas-berkas lamaran dengan lengkap. Semoga orang nya baik dan mengizinkan aku mengikuti test, dan kalaupun tidak diperbolehkan aku sudah menyiapkan mental untuk pulang lebih awal. Syukurlah, ibu yang mengumpulkan berkas itu berbaik hati, tidak mengapa berkas-berkas lain menyusul. Dibawa saat interview jika lolos, demikian yang disampaikannya. Alhamdulillah, atas jawaban ibu tersebut aku bisa mengerjakan psikotest nya dengan tenang. Psikotest di Pertamina tidak jauh berbeda dengan psikotest-psikotest yang pernah aku jalani, sehingga tidak terlalu kesulitan dalam pengerjaannya. Biasa nya pada perusahaan lain aku selalu lolos pada tahap psikotest ini, semoga juga demikian adanya untuk perusahaan minyak negara ini, demikian batinku.

……

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s