Job Seeker #1

Posted: May 15, 2013 in In memorian
Tags: ,

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala keberkahan dan nikmat yang senantiasa berlimpah dari nya. Alhamdulillah, perjalanan hidupku selama 24 tahun terakhir berjalan dengan lancar, on the track, dan aku sejauh ini merasa bahagia untuk menjalaninya, walau terkadang beberapa diantaranya hal yang terjadi berbeda dengan life plan yang telah dicanangkan. Di awal memang ada perasaan sangsi, tetapi kemudian aku menyadari bahwa takdir hidup yang aku terima memang berbeda secara step yang dilalui, tetapi berujung pada sesuatu cita-cita hidup yang aku harap dan serta ku doa kan. Maka, benarlah kiranya bahwa Allah tidak memberi apa yang kita pinta, tetapi atas apa yang kita butuhkan.

Singkat cerita, sekarang aku sudah bekerja di PT Pertamina (Persero) yang katanya salah satu perusahaan favorit bagi pencari kerja. Sebelumnya, tidak pernah terbayangkan atau bahkan terencanakan untuk bekerja di BUMN terbesar di negeri ini. Akan tetapi, semuanya terjadi begitu saja sehingga aku sekarang sudah diangkat secara resmi menjadi insan pertamina per 1 Desember 2012 kemaren, setelah sebelumnya menjalani training selama setahun. Sesungguhnya bekerja di Pertamina, tidak pernah masuk dalam life plan ku, akan tetapi kemudian aku merasa begitu bersyukur dan takjub atas kuasa Tuhan, baru aku sadari setelah masuk disini aku melihat jalan yang begitu jelas untuk menggapai lifeplan utama dalam hidupku.

Pada tulisan kali ini aku akan mencoba menuliskan, bagaimana langkah-langkah yang aku jalani sehingga kemudian bisa diterima di perusahaan ini. Sebelumnya banyak pertanyaan yang datang dari sahabat, adek kelas, dll tentang bagaimana kiat-kiat sehingga bisa diterima di Pertamina. Saat diajukan pertanyaan seperti itu aku sebenarnya bingung menjawab, karena diterima di pertamina menurutku adalah “min haisu la yahtasib”, sehingga jujur boleh dikatakan tidak ada persiapan khusus yang aku jalani, semuanya berjalan biasa aja, memenuhi setiap step yang memang harus dijalankan. Melalui tulisan ini semoga menjadi jawaban bagaimana experience yang aku jalani sampai kemudian bisa diterima di perusahaan yang paling bertanggung jawab atas ketersediaan BBM di berbagai wilayah.

Diterima di Pertamina, banyak yang menyangka hal itu karena pintar sekali, luar biasa sekali, dll. Tetapi kemudian aku menolak mentah-mentah hal tersebut, karena aku sendiri secara kualitas diri biasa aja, tetapi aku melihat faktor yang paling berpengaruh adalah DOA ORANG TUA, begitu saja. Yaa, karena demikianlah menurutku penyebab utama aku bisa masuk perusahaan ini. Sebelumnya, aku bahkan berencana untuk memasuki perusahaan swasta yang lebih menantang, dan kemungkinan bisa loncat sana loncat sini. Tetapi, beberapa kali dalam telepon mama menyampaikan untuk mencoba meng apply ke BUMN, dengan rasionalisasi secara jaminan lebih terjamin (11-12 kayak PNS), saat itu aku hanya meng iya kan tetapi memang sebenarnya belum ada usaha yang cukup serius untuk mengapply ke BUMN-BUMN yang ada.

Setelah dinyatakan lulus sidang skripsi dan kompre pada Oktober 2011, aku semakin gencar untuk mengapply dimana-mana. Prinsip ku adalah yang penting kerja dulu, gak usah pilah pilih perusahaan, kalau kurang benefit, bisa pindah dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Namun, hingga wisuda belum ada juga perusahaan yang nyantol, mentok saat interview, bahkan ada yang mentok sudah saat psikotes yang membuatku stres berat, karena saat itulah pertama dan satu-satunya aku gagal di psikotest. Sempat ada yang udah sampai interview user, satu langkah lagi untuk diterima, dan itu sialnya itu adalah perusahaan yang aku idamkan dan tertulis di lifeplan selama ini, namun sayang, perjalanan ke Jakarta untuk interview tersebut berakhir dengan kekecewaan.

Pasca pulang dari interview di Jakarta yang menyesek di hati tersebut, sebagai manusia normal perasaan untuk patah hati dan patah semangat tentulah ada. Sehingga minat untuk apply-apply, browsing lowongan perusahaan high bonafit pun menurun drastis. Aku lampiaskan kesibukan dengan beberapa amanah organisasi mahasiswa di kampus dan nasional yang masih mengemban di pundak ini. Profesi sebagai seeking job pun sempat terlupakan untuk beberapa saat. Hingga kemudian, saat perjalananku ke Medan dalam rangka menghadiri kegiatan lembaga yang aku amanahi, panggilan tes itu pun datang.

Adalah MITI-Mahasiswa, salah satu lembaga yang aku beramanah disana setelah demisioner dari lembaga Penelitian Mahasiswa di Kampus. Saat itu, aku diminta untuk hadir pada kegiatan Temu Ilmiah Regional MITI-Mahasiswa Sumatera Bagian Utara di Kota Medan. Aku berangkat sendirian dari Yogyakarta dengan Kereta Api  menuju Jakarta untuk selanjutnya berangkat bareng-bareng dengan pengurus lainnya ke Kota Medannya. Aku masih ingat, aku berangkat pada Kamis malam dengan menggunakan Kereta Api Gajah Wong. Belum lama kereta berjalan tiba-tiba aku mendapat SMS dari Nomor yang tidak dikenal yang berisi undangan untuk mengikuti Psikotest PT Pertamina (Persero) pada hari Sabtu nya. Lah, kekagetan ku adalah ini undangann tes nya sangat mendadak, dan juga seingatku aku tidak pernah meng apply pada perusahaan ini. Saat itu, aku cuek aja, secara aku saat itu belum terlalu paham betapa besar nya Perusahaan ini dan diminati banyak Job Seeker, aku tidak terlalu yakin apakah ini beneran atau jangan2 tipuan, dan kemudian juga jadwal tesnya yang diselenggarakan pada hari Sabtunya adalah tidak mungkin untuk dihadiri mengingat pada hari Sabtu tersebut aku masih di Medan. Walau kemudian, aku baru tahu bahwa itu ternyata adalah benar2 dari Pertamina nya yang memanggil calon pekerja setelah memperoleh data dari pihak kampus, aku ngeh hal tersebut saat ada pemberitahuan dari beberapa temen kampus yang mendapat panggilan yang sama.

Kembali pada perjalanan diatas kereta ke Kota Jakarta, besok pagi nya aku sudah sampai di Jakarta, kemudian langsung menuju rumah mas Afan, salah satu pengurus yang kita akan berangkat bareng pada ke Medannya. Jadwal pesawatnya jam 7 malam, jadi adalah terlalu pagi jika aku berangkat ke bandara. Sesampainya di rumah mas Afan, HP ku berdering dari nomor yang tak dikenal, tapi dari nomornya aku tahu itu adalah kode telepon Jakarta.

“Halo, Assalammualaykum..”, aku menjawab telpon tersebut.

“Halo, selamat pagi, benar ini dengan Bapak M Zia Anggiawan?”, suara seorang pria dari dalam telepon.

“Iya benar, saya M Zia Anggiawan, maaf ini dengan siapa ya?”, aku tanya balik.

“Kami dari PT Pertamina Pak Zia, mau mengkonfirmasi, apakah Pak Zia bisa hadir untuk mengikuti psikotes Pertamina di UGM besok Sabtu?”.

“Oh ya Pak, saya juga sudah dapat SMS nya tadi malam dan juga sudah membaca undangan yang dikirimkan via email, tapi sekarang saya sedang perjalanan menuju Medan. Bagaimana ya? Apakah ada jadwal test pada hari lainnya?”, tanya dengan harapan ada kemungkinan test susulan.

“Oh, begitu ya Pak. Baiklah, kemugkinan ada jadwal test di Kota Jakarta atau Bandung, nanti akan kami kabari lagi”, jawab suara di seberang sana.

“Ok Pak, terima kasih atas informasinya”.

“Baik, sama-sama Pak Zia, terima kasih juga atas konfirmasinya, selamat pagi”.

“Selamat pagi”, jawabku sambil menutup telpon.

 

Setelah menutup telepon, barulah aku tersadar. Lah, Pertamina kan salah satu BUMN, jenis perusahaan yang direkomendasikan untuk dimasuki oleh Mama ku. Tapi ya sudahlah, aku tak berharap akan dipanggil lagi, palingan janji akan mengabarkan kalau ada jadwal test lanjutan hanya sekedar basa-basi dari HR perusahaan yang menelpon ku tersebut. Aku tidak berniat untuk mengabari Mama kalau ada panggilan test ini, karena kalau ia tau bisa-bisa aku tidak jadi ke Medan, disuruh balik ke Yogya untuk mengikuti test tersebut. Prinsipku adalah tiap orang sudah ada rejekinya masing-masing, lebih baik aku fokus untuk kegiatan di Medan tersebut dimana aku juga ada bertanggung jawab untuk mengisi salah satu sesi acaranya.

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s