Belum Ada Judul (9-11)

Posted: May 8, 2013 in story

Episode #9

Faris pun dibawa ke rumah sakit terdekat dengan kondisi tidak sadarkan diri… beberapa orang mengantarnya, termasuk sang pengemudi mobil yang menabrak faris…

Tampak 3 orang mendampingi faris saat ia dimasukkan ke ruang UGD, dan mereka adalah sarah, habib dan si pengemudi…

*****************

Ternyata saat kecelakaan terjadi, sarah dan habib sempat melihat ke arah kerumunan orang. Sarah sempat mendengar orang berkata… “jiko ga atta !!…jiko ga atta !!! (ada kecelakaan… ada kecelakaan)

Dengan penasaran sarah dan habib pun bergegas menuju kerumunan dan ingin melihat sang korban… namun betapa terkejutnya sarah dan habib ketika sang korban adalah faris..

Sontak sarah menghampiri faris dan duduk di sebelahnya sambil memanggil-manggil nama faris…

Ia mencoba untuk membuat faris tetap sadar… namun tampaknya faris sudah terlalu lemah dan akhirnya tak sadarkan diri,,

Dengan menggunakan mobil yang telah menabaraknya, faris kemudian dilarikan ke rumah sakit…

…….

Setelah faris masuk ke ruang UGD, sarah dan habib tampak sangat khawatir… terutama sarah yang sejak tadi mondar mandir tidak karuan….

Sang pengemudi mengatakan kepada mereka jangan khawatir, dia akan menanggung semua biayanya…

Namun sebenarnya bukan itu yang dikhawatirkan sarah… ada hal lain yang tidak bisa ia ungkapkan… perasaan itu sangat besar dan sangat aneh…

Sarah sangat takut kehilangan faris…

…..

Berkali-kali sarah melihat ke arah pintu ruang UGD sambil berharap dokter segera keluar dari ruangan sehingga ia bisa tahu kondisi faris…

Habib sebenarnya sedikit heran melihat kekhawatiran sarah yang sedikit agak berlebihan…

Habib pun menyuruh sarah agar tetap tenang dan banyak berdoa.. semoga kiranya tidak terjadi hal-hal yang parah terhadap faris..

….

Setelah 2 jam menunggu, lampu UGD mati dan seorang dokter keluar dari ruangan itu… sang dokter kemudian bertanya siapa keluarga faris dan sontak sarah segera mendekati sang dokter dan mengatakan bahwa ia keluargnya..

Dokter meminta sarah untuk ikut keruangannya karena akan dijelaskan perihal kondisi faris saat ini…

namun alhamdulilah, faris sudah sadar…

Sarah mendengarkan dengan seksama penjelasan sang dokter… karena sarah juga adalah mahasiswi kedokteran, ia juga tidak sulit memahaminya…

Sarah pun akhirnya tahu bagaimana kondisi faris saat ini… alhamdulilah faris tidak mengalami cedera khususnya di bagian otaknya… faris hanya mengalami patah tulang di kaki kirinya dan perlu perawatan beberapa minggu agar bisa berjalan seperti sedia kala…

Mengetahui hal itu sarah pun menjadi sedikit agak lega… ia segera mengajak habib dan sang pengemudi untuk menjenguk faris di ruangan perawatan…

Saat sarah dan habib masuk ke ruangan itu, tampak oleh mereka faris sedang melamun…sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu…

“assalamualaikum mas faris, ” sapa sarah…

“waalaikumussalam,,,” jawab faris sedikit kaget…

“subhanallah… sarah ???…habib???… kalian dsini???” lanjut faris sedikit kaget sekaligus sangat senang melihat mereka berdua…

sarah dan habib hanya mengangguk dan tersenyum ke faris…

“ia mas kami dsini…” jawab sarah…

“cemana kabar kau kawan???” tanya habib…

“ah gapapa kawan, cuma kaki ku saja yang sepertinya ada masalah… mudah2 an tidak serius…” jawab faris…

“insya allah mudah2 an cepet sembuh ya kawan… alamaaakk… sebenarnya apa pulak yang kau pikirkan kawan ketika melewati zebra cross tuh??? mikirin cewek ya?? lanjut habib sedikit bercanda untuk menghibur faris…

Faris dan sarah pun akhirnya tertawa dan suasanya pun menjadi santai…

“hahaha… masa pulak aku mikirin cewek? mana ada cewekku kawan?” faris bercanda…

“hahaha, siapa tahu aja kawan, kau kan ganteng, baik, pasti lah banyak cewek yang suka sama kau…” balas habib…

“iya juga ya kawan… tapi… mungkin juga aku lagi suka sama cewek ya..” jawab faris sambil melihat ke arah sarah….

hahahaha….

Faris pun melihat ke arah sang pengemudi. Ia agak penasaran mengapa ada orang jepang di ruangan itu dan ia tidak mengenalinya…

“sumimasen, kochira wa???! (maaf, ini dengan siapa ya???” tanya faris penasaran sambil melihat ke arah sang pengemudi…

“aa, i am sorry, my name is Tanaka, I am the one who hit you… ( maaf, saya Tanaka, saya adalah orang yg telah menabrak anda”… ucap sang pengemudi…

“hontou ni sumimasendeshita” (saya benar2 minta maaf), ” lanjut sang pengemudi sambil sedikit menunduk…

“ah, iie…iie… daijobu desu…” (ah tidak…, tidak apa-apa)…
“saya lah yg tidak hati2…” kata faris…

Tuan Tanaka kemudian menunjukkan kartu nama dan ketiganya kaget ketika mengetahui bahwa tuan Tanaka ternyata adalah seorang professor di universitas yg sama dengan faris dan sarah… namun di fakultas yg berbeda…

Kebetulan saat itu sang professor juga sedang terburu2 dan tidak melihat ada faris yg sedang berlari melintas…

Tiba-tiba seorang suster pun masuk ke dalam ruangan faris,

“konnichiwa faris san, o genki?? kata suster… ( selamat sore tuan faris, bagaimana keadaannya)..

“konnichiwa, totemo genki desu yo… yokatta !!! (selamat sore juga, sangat sehat sekali, alhamdulilah)..” jawab faris…

Jawaban faris yang bersemangat membuat sang suster tertawa, begitu juga dengan sarah, habib dan sang professor…

Suster pun mengecek kondisi faris… memeriksa infus, denyut nadi dan lain sebagainya… sarah pun sempat mengobrol dengan suster…

Setelah sang suster keluar ruangan, sarah kemudian mendekati faris dan menjelaskan kondisi faris…

“mas faris, gmana kakinya masih sakit?” kata sarah membuka percakapan…

“iya masih terasa ngilu sarah… sepertinya patah ya??” jawab faris sedikit penasaran…

sarah pun tersenyum dan mengangguk menandakan ia…

“jangan khawatir mas faris. alhamdulilah tidak ada cedera lain khususnya di bagian otak, mudah2an tidak masalah” lanjut sarah…

“Bgini mas faris, untuk bisa berjalan dengan kondisi normal, mas faris mungkin akan menginap di rumah sakit ini untuk beberapa waktu… jika semuanya lancar mungkin sekitar 2-3 bulan…” sarah menjelaskan…

” oh bgitu ya… hmmm…. baik deh tidak masalah, insya allah mas ikhlas… tapi saya boleh minta tolong sesuatu sarah?” pinta faris…

“tentu saja, silahkan mas faris jangan sungkan-sungkan”, balas sarah…

“kalau bisa keluarga saya di medan tidak perlu diberitahu ya… nanti mereka khawatir lagi…
terus saya bisa minta tolong sarah untuk ke kampus? paling tidak mengabari kondisi saya ke sensei dan ke lab, khawatirnya mereka akan mencari-cari saya karena saya tidak ke lab” pinta faris..

” oh begitu, baik mas faris, insya allah” jawab sarah mantap…

“baiklah mas faris, kalau bgitu saya dan mas habib permisi dulu, insya allah besok saya akan datang lagi… assalamualaikum ” ucap sarah…

“waalaikumussalam ” jawab faris…

“cepet sembuh kawan…!!! ” kata habib menyemangati..

“insya allah kawan, mohon doanya..” jawab faris…

Sang professor pun juga akan pamit.. sebelum pamit sang professor berkata ke faris agar jangan khawatir dgn biaya… semua akan ditanggungnya… bahkan ia mengatakan akan selalu mengunjungi faris sampai faris sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit…

faris sangat senang mendengarnya…

*****************
faris pun ditinggalkan sendirian di rumah sakit…

mendengar sarah akan kembali lagi menjenguknya, faris tampak senang dan bersemangat karena tahu kalau besok ia akan bertemu kembali dengan sarah, wanita yang dicintainya…

faris pun ikhlas dengan semuanya dan yakin bahwa semuanya pasti ada hikmahnya,,, dia menyerahkan semuanya kepada rabbnya dan banyak berdoa mudah-mudahan diberikan kesembuhan…

….

Episode #10

Setelah pamit ke Faris, Sarah dan Habib pun segera pulang… waktu telah menunjukkan pukul 9 malam ketika mereka tiba di apato…

Sarah yang sejak di perjalanan terus memikirkan Faris akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu kepada Habib. Intinya ia ingin sekali merawat Faris sampai sembuh mengingat selama ini Faris sudah banyak membantunya selama di Tokyo…

“Mas Habib, saya boleh bertanya sesuatu???, ucap Sarah membuka percakapan…

“Ya boleh… ada apa Sarah??.. jawab Habib,

“Sarah sangat kasihan dengan kondisi Mas Faris saat ini. Selama ini mas Faris selalu membantu Sarah dalam setiap kesulitan yang Sarah hadapi.
Sekarang mas Faris sedang berada dalam musibah dan kesulitan. Sarah ingin paling tidak membantu dan menemani…” ucap Sarah …

“Oooo begitu ya… ya benar.. memang sudah sepantasnya kita membantu Faris. Faris kan sudah seperti keluarga kita sendiri…” kata Habib…

Jawaban Habib membuat Sarah sedikit lega… Sarah mulai tersenyum… kesempatan itu tidak ia sia-siakan…

“Sarah berencana untuk menjenguk dan menjaga mas Faris setiap hari mas.. paling tidak 2-3 jam begitu…jadi sepulang kuliah, Sarah akan mampir ke rumah sakit dulu sebelum pulang ke rumah, kira-kira bagaimana mas?? tanya Sarah..

“Hmmm… ok deh tidak masalah… tapi jangan berlama-lama ya!!!… segera pulang ke rumah !!! , jawab Habib sambil tersenyum…

“Makasi mas Habib…insya allah” ucap Sarah sambil tersenyum…

*******************

Malam itu Sarah tidak bisa tidur… ia terus saja memikirkan Faris yang sendirian di rumah sakit. Sarah pun mulai memikirkan rencana-rencana apa yang akan ia lakukan untuk membantu mempercepat penyembuhan Faris…

Waktu telah menunjukkan pukul 12 malam ketika Sarah belum juga bisa tidur…. ia ingin sekali mengirim sms ke Faris namun khawatir kalau Faris sudah tidur… namun, keinginannya tak tertahankan dan ia nekat mengirimnya…

“Bismillah… mudah-mudahan di balas ya mas Faris ..” ucap Sarah dalam hati…

**************************

Faris sedikit terkejut dengan suara sms yang masuk ke handphone nya di waktu yang selarut itu… ia penasaran siapakah gerangan orang yang mengirim sms itu…

Ketika ia meliat screen handphone, Faris sedikit terkejut sekaligus senang melihat SMS dari Sarah mengingat sudah beberapa hari ini tidak pernah mendapat SMS lagi dari Sarah setelah kehadiran Habib…

Faris segera membaca isi sms Sarah…

“Assalamualaikum mas Faris, sudah tidur kah? maaf Sarah sms malam-malam… hanya ingin tahu kabar mas Faris saja. Semoga mas Faris baik-baik saja…”

Sontak Faris senang luar biasa… sms singkat itu serasa obat mujarab bagi cedera yang dideritanya… ia sangat merindukan masa2 komunikasi mereka lewat SMS, karena lewat SMS lah terkadang mereka bisa mengungkapkan sesuatu yang
terkadang sulit diungkapkan ketika bertemu secara langsung…

Faris segera membalas sms Sarah. Ia tidak ingin mengecawakan Sarah karena ia tahu Sarah juga sedang menunggu balasannya…

Suara handphone Sarah pun berbunyi, suaranya yang agak kuat membuat Habib yang tadinya sudah mulai tertidur menjadi terbangun…

“Sms dari siapa Sarah??” tanya Habib…

“Oh, bukan dari siapa2 mas, hanya dari temen, ” jawab Sarah sedikit gugup…

Sarah segera melihat screen handphone dan tersenyum saat melihat bahwa sms itu ternyata dari Faris…

“Dik Sarah yang baik dan perhatian…. kok belum tidur? tadi mas Faris sudah hampir tertidur loh… eh, ada sms masuk, jadinya mas Faris terbangun lagi… dik Sarah harus bertanggung jawab nih, hehehe….maaf bercanda…
Alhamdulilah mas baik-baik saja… oh iya besok jadi datang kan???… ucap Faris….

Sarah tersenyum membaca balasan sms dari Faris… ia juga merindukan saat-saat ketika Faris mengirim sms dengan kata-kata yang sedikit merayu, jayus, dan lucu…

“insya allah Sarah akan datang mas Faris yang baik, lucu dan juga perhatian..” jawab Sarah singkat…

Faris pun tersenyum membaca sms itu… hati nya serasa berbunga-bunga membaca pesan dari dari Sarah…Ingin rasanya ia habiskan malam itu untuk berkomunikasi dengan Sarah lewat SMS,
namun ia sadar ia harus beristirahat demi kesembuhannya…

“Baiklah dik Sarah, mas tidur dulu ya… sampai ketemu besok… Assalamualaikum”

“Waalaikumussalam”, jawab Sarah…

Malam itu suasana sangat cerah. Bulan pun bersinar dengan terangnya, indah sekali. Suasana begitu tenang. Di saat itulah ada orang-orang yang menghabiskan malamnya dengan tidur, dan ada pula yang banyak bermunajat kepada rabb nya.

Malam itu pun menjadi saksi bagaimana kisah perjalanan Faris selanjutnya…
Episode #11

Faris terbangun ketika mendengar alarm berbunyi yang menandakan subuh telah tiba…
ia segera bersiap2 melaksanakan sholat, bermunajat kepada rabb nya…

Hari itu adalah hari kedua Faris berada di rumah sakit setelah kemarin siang ia mengalami kecelakaan dan harus di rawat…

Matahari pun segera memancarkan sinarnya yang indah ke seluruh alam… Bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan matahari sehingga sinarnya bermanfaat bagi seluruh makhluk…

Tiba-tiba seorang suster pun masuk ke ruangan faris…

“Ohayou gozaimasu, faris san…(selamat pagi tuan faris)..” kata sang suster
“Ohayou gozaimasu… ” jawab Faris…

“Bagaimana kabarnya faris, apakah kakinya masih sakit??” tanya suster sambil membuka jendela sehingga udara segar bisa masuk ke ruangan faris…

“ah, rasanya sudah mulai baikan dibandingkan kemarin suster”… jawab faris…

“syukurlah…oh ya, nama saya Aoki…saya yang akan merawat anda selama dsini “… kata sang suster…

“oh bgitu, baik suster Aoki… terima kasih… yoroshiku onegaishimasu ” kata Faris…

Suster Aoki hanya tersenyum… seperti biasa ia kemudian memeriksa infus, balutan perban di kaki Faris dan lainnya…

“Baiklah tuan faris, saya permisi dulu… nanti akan datang Dokter yang akan memeriksa anda…” kata suster Aoki…

“ya terima kasih suster…” balas Faris…

Tak lama kemudian dokter pun masuk ke ruangan faris untuk mengecek keadaan Faris… Dokter masuk bersama dengan suster Aoki…

Dokter pun bertanya kepada suster Aoki terkait kondisi terkini Faris… mereka menggunakan bahasa Jepang dan sedikit sulit dipahami oleh faris karena istilah-istilah kedokteran yang masih awam bagi faris..

“hello faris… my name is Kubota, and I will be your doctor in charge from now…” kata Dokter Kubota…

“halo dokter, salam kenal juga. Terima kasih sudah menjadi dokter saya… ” balas Faris sambil tersenyum…

Dokter kemudian memeriksa faris dan banyak memberikan nasehat kepadanya… segala rekomendasi dokter segera dicatat oleh suster Aoki untuk ditindaklanjuti…

**********

Saat itu masih pukul 11.00 ketika Faris terus saja melihat jam dinding… ia sedang menunggu kedatangan Sarah… Sarah janji akan datang sekitar pukul 3.00 sore…

Ia ingin sekali meng-sms Sarah namun khawatir akan mengganggu Sarah yang mungkin saja sedang kuliah…

Namun tiba-tiba ia kaget ketika sekumpulan orang masuk ke ruangannya… mereka adalah teman-teman Faris dari Persatuan Pelajar Indonesia di universitas Faris…

Faris sedikit terkejut karena tidak menyangka mereka tahu tentang kondisi faris… usut punya usut ternyata sarah lah yang memberi kabar kepada semuanya kalau faris mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit…

Kedatangan teman-teman membuat Faris sangat bahagia… mereka memberikan semangat dan motivasi yang luar biasa kepada Faris…

obrolan2 santai dan menghibur dirasakan faris saat itu. Kekeluargaan diantara mereka di kampus ternyata
sangat kuat…

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 2.30 ketika teman-teman Faris akhirnya permisi mau pulang… mereka mendoakan semoga Faris lekas sembuh..

*****

Waktu menunjukkan pukul 2.50 ketika Sarah tiba-tiba masuk ke ruangan Faris…

“Assalamualaikum mas Faris ???” Sarah memberi salam..

“Waalaikumussalam Sarah… silahkan masuk… ” jawab Faris sambil tersenyum…

“Wah…wah… Sarah cepat sekali datangnya??? padahal masih 2.50 loh… ” tanya Faris penasaran…

“Oh itu… hmm.. tadi kelasnya selesai lebih cepat 10 menit mas, jadi Sarah langsung bergegas kemari..” jawab Sarah..

“Oooo begitu…sip ” ucap Faris mantap…

Sarah pun segera membereskan pakaian2 Faris yang kotor…

“Oh iya mas, nanti saya minta tolong Abdul kali ya untuk membawakan pakaian mas Faris dari rumah? soalnya mas Faris kan belum bawa pakaian ganti kan??” tanya Sarah…

“Oh iya ya… ok deh, nanti saya saja yang menghubungi Abdul… mudah2an dia tidak sibuk..” jawab Faris…

“tadi juga temen-temen pada kesini loh? wah senangnya dikunjungi… hehehe… makasi ya udah ngabari ke temen2…” lanjut Faris…

“Oh iya kah… syukur deh mas”… balas Sarah…

Merekapun asyik bercerita tentang berbagai hal… sambil bercerita Sarah membuatkan beberapa makanan dan snack ringan untuk faris…

Tak tergambarkan betapa bahagianya Faris saat itu bisa bersama dengan Sarah…

Tak terasa sudah 1 jam mereka bercerita….ketika tiba-tiba ada seorang gadis masuk ke ruangan Faris…

“Shitsurei shimasu… Faris san desu ka??? (permisi, apakah ini dengan tuan Faris)” kata gadis itu…

Sontak Faris dan Sarah terkejut dan segera melihat ke pintu… Mereka berdua kaget ketika melihat seorang gadis Jepang, cantik sekali, anggun, dan pakaiannya yang rapi dan enak dipandang, tiba2 masuk ke ruangan Faris…

Dari pakaian, terlihat bahwa gadis itu bukan gadis sembarangan, gadis yang berkelas. Rambutnya yang panjang terurai, matanya yang indah, suaranya yang halus
membuat sekejab Faris dan Sarah tampak takjub… bahkan Sarah sendiri mengagumi kecantikan dan keanggunan sang gadis…

Siapakah gadis itu sebenarnya ????

nantikan kisah selanjutnya…

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s