Belum Ada Judul (7-8)

Posted: May 7, 2013 in hikmah

Episode 7

******
Faris sangat bahagia sekali bertemu dengan Habib, yang ternyata adalah teman lamanya.
Mereka dulunya teman satu SMA di Medan. Saat itu Faris adalah ketua OSIS dan Habib adalah wakil nya.
Bahkan mereka pernah satu kos selama 1 tahun sebelum akhirnya Faris pindah ke kos yang baru yang lebih dekat dengan sekolah.

Mereka dikenal dengan 2 sahabat yang sangat akrab. Dimana ada Faris, pasti dsitu ada Habib. Faris tahu semua tentang Habib, bgitu juga Habib pun tau segal hal tentang Faris.
Mereka juga sering diutus sekolah dalam kegiatan2 lomba, perwakilan sekolah dalam study trip, dan lain sebagainya… bahkan orang tua Faris mengenal Habib, dan orang tua Habib pun mengenal Faris…

Namun saat kelulusan SMA, keduanya hilang contact… maklumlah dulu belum ada facebook, paling juga friendster.. itu juga mereka tidak punya…
Faris berangkat ke Jogja untuk meneruskan S1 di Fakultas Pertanian UGM, sedangkan Habib tidak tahu rimbanya… dan ternyata… Habib juga meneruskan kuliah di UGM setelah 1 tahun menganggur…
…………..

Keduanya pun menaiki skyliner menuju ke stasiun nippori… Faris akan mengantar Habib ke Bunkyou-ku (itu adalah lokasi universitas dimana Faris dan Sarah kuliah).. janjinya
mereka berdua akan bertemu Sarah di gerbang kampus…

Ketika berada di dalam skyliner, Habib tak bosan-bosannya becerita tentang kisah mereka berdua ketika SMA…

“Hai kawan, masih ingatkah kau dengan si Aminah, putri pak Abdullah yang dulu jadi bunga sekolah kita??” kata Habib membuka percakapan…

“Hahaha, Aminah !!!… ya si Aminah… ya masih kenal lah bib, gadis cantik, baik, pinter bgitu siapa yang tak ingat !!!… jawab Faris tak mau kalah…

“Tapi kau juga masih ingat kan kawan klo kita berdua dulu pernah suka dengan dia??” Habib meneruskan…

“Hahaha…. iya benar kawan… benar sekali itu… hahaha…” jawab Faris…

“Tapi kau dulu nakal kawan, masa kau pakai celana jeans kesayanganku demi untuk bertemu aminah di akhir pekan saat acara nonton layar tancap” ??? padahal hari itu aku juga kan pingin juga pake celana itu untuk menonton layar tancap dan bertemu dengan si aminah??? kata Habib…

“Hahaha… wah maaf sekali kawan aku tak izin… soalnya saat itu aku pikir kau tak akan pergi menonton layar tancap, hahaha…”, “lalu, apakah kau jadi juga datang menonton ?” tanya Faris…

“ya jadilah kawan… akhirnya kupake jugalah celana ku yang satunya lagi, yang agak bolong di bagian betisnya itu loh..hahahaha…”, “alamak, malu kali aku bah !!!… gak punya nyali aku mendekati si Aminah saat itu… jawab Habib dengan penuh semangat…

“Tapi kau juga tak lupa kan kawan kalau dulu kita pernah makan di warung bang ucok dan lupa tak bayar…” hahaha… kata Faris…

“hahaha,,, gara2 itu lah kawan aku jadi sakit perut… sebenarnya aku yakin ada yang tak beres… eh..eh.. ternyata kita lupa belum bayar” lanjut habib…

“Hahahaha…..” keduanya tertawa sangat lepas mengingat kisah-kisah lucu ketika di SMA dulu…
mereka pun melanjutkan ke cerita-cerita lainnya, mulai dari yang lucu, sedih, meneganggangkan, memalukan, dan lainnya…

lucu memang…

dan setelah lebih dari setengah jam skyliner melintasi relnya, tak terasa merekapun tiba di nippori eki (eki=stasiun)… selanjutnya mereka pun norikaeri (pindah jalur untuk menyambung ke kereta lainnya) menggunakan JR line menuju komagome eki, dan kemudian norikaeri lagi dengan menggunakan namboku line menuju Todaimae eki… Todaimae eki adalah stasiun terdekat ke kampus Faris…

“Wah..wah…wah… mantap sekali teknologi di Tokyo in ya kawan”
“Bingung aku untuk menghafal semua jalur-jalur yang sangat banyak ini”…kata Habib…

“Tenang aja kawan… makanya kami dsini pake smartphone untuk mengecek jalur kereta dan lain sebagainya… bahkan aku sendiri pun tak hafal2, hahaha”” balas Faris…

Mereka pun berjalan menaiki elevator ke atas karena jalur kereta Namboku line adalah jalur kereta subway (bawah tanah, atau juga dikenal dengan istilah Chikatetsu, yang artinya kereta bawah tanah)…
dan akhirnya mereka pun tiba di gerbang kampus…

Disana telah menunggu sarah dengan perasaan yang juga sangat rindu dengan Habib, sang suami, yang sudah ditinggalnya di Indonesia selama lebih kurang 1 bulan… maklumlah sebelumnya Sarah tidak pernah berpisah dari Habib lebih dari 2 minggu…

Dan saat Sarah melihat Faris dan Habib yang akhirnya tiba di gerbang kampus, perasaan kerinduan Sarah kepada Habib tak bisa ditutupi…
Sarah memeluk Habib dengan erat… begitu juga dengan Habib…

Faris mencoba sedikit menjauh dari mereka… Faris bisa memahami bagaimana perasaan keduanya…
namun di saat yang sama Faris juga sedikit gundah melihat pemandangan yang mengharukan itu… ada sedikit rasa cemburu di hati Faris,…
namun dia segera beristighfar memohon ampun, karena dia sadar perbuatannya itu tidak benar…

Episode 8

***************

Faris melihat keduanya berpelukan di depan kampus dengan sangat mesra…

Sarah dan Habib hampir lupa kalo ada Faris di sebelah mereka…

Dengan sedikit suara berdehem oleh Faris, Sarah dan Habib pun tersadar..

“Ah, astaghfirullah… maaf mas Faris…” ucap Sarah…

“Oh ya tidak masalah… hmm… baiklah Sarah dan kawan lamaku Habib… aku permisi dulu klo bgitu… sampai ketemu lagi ya… nanti klo butuh bantuan jangan sungkan2, ok !!! ” lanjut Faris…

Mendengar kata-kata kawan lama dari Faris, sontak membuat Sarah kaget…

“Loh, mas Faris kenal dengan mas Habib???” ucap Sarah dengan nada penasaran…

Habib dan Faris pun tertawa…

“Hahaha… klo itu kau ceritakan lah sendiri kepada si Sarah ya bib…” ucap Faris..

“Beres kawan..” jawab Habib..

“Ok lah klo bgitu… assalamualaikum “, ucap Faris meninggalkan mereka berdua..

“Waalaikumussalam”, jawab Sarah dan Habib…

Faris pergi meninggalkan mereka berdua di gerbang kampus… selangkah demi selangkah ia semakin menjauh dari mereka…
Sebenarnya ia ingin berpaling untuk melihat mereka berdua… tapi Faris mengurungkan niatnya…

Ia ingin melihat mereka paling tidak sekali saja…

……..

Malam itu Faris tidak bisa tidur… ia selalu terbayang Sarah dan Habib…
Faris pun membuka laptopnya dan mencoba melihat facebook Sarah….

Dan…ya seperti dugaannya, foto Sarah dan Habib di depan gerbang kampus telah menjadi profil picture… berbagai komen dari banyak orang pun bermunculan…
semua orang berbicara mengenai kemesraan mereka berdua… bahkan tidak sedikit yang mengatakan bahwa Sarah dan Habib adalah pasangan yang serasi…

Komentar-komentar itu bukannya membuat Faris senang, dia malah sedikit gundah dan perasaan2 yang dia sendiri tidak mengerti…

Intinya dia sedang cemburu…

**************

Keesokan harinya, ketika Faris bangun dari tidurnya dan selesai sholat subuh, dia segera mengambil handphone…

Faris mengirim sms ke Sarah dan bertanya tentang kabar sarah, kesulitan2 yang dihadapi dan bantuan apa yang bisa diberikan Faris…

Namun setelah mengirim sms, ia baru sadar klo dirinya telah khilaf…

“Astaghfirullah… knapa juga tadi aku mengirim sms ke Sarah???”… ucap Faris dalam hati…

Ternyata itu adalah kebiasaan faris setiap hari… Faris selalu saja mengirim sms ke Sarah paling tidak untuk tahu kondisi sarah…

Ia baru sadar bahwa seharusnya ia tidak perlu lagi mengirim sms mengingat Habib sudah bersama Sarah saat ini…

….

Sms pun masuk ke handphone Sarah… saat itu Sarah sedang di kamar mandi dan handphone diletakkan di meja dekat tempat tidur…

Habib yang melihat ada sms masuk epintas melihat ke layar handphone dan ia sedikit terkejut ketika melihat ada sms dari Faris…

Dengan sedikit penasaran Habib membaca sms dari Faris… ia kemudian membuka inbox dan melihat puluhan sms dari Faris masih tersimpan di handphone Sarah….

Habib membaca satu persatu sms dan ada perasaan kurang enak di hati Habib… sms yang balas berbalas antar Sarah dan Faris menurutnya sedikit agak mesra dan romantis…

Habib sedikit cemburu melihat itu…namun ia berusaha untuk tetap positive thingking dan berpikir bahwa mereka hanya berteman, tidak lebih…

….

Habib segera meletakkan handphone Sarah ketika Sarah tiba2 masuk ke dalam kamar…

“Oh ya Sarah, itu ada sms dari Faris… maaf terbaca oleh saya..” ucap Habib sedikit ketus…

“Oh iya kah??? baik mas ” jawab Sarah datar…

“Kelihatannya kamu dekat ya dengan Faris” lanjut Habib dengan sedikit penasaran…

“Ah cuma sebatas teman saja kok mas, maklumlah saya selalu meminta bantuan mas Faris untuk mengurus segala sesuatunya”, jawab Sarah…

“Ooo… bgitu ya, ok deh” ucap Habib …

Sebenarnya Habib masih penasaran dengan jawaban Sarah… ntah kenapa ia merasa ada sesuatu diantara mereka… namun segera ia tepis perasaan2 itu dan mencoba untuk tetap positive thinking…

…….

Sarah kebetulan tinggal di sebuah kompleks apartment di daerah Sendagi (perjalanan sekitar 7 menit ke kampus) … disana Sarah bertetangga dengan orang Jepang…

Habib pun keluar apartment untuk melihat kondisi di sekitar… dia cukup takjub melihat bagaimana rapinya bangunan2 itu… kondisi apartmen juga sangat kondusif dan nyaman.. tidak ada suara2 orang berisik… ya, sebagaimana sifat orang jepang yang selalu berusaha untuk tidak mengganggu orang lain… itulah yang membuat suasana apartment itu diam, tidak berisik, dan …. sepi…

***********************************************

Hari-hari dilalui Faris tanpa sedikitpun melupakan Sarah dan Habib… setiap saat ia selalu ingin tahu bagaimana kondisi mereka, apa yang mereka sedang lakukan, dan sedang dimana mereka berdua..

Faris mencoba memantau kegiatan mereka melalui facebook sarah… untungnya sarah selalu update status…

Terkadang sarah menulis “lagi bersama kekasih tercinta”, atau “akhirnya bisa foto berdua dengan kekasih di Tokyo Tower”, dan juga “jalan-jalan dengan kekasih mencoba makanan Jepang”…

“Aaaah… sungguh romantis… sungguh indah…”, gumam Faris dalam hatinya…

Perasaan Faris pun semakin tak menentu… Ia seperti kehilangan semangat… sms dari Sarah sudah jarang ia terima… ia pun sungkan untuk mengirim sms ke sarah…

Biasanya setiap hari hampir dalam 15 menit Faris atau Sarah akan mengirim sms.
Adaaa saja topik yang mereka bahas,,,

Namun sekarang sudah tidak bisa lagi… Faris merasa kesepian…

…..

Faris seperti manusia tanpa nyawa… gairah belajar dan penelitiannya juga menurun drastis… terkadang memang wanita bisa menjadi motivasi bagi pria untuk melakukan sesuatu… dan itu mungkin berlaku bagi faris… nampaknya Sarah merupakan motivasi bagi Faris…

Bahkan ketika kuliah sering kali Faris melamun dan tidak konsen… sampai2 beberapa kali Faris ditanyai oleh Sensei mengenai permasalahannya, namun ia mengatakan tidak ada apa-apa…

Sampailah suatu saat saat ketika selesai kuliah, Faris merasa agak malas untuk kembali ke lab melanjutkan jikken (penelitian). Ia ingin segea pulang ke apato (apartment) untuk beristirahat…

Ia jalan perlahan keluar gerbang… dan… di saat bersamaan, tiba2 ia melihat ke depan ke arah seberang jalan…

Faris kaget melihat Sarah dan Habib lagi jalan berdua… sepertinya mereka mau pergi ke suatu tempat…

Tiba-tiba Faris bergitu girang dan bersemangat… apalagi ketika ia melihat Sarah dan senyuman menawannya… Faris mencoba memanggil mereka berdua dari seberang jalan namun mereka tidak dengar…

Faris segera menyusul mereka paling tidak untuk menyapa atau mengucapkan selamat siang… walaupun sebenarnya ia ingin paling tidak menyapa Sarah…

Faris segera berlari menyeberangi zebra cross… saking semangatnya, ia tidak menyadari kalau lampu lalu lintas sedang merah…

Faris menyeberangi jalan sambil berlari. Ia tidak sadar ada sebuah mobil melaju dengan kencang ke arahnya…

dan tiba2….

“praaakk…”… Faris terlempar ke sudut jalan…

Dia setengah sadar dan masih sempat melihat sekelilingnya…. Ia mencoba bangun namun ia tidak kuat….
Mobil yang menabraknya langsung berhenti dan sang pengemudi segera menghampirinya…

“Daijoubu desu ka? daijoubu desu ka? (apakah anda baik2 saja??) ” kata sang pengemudi …..

Faris mencoba mengangguk untuk mengatakan klo ia tidak apa-apa… walaupun sebenarnya ia sangat kesakitan…

Sontak suasanya menjadi ramai dan orang-orang berdatangan ingin menolong Faris…

Faris masih bisa bertahan namun dia sudah tidak tahan lagi, perlahan2 ia menutup matanya… namun sebelum ia benar-benar menutup matanya, ia masih sempat melihat seorang wanita cantik berjilbab duduk di sebelahnya sambil memanggil-manggil nama Faris….

…..

bersambung …

Comments
  1. ami says:

    Nice story nggi.. Posting yg smpai 16 nyo nggi. Atau kiriman ciek k email ami.. Pengen bc lbh lanjut.. Hehehehe

  2. waiting for the next story
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s