Belum Ada Judul* (1-6)

Posted: May 6, 2013 in hikmah

Berikut merupakan tulisan dari salah seorang sahabat ku yg beliau share di FB nya. Gak tahu apakah ini diangkat dari kisah nyata atau hanya sekedar imajinasi nya saja. Sahabatku yang menuliskan cerita ini  bernama Syaiful Amri S., kita dulu adalah sama-sama penerima beasiswa PPSDMS Nurul Fikri Reg Yogyakarta, sehingga kita pernah tinggal satu atap selama kurang lebih 2 tahun. Orangnya multi talenta, bisa acting, nyanyi, bermain musik, pemimpin di organisasi kampusnya, trainer juga, dan menjadi mahasiswa berprestasi di fakultasnya. Sekarang Bang Ipul (demikian kita biasa memanggil) sedang melanjutkan S2 nya di Jepang, kayaknya kuliah di Jepang tidak sepadat yang dibayangkan deh, buktinya beliau masih sempat nulis cerita bersambung ini di FB nya, dan aku pun gak tahu kenapa senantiasa terus menunggu kelanjutan cerita nya tersebut. Setelah meminta ijin Bang Ipul, aku berniat posting aja cerita nya ini, bagi ku sih menarik untuk disimak. Hingga tulisan ini diposting sudah sampai pada episode 16. Akan tetapi aku akan mempostingnya secara bertahap, sehingga bagi yg belum ber-friend dg Bang Ipul melalui FB nya juga merasakan penasaran sebagaimana yang aku rasakan saat menunggu kelanjutan episode demi episode. Berikut episode 1-6, selamat menikmati 😀

Episode 1

Jadi ceritanya ada seorang pemuda yg berkenalan dgn seorang ibu. ibu ini sangat baik sekali. Ibu ini ternyata punya putri yg cantik, pinter dan insya allah shalihah. ibu ini pingin menjodohkan putrinya dgn pemuda tadi, karena menurut ibu ini si pemuda juga baik dan sopan.
Sebenarnya si pemuda juga sangat suka dengan putri sang ibu tadi dan berharap bisa berjodoh dengannya. Namun karna alasan masih kuliah, pemuda ini belum bisa menerima tawaran sang ibu.
Alhasil karna si ibu sudah tidak sabar lg pingin agar putrinya menikah, sang putri pun dijodohkan dengan pemuda lain.

Episode 2

mengetahui putri sang ibu dijodohkan dgn pemuda lain, sang pemuda ini pun sedikit kecewa.. namun ia yakin mungkin sang putri bukan lah jodohnya… insya allah sang pemuda menerima dgn ikhlas…
tp walau bagaimanapun sang pemuda sudah kadung suka dgn putri sang ibu tadi…
6 bulan pun berlalu dan ternyata sang pemuda belum bisa melupakan putri sang ibu tadi…
di sela2 waktu kuliah nya ia selalu melihat foto sang putri melalui facebook… (perlu diketahui bahwa saat ini sang pemuda sedang kuliah di luar negeri)…
namun suatu saat ketika berangkat ke kampus, sesuatu yg tak terduga pun terjadi…
saat sang pemuda masuk gerbang kampus, tampak olehnya seorang wanita cantik, molek wajahnya, yg ternyata adalah putri sang ibu…
perasaan kaget yg sangat besar pun tampak di wajah sang pemuda… dan di saat yg sama ia sangat senang melihat sang putri…

Episode 3

untuk memudahkan cerita, anggap saja si pemuda bernama “faris” dan
si putri bernama “sarah”

Faris adalah seorang mahasiswa Master di salah satu universitas di Tokyo…
Sarah adalah seorang mahasiswi kedokteran di salah satu universitas di Indonesia…

walaupun pada akhirnya tidak menjadi suami sarah, namun ibu sarah sempat mengenalkan sarah dengan faris, itupun melalui facebook dan email saja…
dan selama kurun waktu itu, faris dan sarah berkomunikasi hanya lewat facebook dan email saja tanpa pernah bertemu secara langsung…

kembali ke cerita…!!!

dengan perasaan yang bercampur aduk, faris pun mendekati sarah… lidahnya tak kuasa untuk mengatakan sesuatu selain , “Assalamualaikum sa..sa..sarah…”

“waalaikumussalam mas faris”… sarah menjawab sambil tersenyum…

suara sarah yang merdu dan syahdu membuat faris sejenak terdiam dan membisu… namun faris sadar ternyata dia tidak sedang bermimpi…

wajah itu sangat ayu sekali… sangat menentramkan jiwa…

faris mencoba menentramkan hatinya yang sedang bergejolak kuat… sedikit demi sedikit ia mencoba untuk mencairkan suasana..

“loh kok dik sarah ada dsini??”.. kata faris..

“Alhamdulilah sarah senang sekali akhirnya tanpa diduga bisa ketemu mas faris dsini”..

“tadinya sarah mau mengabari mas faris lewat email kalau sarah mau ke Tokyo, tapi malah kelupaan..” jawab sarah…

“sarah sedang liburan ya??”…faris melanjutkan

” oh tidak mas… alhamdulilah sarah dapat beasiswa dan kebetulan rejeki nya dapat di universitas ini.. sarah juga gak nyangka ternyata kita malah satu universitas”… sarah mengakhiri dengan senyum nya yang menawan…

perasaan tidak percaya terus saja menghampiri faris… gadis yang merupakan cinta pertamanya tanpa diduga sekarang berada di depan matanya… apalagi mereka akan bersama lebih kurang
2 tahun lagi…

perasaan faris juga semakin tak menentu ketika malamnya ia mendapat email dari ibunya sarah… dalam email itu sang ibu meminta agar faris dapat menjaga sarah selama disana karena sarah tidak memiliki
sanak saudara…

ketika faris membaca email sang ibu, ia tertegun ketika membaca baris terakhir email:

“nak faris, ibu titip sarah ya disana… nak faris kan sudah tahu kondisi di Tokyo… bahasa juga sudah memahami… tolong dibantu ya si sarah supaya betah disana…
tapi ingat loh nak faris, sarah itu sudah bersuami… !!!”…

…… faris pun hanya diam tertegun sambil menutup kedua matanya… ia sedang bingung…

bagaimanakah perjalanan faris selanjutnya dalam mendampingi sarah memperkenalkan kampus, budaya jepang, kota tokyo dan lainnya??
mampukah ia menjaga hatinya dan tetap konsisten menjadi seorang tutor yang sewajarnya??

Episode 4 

malam itu, setelah faris membaca email sang ibu… faris tidak bisa tidur…
ia memang berbaring di kasurnya, tapi matanya tetap terbuka… ia sedang berpikir kedepannya bagaimana ia akan mendampingi sarah…

tanpa sadar, waktu telah menunjukkan pukul 2 pagi dan ia belum bisa memantapkan pikirannya… ia pun memohon kepada rabbnya dalam sholat tahajud, mengharapkan petunjuk dan keikhlasan hati, serta pikiran yang lurus
dalam bertindak kedepannya… dan akhirnya, ia pun tertidur di atas sajadahnya…

Pagi pun tiba,,,

Hari itu faris akan mengajak sarah keliling kampus dan juga beberapa tempat di sekitar kampus…

sebenarnya univeristas juga menyediakan orientasi bagi mahasiswa asing, tapi sarah memaksa faris untuk menjadi tutornya karena lebih enak jika menggunakan
bahasa indonesia untuk tahu detail tentang kampus…

mereka pun janji bertemu di depan gerbang kampus…

faris tiba dengan gayanya yang selalu rapi dan stylist…
15 menit kemudian sarah pun tiba dengan style pakaian gamisnya yang cantik, berjilbab, dan seperti biasa, senyuman yang manis..

“assalamualaikum sarah…”, sapa faris…
“waalaikumussalam mas faris, maaf nih terlambat,, tadi sempet kebingungan jalur kereta nya”… balas sarah..

” oh ya gpp… maklum lah masih awal-awal di Tokyo, nanti juga jadi biasa…”, balas faris…

sarah hanya tersenyum…

“baiklah sarah, hari ini saya akan membawa kamu keliling kampus.. saya akan memperkenalkan kampus dengan sangat detail”… kata faris mantap…

“ok, silahkan…”, jawab sarah.

mereka berjalan menyusuri gedung2 tinggi di dalam kampus… walaupun awalnya faris tampak gugup ketika menjelaskan,
namun lama kelamaan merekapun menjadi akrab… faris pun tanpa ragu-ragu sesekali mengeluarkan candaan dan joke2 yang membuat sarah tertawa…
sesekali faris curi-curi kesempatan melihat wajah sarah, namun ia segera berpaling ketika sarah tiba2 melihat ke arahnya…

Lelah seharian berjalan, merekapun akhirnya tiba di kantin kampus. hari telah siang dan saat nya makan…

faris mengajak sarah menuju kantin dan memperkenalkan yang mana makanan halal dan mana yang bukan…

mereka menuju salah satu meja di kantin dan makan disana…

saat makan tiba-tiba sarah bertanya kepada faris..

“mas faris, maaf ni saya bertanya… mas faris sudah punya calon kah? knapa umur sgini belum menikah??”… kata sarah..

sontak pertanyaan itu membuat wajah faris memerah.. hampir ia tidak bisa menelan makanan yang ada di mulutnya…
ternyata sarah tidak mengetahui klo ternyata ibu sarah pernah hampir menjodohkan sarah dengan faris… dan ibu sarah juga ternyata tidak pernah cerita
mengenai hal itu kepada sarah…

ibu sarah hanya bercerita kalau dia punya kenalan seorang mahasiswa di Tokyo, namanya faris, dan akan sangat baik jika sarah bisa sharing2 pengalaman dengannya…
hanya itu saja, yaa hanya sebatas itu…

……….

Episode 5

faris masih kaget dengan pertanyaan sarah… namun ia sadar bahwa ia harus segera menjawab pertanyaannya

“oh itu… hmmm… ya sbenarnya pernah sih saya hampir dijodohkan dengan seorang gadis di Indonesia…”
“namun karena alasan satu dan lain hal saya belum bisa menerima tawaran itu dan si gadis menikah dengan pemuda lain…” faris menjawab sambil memandang wajah sarah

“oh bgitu ya… sayang sekali ya mas.. padahal menurut sarah orang yg berjodoh dengan mas faris ini pastilah gadis yang beruntung… ” ungkap sarah sambil tersenyum…

“tapi jujur sarah juga pernah loh mas hampir dijodohkan dgn seorang pemuda… ibu bilang pemuda itu baik dan insya allah dapat menjadi suami yg bertanggung jawab… tapi ibu gak pernah cerita siapa pemuda itu, dimana ia tinggal dan apa aktivitasnya…” balas sarah

setelah beberapa waktu, ibu malah tidak membahas lagi soal itu… ya… sarah pun jadinya tidak menganggap itu suatu hal yg serius “… lanjut sarah

faris sedikit gundah mendengar kata2 sarah… ia pun membayangakan seandainya saja wanita yg ada di depannya saat ini adalah istrinya… pastilah sangat membahagiakan…

tapi apa lah daya… mungkin Allah punya cerita lain utk faris..

“oh iya, kok foto pernikahan sarah gak diupload di facebook? mas belum pernah lihat suami sarah loh !!! “.. ucap faris yg sedikit penasaran…

“oh itu… ah malu mas pasang foto nikah di facebook…” jawab sarah

“nama suami sarah siapa?? kerja dmana?” lanjut faris penasaran…

“nama suami sarah, habib. sekarang mas habib kerja di salah satu perusahaan di jogja… mas habib dulunya lulusan ugm…” jawab sarah…

“oh lulusan ugm ya? wah sama dengan saya dong…, jangan2 saya kenal lagi, ..” ungkap faris dengan sedikit bercanda…

“wah bener juga ya mas faris… ” balas sarah…

“insya allah bulan depan mas habib akan ke tokyo kok… nanti akan saya kenalkan… ” sarah melanjutkan…

“oh bgitu ya…ok deh..” jawab faris datar…

Hari demi hari dilalui faris dengan mengajak sarah ke berbagai tempat. Sarah pun semakin memahami dan dapat beradaptasi dengan baik.
Adanya kegiatan Persatuan Pelajar Indonesia di universitas tersebut membuat mereka sering sekali bertemu… bahkan saat weekend faris juga sering
mengajak sarah dinner di restoran halal sambil memperkenalkan beberapa makanan favoritnya….

1 bulan pun berlalu dan tanpa sadar saat ini mereka sudah terlihat sangat akrab… sarah sering sekali meminta bantuan kepada faris untuk urusan administrasi, khususnya urusan
yang menggunakan tulisan kanji… maklumlah sarah belum begitu bisa membaca kanji…

faris juga merasa sudah sangat dekat dengan sarah… karakter sarah, kesibukannya, kesehariannya, hal2 yang disukai sarah, mulai dari makanan, minuman dll
hampir seluruhnya diketahui oleh faris…

dan, sampailah pada suatu hari ketika tiba-tiba handphone faris berdering… ternyata itu dari sarah…

“assalamualaikum mas faris…” sapa sarah…

“waalaikumussalam sarah..”, jawab faris..

“maaf nih mengganggu mas faris, bgini mas, kebetulan mas habib, suami saya, besok pagi kan akan tiba di bandara narita, tokyo. nah kebetulan besok juga sarah ada
kelas tambahan dari sensei (dosen) secara tiba2 dan sarah harus mengikuti kelas tersebut… kira2 klo saya minta tolong mas faris untuk jemput mas habib di bandara
narita bisa tidak ya ???” … ucap sarah..

“oh bgitu ya… hmmm… sebenarnya saya sih ada acara juga,,, tapi … ok lah gak masalah…” jawab faris…

” wah terima kasih sekali nih mas faris… cuma karena mas faris belum pernah bertemu mas habib, mungkin mas faris tidak mengenali suami saya,
jadi bagaimana ya kira2???”.. ungkap sarah sedikit khawatir..

” oh itu tidak masalah.. nanti saya akan pake name tag atau semacamnya…. beritahu saja ke habib klo akan ada temen sarah yang akan menjemput di bandara…” kata faris..

” oh bgitu. baiklah mas… terima kasih sebelumnya… assalamualaikum…” sarah menutup telpon…

” waalaikumussalam” jawab faris…

esok paginya faris berangkat ke bandara narita… tak lupa dia membawa selembar kertas sebagai name tag sehingga habib akan mengenali dari nama yang tertulis pada name tag itu…
dia pun pergi menaiki skyliner dari stasiun nippori (salah satu stasiun JR line di tokyo)…

perjalanan dari stasiun nippori ke bandara narita membutuhkan waktu 38 menit. faris pun tiba tepat waktu disana…

Sesuai jadwal, habib diperkirakan tiba pukul 7.30 JST dengan menaiki pesawat Garuda Indonesia…

setelah menunggu sekitar 15 menit, tampak para penumpang pesawat sudah keluar melalui gate kedatangan…

dengan teliti faris mengamati setiap penumpang … jantungnya juga sebenarnya berdebar-debar karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan habib, suami dari wanita yang bahkan sampai saat ini masih dicintainya…
berkali-kali dia bergumam dalam hatinya dan mengatakan betapa beruntungnya habib beristrikan sarah…

15 menit berlalu dan belum juga ada orang yang mendekatinya…

namun…sontak pandangannya tertuju pada seseorang… dan dia sangat terkejut sekali melihat orang itu…

…….

Episode 6

faris melihat dengan teliti ke setiap penumpang yang keluar dari gate kedatangan di bandara narita…
hampir 15 menit dia mengamati namun tidak ada juga orang yang kemudian mendekatinya…

faris membawa selembar kertas bertuliskan “Mr.Habib” sehingga akan mudah untuk menemukan habib dari sekian puluh penumpang yang keluar dari pintu kedatangan..

namun, setelah beberapa lama… sontak pandangan habib tertuju pada seseorang… awalnya dia masih ragu apakah mengenal orang itu atau tidak… orang itu juga kelihatannya sedang mencari-cari seseorang yang akan menjemputnya…
semakin faris melihat dengan lebih fokus, faris akhirnya sadar bahwa dia mengenal orang itu…

untuk memastikan, faris kemudian berjalan ke arah orang itu… faris pun sangat terkejut ketika pada akhirnya dia melihat dengan jelas siapa orang itu…

“habiiibbb…habiibbb… subhahanallah !!!!” teriak faris…

habib yang sejak tadi melihat-lihat kearah orang-orang yang menjemput kemudian kaget mendengar seseorang memanggil namanya…
habib kemudian bergegas menuju orang yang memangggil namanya itu…

ketika habib semakin dekat dengan orang itu, refleks habib pun berteriak…

“allahuakbar … faris…!!!, masya allah faris… kamu faris temenku satu SMA kan???” , ucap habib bersemangat dan penuh dengan rasa haru…

“iya habib, iya… ini aku faris… masya allah…” jawab faris sambil memeluk erat habib…

“subhanallah… ternyata faris yang disebut-sebut sarah di email itu kamu toh… masya allah…dunia ini sempit ya kawan…”

“hahahahaha… tak kusangka, kita malah ketemu di negeri antah berantah ini kawan”, kata habib…

“hahaha… iya kawan… subhanallah… aku juga tidak menyangka… tapi nanti saja ceritanya kawan…
mana koper2 mu biar aku bawa… mari sini…” kata faris…

“namun sebelumnya, Selamat datang di Tokyo, wahai saudaraku habib…”, ucap faris…

merekapun tertawa lepas menandakan perasaan bahagia luar biasa… moment itu tidak disia-siakan faris… ia segera mengeluarkan kamera digitalnya dan mengambil foto mereka berdua di bandara narita…

faris sangat bahagia bertemu dengan habib yang rupa-rupanya teman lamanya… walaupun mereka satu kampus di UGM saat S1, namuan keduanya tidak pernah menyadari bahwa mereka
ternyata satu kampus… kesibukan masing2 membuat mereka sekalipun tidak pernah bertemu…jika dihitung2, berarti mereka sudah tidak bertemu selama hampir 6 tahun….

bagaimanakah kedekatan faris dan habib di waktu lampau?? dan bagaimanakah faris akan menempatkan dirinya diantara habib dan sarah??

(bersambung)

Comments
  1. suararaa says:

    hahhaha y ampun.. ngakak. LOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s