Hakikat cinta adalah melepaskan

Posted: November 4, 2012 in hikmah
Tags: ,

Aku adalah satu dari banyak orang yang cukup terinspirasi dari kutipan-kutipan Tere Liye. Begitupun juga novelnya,nyaris tiap membaca novel Tere Liye selalu meneteskan air mata T_T. Berikut ini aku posting ulang beberapa kutipan Tere Liye dari fanpage Facebook nya. Semoga bermanfaat dan menginspirasi kalian juga 🙂

https://www.facebook.com/darwistereliye

 

Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat.

Berapa banyak air mata yang sudah kita tumpahkan untuk seseorang, benda, atau sesuatu di atas dunia ini? Dan berapa banyak lagi yang akan kita tumpahkan esok lusa?
My dear anggota page. Bukankah kalimat itu nyata? “Seseorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis), maka Allah akan menolongnya saat tidak ada lagi pertolongan yg tersisa kecuali pertolonganNya.”
Lantas, setelah mengetahui kalimat ini, apakah kita masih memilih menangis ber-ember-ember untuk seseorang, yang jangankan ngasih pertolongan, boleh jadi dia nyadar juga nggak, tahu juga nggak kita sedang menangis untuknya.
Ayo, lebih baik kita menangis untuk yang maha mendengar. Janji itu valid, pasti terbukti. Janji itu sungguh hebat, pertolongan saat tidak ada lagi yang bisa menolong. Allah sungguh tahu kita menangis untukNya atau bukan. Maka jangan sia-siakan air mata kita.

 

“Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan dari orang lain itu selalu sementara. Pemahaman dan penerimaan tulus dari kejadian yang menyakitkan itulah yang abadi.”

Kita memang tidak boleh pilih-pilih teman. Semua orang, dari suku bangsa, ras, agama, kebiasaan, dsbgnya. Tidak boleh pilih-pilih, semua manusia sama di atas dunia ini. Tetapi kita jelas dan jelas, harus selalu memilih teman kalau urusannya sudah tabiat yang merusak, seperti mabuk2an, nge-geng motor, kelayapan malam2, hidup bebas, merokok, dan paham-paham merusak diri sendiri lainnya.

 

“Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan bakso, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cuekin, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan bakso.”
“Biarkan semua mengalir bagai Sungai Kapuas. Maka kita lihat, apakah aliran perasaan itu akan semakin membesar hingga tiba di muara atau habis menguap di tengah perjalanan.”

Seorang guru pernah menasehati, anakku, ada empat prilaku manusia yang amat khas–yang terkadang tidak disadarinya:
1. Menjawab bukan hal yang ditanyakan
2. Bertanya hal-hal yang sudah ada jawabannya
3. Berseru untuk mencari perhatian
4. Berkomentar tapi tidak cocok dengan topiknya
Maka, juga ada empat obatnya, anakku:
1. Mendengar sebelum bicara
2. Membaca sebelum menulis
3. Mencatat sebelum menerangkan
4. Melengkapi sebelum menilai
Semoga kau paham.

 

Orang2 yang tidak membaca dengan baik (tidak membaca lengkap, menganggap sepele, merasa sudah paham tanpa baca detail), maka dia tidak akan pernah bisa menulis dengan baik.
Orang2 yg tidak bisa mendengarkan dengan baik (tidak mendengarkan dengan lengkap, menganggap ringan, merasa sudah paham tanpa perlu mendengarkan orang lain), maka dia tidak akan pernah bisa bicara dengan baik.
Cara terbaik menjaga diri dari gelombang asal bicara hari ini adalah: jangan buru-buru membuka mulut, berikan momen berpikir sejenak, lantas pikirkan lagi lebih lama, baru benar2 memutuskan apakah akan angkat bicara atau tidak. Bermanfaat atau tidak.

 

Kita tidak perlu jadi presiden, jadi raja, jadi orang kaya, penguasa, apapun itu, untuk bisa dimuliakan di dunia dan akherat.
Cukup dengan menjadi bapak yang baik saja bagi anak2 kita. Cukup dengan menjadi ibu yang baik saja bagi anak2 kita.
Tidak percaya? Bacalah surah Luqman dalam kitab suci. Beliau adalah seorang bapak yang baik, yang disebut-sebut dalam kitab suci. Amat mulia posisinya.

 

Janganlah sekali-kali kau membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang lain. Menganggap orang lebih bahagia atau kenapa hidup kita begitu nestapa. Kita tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui dan perjuangkan untuk mencapai kehidupan mereka yang sekarang. Karena itu, bersyukurlah dengan kehidupanmu yang sekarang.

Orang2 yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa2nya menguntai tangga yg indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik.

 

“Benarlah kata orang-orang bijak, selepas sebuah pertengkaran, dua musuh bisa menjadi teman baik. Apalagi dua sahabat, selepas pertengkaran, mereka bisa menjadi sahabat sejati.”

Walau laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, kalian tahu, ada pekerjaan hebat yang tidak bisa dilakukan oleh laki-laki paling perkasa, paling berkuasa sedunia. Yaitu: menjadi seorang Ibu.”

 

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s