1 Bulan di Balikpapan

Posted: November 1, 2012 in curcol abiss :D
Tags: ,

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa sudah hampir satu bulan lamanya aku berada di kota Balikpapan ini. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya berkesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah Borneo ini. Hanya karena kuasa Allah lah, takdir mengantarkan aku berada di wilayah kaya akan industri ini.

Saat melaksanakan OJT putaran kedua BPS Finance di Kantor Pusat, terdapat kebijakan baru dari direktorat keuangan yang menyatakan bahwa semua anak OJT harus ber OJT di kantor unit, tidak boleh ada yang di Kantor Pusat. Katanya, tempat belajar sejati itu adalah di kantor unit, karena di sanalah ujung tombak proses bisnis perusahaan terjadi. Mengingat sebelumnya aku lokasi OJT putaran pertama di UPMS Semarang, maka untuk yang berikutnya tentunya ke unit pengolahan. Prediksi awal memperkiran bahwa aku akan dimutasi dari kantor pusat ke RU 2 Dumai, karena memang trend lokasi OJT ke dua itu berdekatan dengan daerah asal. Alangkah kaget, saat diumumkan bahwa aku akan dimutasi ke RU V Balikpapan. Satu tempat yang tidak terbayangkan dan tidak terprediksikan sama sekali. Dalam benakku yang aku tahu hanyalah Balikpapan ada di Pulau Kallimantan, dan terlokasi jauh dari pulau sumatera, kampung halamanku. Tapi, ya akan bagaimana lagi, itu sudah menjadi kebijakan yang tidak bisa dikompromikan lagi.

Ya sudah, setelah pamitan dengan orang kantor pusat, dan melaksanakan kewiraan 3 pekan di Ujung Berung dan Cikole. Aku pun terbang ke Bandara Sepinggan, bertolak dari Bandara Adisucipto Yogyakarta karena 2 hari mengikuti penyelarasan KKW disana. Setiba di Balikpapan, aku sudah dijemput oleh driver kantor dan mengantarkan ke Wisma Karya Patra, tempat penampungan sementara selama seminggu awal aku di Balikpapan. Agak kaget, terlihat wisma nya relative sederhana karena biasanya penampungan awal di taruh di hotel dengan segala fasilitasnya.  Wisma ini terlihat biasa, tetapi dilain sisi ada kelebihannya berupa disediakan makan 3 kali sehari serta laundrynya yang tidak ada batas jumlahnya. Kebetulan sisa kewiraan ada banyak laundrian ku menumpuk, ya sudah tercuci semua disana.

Hari pertama di Balikpapan, ada sedencak kekaguman akan kota ini dan juga ada perasaan keberuntungan berkesempatan menginjakkan kaki disini. Kilang yang terbentang sepanjang pantai di pinggir kota dan dermaga yang berkelap kelip saat malam, membuat kota Balikpapan terlihat cantik saat malam hari. Suasana pantai yang sejuk dan romansa pegunungan di sepanjang area perumahan Pertamina, merupakan dua perpaduan alam ku suka untuk melepas stress dan gundah gaulana. Pokoknya, secara geografis ini kota top cer lah. Beda banget kota tempat ku stay sebelumnya yang panas, macet, dan penuh polusi, you know lah kota apa yang kumaksud.

Berada di Balikpapan, membuat kita tidak jemu untuk keluar rumah, maka nya aku bersama teman-teman satu OJT acap kali nongkrong-nongkrong keluar selepas malam. Makan jagung bakar di pantai, berwisata kuliner di beberapa titik kota, hal yang ngangenin pastinya jika sudah meninggalkan kota ini.

Satu hal saja yang tidak ku suka dari kota ini, dan memang banyak orang yang berpendapat sama dengan apa yang aku pikirkan, yakni, tentang biaya hidup, hehehe. Yapp, cost hidup di Balikpapan memang relative tinggi dibanding kota-kota lain, bahkan Jakarta sekalipun, 11-12 lah aku pikir untuk living costnya. Usut punya usut ternyata hal itu dikarenakan realita kondisi Balikpapan itu sendiri yang merupakan kota tambang dan kota industry. Selain Pertamina yang begitu gedenya, juga banyak perusahaan besar dan asing yang berkantor di sini, sehingga dengan orang-orang nya yang relative berpenghasilan tinggi berefek pada kenaikan harga kebutuhan  hidup itu sendiri. Coba living cost disini kayak di Yogyakarta, wahh Balikpapan akan menjadi kota favorit se Indonesia tuh.

Ada sahabat yang menyampaikan bahwa seseorang yang telah meminum air di pulau Borneo, suatu saat dia pasti akan kembali lagi ke Borneo ini. Usut punya usut itu ada kaitannya dengan masalah jodoh. Terus, akankah aku berjodoh dengan orang Borneo? Owh, tidaakkkkk! Ashobiah kesukuan ku masih tinggi, apapun yang terjadi gadis asli minang tetap jadi pilihan utama lah yaaa. Hehehe, lah kok berujung masalah kayak gini yaa? Atau sudah saatnya? Tahun depan lah ya, semoga, aamiin, J

Yapp, demikian aja, sekelumit tentang Balikpapan, ada banyak cerita sebenarnya tentang hari-hari yang ku lalui disini, tapi, dah males ahh, cerita nya sekian dulu aja.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s