Archive for October, 2012

Beberapa tahun belakangan terjadi perubahan metode gerakan mahasiswa. Pasca reformasi 1998, gerakan mahasiswa di berbagai kampus di Indonesia identik dengan nuansa kritis, perlawanan, dan diwujudkan dalam bentuk demonstrasi atau aksi. Seorang mahasiswa tidaklah disebut militan jika belum pernah  turun ke jalan, memperjuangkan aspirasi rakyat katanya. Tidaklah layak disebut mahasiswa jika belum pernah bolos kuliah untuk sekedar aksi, berpanas-panas di jalanan. Begitulah gerakan mahasiswa kala itu, aspek akademis dan kompetensi menjadi hal yang dikesampingkan. Pada hal latar belakang sebenarnya sehingga mereka bisa menyandang status mahasiswa adalah karena faktor akademis tersebut. Tujuan orang tua menyekolahkan anaknya di Perguruan Tinggi tentunya semata-mata mengharap anaknya tersebut bisa menyandang prediket intelektual dan mengabdikan keilmuannya. Jadi, bagaimana mungkin hal itu bisa terwujud ketika paradigma tentang definisi mahasiswa telah bergeser, bukan lagi sebagai civitas akademika, tetapi lebih kepada militansi dengan kritis atas kebijakan pemerintah. Dan hal ini tidak bisa dibiarkan, akan seperti apa nasib bangsa Indonesia kedepannya? (more…)

Beberapa hari lalu dapat tag in dari note salah seorang sahabat. Gak tau ni anak lagi galau berat kayaknya, sehingga bisa menuliskan tulisan seperti ini.Berikut aq copas aja ke blog, berhubung  beberapa hari ini pengen ngeksis di blog lagi setelah sekian lama absen nulis dan negeblog. Ok, selamat menikmati.. 🙂

Hmm, pengantar dari tulisan ini : sebenarnya gw juga gak suka bikin tulisan ini. Terkesan gw yang “kebakaran” jenggot, ktika ada “best prent” gw yang tetiba jadi artis dalam kurun waktu sehari dua hari mau nikah. Tapi yah, semoga ada hikmah dari tulisan yang acak adul ini.

Berawal dari teman gw yang ngasi tw kalo dia mau melanjutkan ke fase marotibul amal selanjutnya. Hmm, masyaAllah gw turut bahagia dong atas kabar gembira itu, semoga dilancarkan hingga hari H. Dan memang gw baru tau dan gak denger kabar apapun dari dunia lain selain dari mulut teman gw, Alhamdulillah gw gak kepo selama teman gw proses, walaupun “bau-bau”nya keciuman sih. Nah, akhirnya kabar itupun menyebar dan gw turut bahagia, kalaupun ada yang tanya, gw jawab setaunya InsyaAllah tanpa nambahin bumbu-bumbu dan gw skip yang kiranya ga perlu diketahui orang lain. Akhirnya gw bener-bener rada kebakaran jenggot (walopun kagak punya sebenarnya) saat salah satu teman tanya tentang prosesnya, dengan serbuan pertanyaan yang muncul! (more…)

JAKARTA, KOMPAS.com — Bashaer Othman menjadi satu-satunya wali kota termuda dunia. Di usianya yang masih 15 tahun, pelajar yang masih duduk di kelas I SMA Palestina ini sudah diberi jabatan publik sebagai Wali Kota Allar, Tulkarm, Tepi Barat, Palestina.
Bashaer diberi kesempatan memimpin Kota Allar selama dua bulan, di bawah bimbingan Sufian Shadid, Wali Kota Allar sebenarnya, setelah ia terpilih dalam program pemberdayaan kaum muda Pemerintah Palestina.

Tentu unik sebuah kota dipimpin oleh perempuan yang masih berusia di bawah 17 tahun. Terlebih lagi, Bashaer harus memikul sejumlah tanggung jawab berat mengatasi semua hal terkait Kota Allar, termasuk mengawasi karyawan dan menandatangani semua dokumen resmi, kecuali dokumen keuangan. (more…)