Ramadhan, Bulan Pertandingan

Posted: July 18, 2012 in hikmah
Tags: ,

Beberapa hari yang lalu sempat mendengar ceramah kultum Zuhur. Menghitung hari menuju 1 Ramadhan, topik tentang persiapan sebelum memasuki Ramadhan merupakan topik yang paling favorit disampaikan di berbagai forum. Seperti khutbah Jumat, kultum-kultum ba’da Shubuh atau Zuhur, dan tentu saja pada pengajian tarhib Ramadhan yang banyak diadakan di berbagai masjid.

Ramadhan memang bulan yang istimewa, penuh keberkahan, penuh maghfirah, penuh pengampunan, sehingga sungguh amat disayangkan kalau kita menyia-nyiakan kesempatan yang cuma datang sekali setahun ini. Kemudian jika pun pada tahun ini kita bisa memperoleh berkah Ramadhan, belum tentu kiranya kita akan memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati indahnya Ramadhan pada tahun berikutnya. Lihatlah ke sekeliling, ternyata ada banyak saudara kita yang tahun lalu masih melewati Ramdhan bersama, ternyata mereka sudah tidak bersama kita lagi pada tahun ini karena ajal yang telah dahulu menjemputnya.

Kembali kepada kultum Zuhur  yang sempat aku dengar beberapa hari lalu itu. Sudah menjadi kebiasaan, saat kultum zuhur merupakan timing yang sangat tepat untuk melelapkan mata ini. Walau Cuma 15 menit, efeknya lumayan juga melepas kelelahan kerja dari pagi hari.

Dalam kondisi yang setengah sadar tersebut sayup-sayup  mendengar isi kultum yang bertopik persiapan Ramadhan tersebut. Penceramah menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan latihan untuk menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa. Sejenak aku tersentak, ada hal yang kurang aku sepakati disini, akan istilah Ramadhan sebagai Bulan Latihan. Aku malah berpikir sebaliknya, Ramadhan bukanlah sekedar bulan latihan, tetapi lebih dari itu, Ramadhan adalah sarana  pertandingan bagi kita untuk memperoleh keberkahan sebanyak-banyaknya.

Latihan merupakan wahana untuk mempersiapkan diri agar sukses ketika menghadapi pertandingan yang sesungguhnya. Kadang kala secara psikologis daya dorong untuk benar-benar sungguh dalam latihan tidak setinggi dengan hal ideal yang bisa kita lakukan. Karena khilaf-khilaf sedikit tidak apa, karena belum ada risiko dengan kata kekalahan disana, karena masih dalam proses latihan. Kondisi berbeda saat menghadapi pertandingan, kesungguhan benar-benar dituntut disana, karena lalai sedikit, kekalahan sudah menghampiri.

Amat sayang sekali kiranya Ramadhan yang cuma datang sekali setahun dan cuma berlangsung 29/30 hari ini tersia-siakan jika bulan ini hanya kita jadikan sebagai sarana latihan ibadah, belumlah optimal tentunya ibadah yang bisa kita lakukan. Beda hal nya jika Ramadhan kita pandang sebagai bulan pertandingan, atau kalau mau menyebut dengan lebih ekstrim adalah sebagai bulan peperangan, yang mana pilihannya kalah atau menang dalam peperangan tersebut. Tidak ada pilihan selain benar-benar bersungguh-sungguh menjalankan aktivitas untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah SWT pada bulan nan suci ini.

Dimana-mana, waktu yang dihabiskan untuk latihan selalu lebih banyak dari waktu pertandingan itu sendiri. Dengan demikian, jikalah Ramadhan ini kita jalankan selama 1 bulan, maka persiapannya tentunya haruslah lebih dari satu bulan tersebut. Itulah sebabnya para salafus shalih terdahulu telah berbenah diri menyambut Ramadhan jauh-jauh hari. Bulan Rajab dan Sya’ban mereka jadikan sebagai sarana untuk latihan mempersiapkan diri memasuki arena pertandingan di Bulan Ramadhan yang penuh berkah tersebut.

Ramadhan tinggal menghitung hari, bersyukurlah bagi kita yang telah berbenah diri dari jauh-jauh hari. Kalau pun belum, atau lebih parahnya baru ngeh puasa sebentar lagi, bersegeralah mempersiapkan segala sesuatunya, mumpung masih ada waktu. Mulai dari ilmu tentang puasa, persiapan jasmani, persiapan rohani, serta target-target pribadi yang perlu dicapai pada bulan Ramadhan ini. Sangat brabelah kiranya jika baru di Ramadhan nya kita menyiapkan diri pada bulan istimewa ini, sehingga nilai keberkahan yang begitu banyak tidak bisa dioptimalkan dengan sempurna.

Marhaban Yaa Ramadhan…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s