Sepenggal Hikmah di Masjid Muamar Khadafi

Posted: April 6, 2012 in curcol abiss :D
Tags: , , ,

Hari ini (6 April 2012) aku dan teman-temang BPS Keuangan memanfaatkan hari libur akhir pekan ini dengan mengunjungi Pak Pembimbing tercinta kami, Pak Murdyanto. Selain kebetulan hari Jum’at ini adalah hari libur, hari ini bisa jadi hari kosong yang bisa untuk pergi ke tempat Pak Mur. Secara, besoknya seharian kami akan melakukan pelatihan HSSE, dan pada hari Minggunya sudah akan bertolak ke Garut, dalam rangka site visit selama satu minggu, dan tidak lama  setelah itu sudah akan berangkat OJT (On the Job Training).

Rumah Pak Mur ada di daerah Sentul, dekat sirkuit Sentul. Pasti semua sudah tau dong, apa itu sirkuit sentul. Kegiatan kami di tempat Pak Mur, biasa lah, makan-makan, minum-minum (teh botol maksudnya :D), dan juga mendengarkan nasihat-nasihat Pak Pembimbing dalam rangka persiapan sebelum OJT. Namun, kali ini aku tidak mengupas tentang acara intinya, tetapi acara lain yang sedikit banyak memberi asupan, atau lebih tepatnya asupan rohani.

Ternyata rumah yang kami kunjungi berdekatan dengan Masjid Muammar Khadafi, masjid yang katanya di bangun oleh Muammar Khadafi (Pemerintahan Libya) dan juga didanai oleh Khadafi, tetapi gak tahu sekarang, berhubung pemerintahan Khadafi sudah jatuh, apakah dana bulanan dari Libya itu masih ada atau tidak, aku pun gak sempat untuk mewawancarai pengurus masjid di sana. By the way, bukanlah karena bernama dan didirikan oleh tokoh kontroversial Khadafi masjid ini cukup terkenal dan spesial, akan tetapi atas kegiatan yang diselenggarakan di sana. Khususnya bagi senang mengikuti kajian dan zikir-zikir Ust Arifin Ilham, masjid ini tentu bukanlah sesuatu yang asing lagi. Secara, rutin tiap bulan, zikir yang dipimpin oleh Ust Arifin Ilham diselenggarakan di masjid ini. Bahkan, di samping masjid ini pun terdapat rumah dinas untuk Ust Arifin Ilham saking seringnya beliau mengisi pengajian di masjid ini.

Kebetulan hari kunjungan kami ke tempat Pak Mur adalah hari Jum’at, maka kami semua yang kebetulan laki-laki, berangkat shalat Jum’at di Masjid Muammar Khadafi ini. Subhanallah wal hamdulillah (gak pake “yahh”..:D), kebetulan saat kami Jum’atan di masjid ini, yang menjadi khatib nya adalah langsung Ust Arifin Ilham  ini. Dengan gaya nya yang khas, membuat ku terpesona, sekaligus njileb, dan sedikit tersindir sebenarnya atas apa2 yang beliau sampaikan. Tersindir, karena masih banyaknya dosa ini, masih banyak hal-hal baik yang beliau sampaikan yang belum mampu tertunaikan oleh diri hamba ini. Bahkan sebenarnya, secara sadar, apa-apa yang tertulis disini belum mampu sepenuhnya terealisasi olehku. How ever, at least semua ini merupakan doa agar aku bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi (amiin). Berikut merupakan poin-poin inti yang beliau sampaikan, yang kemudian menjadi sepenggal hikmah atas perjalanan ku hari ini.

Beliau menyampaikan, bahwa sesungguhnya atas segala perbuatan yang kita lakukan senantiasa terdapat kesaksian-kesaksian, yang seyogya nya membut kita untuk selalu berbuat hal-hal yang senantiasa diredhai oleh Allah SWT. Persaksian-persaksian adalah sebagai berikut:

1. Hati nurani

Hati nurani merupakan bagian yang melekat dalam tubuh secara rohaniah, sesungguhnya hati nuranilah yang secara benar memberi tahu bahwa perbuatan yang kita lakukan adalah baik atau buruk. Rasulullah pernah bersabda, untuk mengetahui sesuatu yang kita lakukan itu adalah merupakan dosa atau tidak, tanyakanlah pada hati nuranimu. Karena sesungguhnya hati nurani gak pernah bohong. Hanya saja, manusia sajalah yang sombong dan munafik, sehingga seringkali tidak mengakui bahwa hati nuraninya telah mengingatkan, dan tidak acuh terhadap apa yang disampaikan hati nuraninya. Hati nuranilah yang kemudian akan menjadi saksi pertama, ruang dialog pertama, atas apa-apa perbuatan yang akan kita lakukan.

2. Jasad (indra dan anggota tubuh)

Ketika hidup di dunia, tentu yang bisa berbicara hanyalah mulut kita, yang penuh terkontrol oleh ruang sadar kita. Namun tidak demikian halnya di akhirat nanti, masa sidang pertanggungjawaban atas apa-apa yang dilakukan di dunia. Mulut akan terkunci, kaki, tangan, mata, telinga, dan bagian tubuh lain akan berbicara. Mata akan menjadi saksi atas apa-apa yang kita lihat, kaki akan menjadi saksi atas tempat yang kita datangi, tangan akan menjadi saksi atas apa-apa yang diperbuat, begitupun dengan jasad tubuh lainnya, sesungguhnya mereka tidaklah diam, mereka akan menjadi saksi atas apa-apa yang kita lakukan di akhirat kelak.

3. Dua malaikat sang pencatat, Raqib dan Atid

Kemanapun, dimanapun, kapanpun, serta apa-apa yang kita lakukan semua tercatat dengan rapih oleh dua malaikat sang pencatat amal. Tiap amal baik akan dicatat oleh Raqib sedangkan setiap perbuatan maksiat kita akan tercatat di buku malaikat Atid. Semuanya akan menjadi saksi atas perbuatan serta amal yang dilakukan, walaupun itu sebesar zarrah takkan ada yang terluput.

4. Jin

Jin layaknya manusia ada yang kafir dan ada yang muslim. Hanya alamnya saja yang berbeda, yang tidak mampu dijangkau oleh panca indera manusia, kecuali mereka berbentuk lain. Bedanya, jin dapat melihat kita, melihat apa-apa yang kita lakukan. Bahkan, setiap shalat yang kita lakukan misalnya, bisa jadi jin pun ikut berjamaah bersama kita. Sehingga, golongan jin ini juga akan menyaksikan atas perbuatan-perbuatan yang kita lakukan di dunia ini. Walau manusia gak ada, tapi bisa jadi jin melihat kita.

5. Alam semesta

Secara kasat mata, memang bahwa apa-apa yang ada di sekitar kita merupakan makhluk mati, diam tidak bergerak. Jangan salah, sesungguhnya bumi pun tawaf, rumput dan pohon semuanya bertasbih memuji Allah, pun dengan tanah yang kita injak. Semuanya akan menjadi menjadi saksi atas apa-apa yang kita lakukan. Tanah dan bumi yang kita injak saat menuju suatu tempat, merekapun akan ikut menjadi saksi kemana kaki kita melangkah

6. Manusia-manusia di sekitar kita

Ya, orang-orang yang berada di sekitar kita, keluarga, saudara, teman pun ikut menjadi saksi atas perbuatan serta amal yang kita lakukan.

7. Allah SWT Tuhan Yang Maha Melihat dan Mengetahui atas segala sesuatu

Sesungguhnya tidak akan ada yang luput dalam persaksian dan pengetahuan Allah SWT. Dialah sang Penguasa atas segala sesuatu, yang menciptakan alam beserta isi nya, termasuk juga menciptakan manusia. Sudah suatu kepastian tentunya, tidak ada yang tidak disaksikan oleh Allah Azza wa Jala atas apa-apa yang diperbuat oleh hambanya.

Ketujuh holder di atas akan menjadi saksi atas apa-apa yang kita lakukan, menyaksikan apa-apa yang kita lakukan dan perbuat. Dengan demikian adanya, apakah masih ada ruang bagi kita untuk dengan tenangnya melakukan suatu perbuatan dosa?. Jika demikian adanya, masih adakah hal yang membuat kita enggan tuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita? Itulah sebabnya, bagi orang-orang yang sempurna imannya, sepenuhnya hatinya terikat pada Allah, senantiasa menjaga dirinya dengan akhlak yang terpuji dan hanya berbuat atas apa-apa yang diredhai Allah SWT.

Demikianlah, sepenggal hikmah yang kuperoleh di Masjid Muammar Khadafi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s