Fenomena BBM, Sekedar Berkomentar

Posted: April 4, 2012 in curcol abiss :D
Tags: ,

Walaupun keputusan sidang di DPR sudah menetapkan, bahwa untuk dalam waktu dekat ini BBM belum akan dinaikkan, namun diskusi tentang fenomena BBM ini masih banyak terjadi, baik di TV ataupun di forum-forum diskusi, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Berikut sekedar komentarku atas fenomena-fenomena yang terjadi terkait BBM ini. Ini sekedar komentar atas pemahaman yang aku punya, dan setiap orang tentunya punya pendapat dan analisis berbeda. Lalu, siapakah yang paling benar? Wallahualam.

1.        Hal pertama yang tak komentari adalah terkait relevansi kenaikan harga minyak dunia terhadap beban subsidi BBM oleh pemerintah. Yang setahu aku, hubungan antara pemerintah dengan pertamina bukan sekedar pertamina ngolah, terus pemerintah memberi subsidi. Tetapi adalah hubungan jual beli. Yang mana pemerintah yang punya minyak (sesuai pasal 33 UUD 45), menjual minyak mentah (crude) tersebut ke pertamina untuk diolah menjadi berbagai produk seperti PKS (premium, kerosin, solar), lubricant, avtur, dll. Harga yang dipakai adalah harga ICP (Indonesian Crude Price) yang diterbitkan oleh BP Migas. Maka, pada kondisi ini pemerintah akan memperoleh pendapatan penjualan crude, baik kepada Pertamina atau perusahaan migas asing lainnya. Jika harga minyak dunia naik, maka ICP juga ikut  naik. Sehingga logika sederhana nya adalah, jika ICP naik pemasukan pemerintah naik dong, karena pemerintah tidak ada mengeluarkan biaya dalam penjualan minyak mentah ini.

Kemudian, setelah crude tersebut diolah menjadi produk, pemerintah memberi subsidi untuk penjualan BBM, yang mana perhitungan subsidi itu bukan berdasarkan cost yang dikeluarkan pertamina untuk mengolah crude, tetapi dengan formula Harga Jual Eceran BBM-(MOPS + alfa). MOPS=harga jual minyak international di pasar Singapore, dan alfa=margin, biaya distribusi, dll. Ketika harga minyak dunia naik, maka nilai MOPS akan naik, sehingga beban subsidi yang ditanggung pemerintah tentu akan naik. Ini lah yang dihebohkan pemerintah  ketika harga minyak dunia naik, karena beban subsidi nya naik.

Jadi, ketika harga minyak dunia naik, ada dua efek ke APBN Pemerintah, satu sisi beban subsidi bertambah, namun di sisi lain sebenarnya pendapatan pemerintah juga naik, melalui penjualan crude tadi. Dan perlu diketahui, nilai pendapatan vs subsidi itu biasa nya pemerintah surplus sekitar 98 triliunan, yang merupakan sumber income untuk membiayai belanja pemerintah lainnya. Dengan demikian, ada 2 kemungkinan jika haga minyak dunia naik, bisa positif jika margin kenaikan ICP lebih tinggi dari pada MOPS, atau negatif jika margin kenaikan MOPS lebih tinggi dari pada ICP.

2.    Lanjut, tentang perbedaan pandangan tentang perlu tidaknya kenaikan BBM ini seiring dengan naiknya harga minyak dunia. Bagi yang setuju BBM naik, dalam hal ini pemerintah, margin kenaikan subsidi menjadi lebih besar, memang ada tambahan pendapatan dari penjualan crude juga, tapi ini lebih kecil dari tambahan subsidi yang harus dikeluarkan. Bagi yang menolak BBM naik, menurut mereka bahwa pendapatan pemerintah dari jual crude itu lebih tinggi jika harga minyak dunia naik. Dan mereka menyatakan bahwa pemerintah cenderung berbohong pada rakyat, dengan hanyak menggemborkan naiknya beban subsidi, tanpa memperhitungkan kenaikan income atas penjualan crude ke perusahaan migas. (kenyataannnya memang demikian, pemerintah cenderung menutupi tambahan income atas penjualan crude, dan kita belum bisa menemukan adanya publikasi neraca minyak dari pemerintah).

3.    Siapakah yang diuntungkan  dengan naiknya harga BBM? Menurut aku sih, berikut inilah mereka-mereka yang diuntungkan dengan naiknya BBM:

–          Pemerintah, ini sebagaimana sudah tak jelaskan di paparan diatas, kenaikan BBM tentunya akan mengurangi beban subsidi, sehingga beban berkurang, dan disisi lain income pemerintah juga naik atas penjualan crude

–          Pemerintahan Daerah,  hal ini karena setiap penjualan BBM di SPBU ada PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor) yang tarifnya 5% dari harga jual BBM. Tentunya jika harga BBM naik, maka  nilai pajak yang diperoleh di masing-masing pemda yang ada SPBU nya tentu akan bertambah

–          Perusahaan Migas Asing (Petronas, Shell, Total, dll) yang memiliki SPBU di Indonesia. Tidak ada dampak secara langsung, tetapi dampak jangka panjang. Jika harga BBM naik, apalagi jika sudah mendekati dan sesuai harga pasar (keekonomian), maka tentunya SPBU mereka akan ramai karena harga jualnya sama dengan yang dijual Pertamina. Inilah salah satu alasan SPBU asing masih bercokol di Indonesia walau SPBU mereka sepi banget dan pasti merugi. Mereka menunggu waktu hingga saatnya nanti tidak ada lagi BBM bersubsidi.

 3.   Bagaimana dengan Pertamina? Apakah diuntungkan dengan kenaikkan BBM ini? Kalau kita perhatikan dari formula perhitungan subsidi, secara profit tidak ada efek terhadap Pertamina jika harga BBM naik. Kalau BBM naik, secara kasat mata memang terlihat pendapatan Pertamina akan naik, tetapi itu sesungguhnya hanya pertambahan cash flow nya saja. Sejatinya hanya subsidi dari pemerintahlah yang berkurang, tanpa ada kenaikan income ke Pertamina. Hal ini bisa terlihat lebih jelas dari formula penentuan subsidi itu tadi.

 4.    Demo yang salah sasaran. Saat gejolak demontrasi kemaren ini, sesungguhnya banyak kita temukan terjadinya demo yang salah sasaran yang dilakukan oleh masyarakat atau mahasiswa. Seperti pembajakan truk tanki, pemblokiran SPBU, mengepung kantor unit pertamina, dll. Hal ini tentunya sangat tidak tepat sasaran. Dimana Pertamina sama sekali tidak memiliki kewenangan dalam penentuan  kenaikan harga BBM, sepenuhnya ada di tangan pemerintah dan DPR. Selain itu, secara profit, Pertamina juga tidak ada diuntungkan dengan kenaikan BBM ini. Tentunya bisa diambil kesimpulan yang demo itu tentunya tidak paham dengan apa yang mereka demokan, atau jika lebih parah lagi mereka demo karena dibayar. Ada yang lebih parah, pernah kita melihat ada yang demo dengan tema “penolakan kenaikan BBM” tetapi mereka malah menjarah truk pengangkut minuman softdrink, dan juga ada yang memaksa mengambil makanan di sebuah restoran cepat saji. Apakah ini layak diterima?  Masihkah mereka mengatas namakan rakyat atas demonstrasi yang mereka lakukan?

 5.   Secara politis, ada yang menarik dalam gonjang ganjing kenaikan harga BBM kemaren. PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang dalam hal ini merupakan bagian dari koalisi pemerintah, malah berada pada posisi tidak setuju dengan kenaikan harga BBM ini. Ada banyak kalangan yang menilai bahwa PKS hanyalah sekedar mencari muka di mata rakyat dengan ikut-ikutan menolak kenaikan BBM, bahkan ada yang berpendapat bahwa itu merupakan manuver politik dalam rangka Pilkada DKI yang sebentar lagi berlangsung di Ibu Kota Jakarta. Wallahualam, apa niat yang sesungguhnya dari para petinggi PKS untuk bersebrangan dengan SetGab Koalisi ini, yang tentunya menimbulkan kecaman-kecaman dari partai koalisi lainnya. Dan ini bukanlah yang pertama kalinya PKS bersebrangan dengan koaliasi, tapi sudah untuk yang kesekiankalinya. Menurutku, dalam hal ini PKS ingin menunjukkan bahwa PKS bergabung dengan koalisi bukan sekedar dalam rangka mengejar posisi kementerian semata, jika ada yang tidak berkesesuaian dengan prinsip-prinsip yang yang dimiliki, tentu idealisme tidak bisa dikorbankan begitu saja demi masih dipegangnya posisi di kementerian. Sungguh sangat aneh menurutku, jika ada yang beranggapan bahwa posisi yang diambil dalam rangka pencitraan menuju Pilkada DKI. Pasalnya, secara kos politik, yang dipertaruhkan oleh PKS jauh lebih besar, yaitu dikeluarkannya PKS dari koalisi yang berefek pada dicabutnya kementerian yang dipegang kader PKS. Secara logika politik, kita bisa menilai, manakah yang lebih besar kiranya, 3 post kementerian dari pada gubernur DKI? Melihat fenomena ini, kurang sepakat kiranya, jika sikap yang diambil PKS ini sekedar untuk mencari citra semata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s