Siapkan Diri Untuk Menjadi Koruptor

Posted: March 31, 2012 in tulisan jadul
Tags: , ,

*Opini Buletin Perisai BEM KM 2010_Mei 2010

            Kalau kita memperhatikan perekonomian global saat ini, tentu bukan suatu hal yang asing lagi bagi kita menyaksikan fenomena krisis dalam skala global yang baru saja terjadi. Kondisi krisis itu mengimpas dari tataran elit sampai pada tataran level masyarakat kelas bawah, dan kondisi seperti itu sudah sekian kalinya terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Berbicara soal krisis, kita coba untuk menelaah pada skala yang lebih khusus lagi, yaitu memperhatikan apa yang terjadi di negara kita Indonesia. Perekonomian yang pahit, harga sembako yang tinggi, dan lapangan pekerjaan pun makin susah dan sempit, ditambah lagi efek krisis global sebagaimana yang telah disampaikan pada awal tulisan, membuat kita harus berpikir menemukan solusi alternatif dalam mempertahankan hidup. Kalau masih mengandalkan cara-cara yang lama yang sesuai aturan atau norma, maka kesulitan hidup pun senantiasa akan menanggapi kita. Sesuai dengan tren dan perkembangan saat ini, menjadi seorang koruptor merupakan cara untuk memperoleh hidup layak yang cukup efektif dan efesien untuk dilakukan.

Korupsi sebagai solusi, tanya kenapa?Selain dari sebab dan latar belakang di atas, ada beberapa hal yang membuat kita menganggap korupsi merupakan cara yang cukup pantas untuk mengatasi kesulitan hidup yang menempa banyak manusia dari berbagai kasta. Pertama, dalam konteks birokratis ke Indonesiaan, korupsi merupakan pekerjaan yang relatif mudah untuk dilakukan, dikarenakan aturan yang tidak begitu jelas disertai sistem yang memberikan peluang cukup besar untuk melakukan tindak korupsi tersebut. Kemudian, korupsi begitu marak terjadi dalam tataran pejabat di Indonesia, baik itu level pegawai negeri mapun swasta. Bahkan boleh dibilang, korupsi sudah menjadi budaya di Indonesia yang perlu di lestarikan, dengan lingkungan yang seperti ini, adalah

kondusif untuk melakukan tindak korupsi. Mengacu pada penjelasan sebelumnya yang mana tidak jelasnya aturan yang ada dalam menindak korupsi di Indonesia, memungkinkan risiko dalam melakukan tindakan korupsi juga relatif ringan. Memang telah ada lembaga yang begitu aktif dan eksis dalam menindak koruptor seperti KPK, tetapi tidak menimbulkan efek yang begitu menyakitkan bagi koruptor yang ketahuan, bahkan hukuman pencuri ayam kampung pun bisa saja lebih berat dari pada koruptor yang mengkorup uang negara miliaran rupiah. Return yang tinggi dan risiko yang relatif rendah ini menjadi faktor penarik yang bagi banyak orang semangat untuk melakukan tindakan korupsi. Kemudian, satu hal yang pasti adalah ketika kita menjadi seorang koruptor merupakan suatu kabahagiaan tersendiri, walaupun kebahagiaan dan kesenangan itu harus dibayar dengan penderitaan orang lain.

Persiapan yang perlu dilakukan

Jika memang  koruptor menjadi profesi alternatif bagi kita untuk memperoleh ketenangan hidup ke depannya, maka perlu disiapkan diri ini mulai dari sekarang agar bisa menajadi seorang koruptor yang sukses nantinya. Masa sebagai seorang mahasiswa merupakan waktu yang pas menyiapkan diri dan perbekalan agar ketika telah tiba waktunya yang memungkinkan melakukan tindak korupsi, hal itu mudah dilakukan. Mulai dari saat ini (ketika mahasiswa), senatiasalah untuk cheating atau mencontek pada setiap kegiatan akademis yang anda lakukan, baik itu dalam pengerjaan ujian, pekerjaan rumah, ataupun tugas-tugas lainnya, bahkan kalau anda mampu dan berani, buatlah tugas akhir kuliah (skripsi) yang nota bene hasil jiplakan. Dengan terbiasa melakukan cheating, maka anda telah membiasakan diri untuk menjadi seorang pendusta atau lebih tepatnya menanamkan mental-mental pembohong dalam diri. Kemudian, cobalah sesering mungkin untuk melakukan titip presensi dalam kegiatan kuliah anda. Kebiasaan ini selain memupuk mental pendusta, juga meningkatkan nyali atau keberanian atas risiko yang diperoleh jika ketahuan titip presensi oleh pengampu mata kuliah. Perbuatan ini juga memupuk keahlian dalam mengambil peluang berprilaku melanggar norma dan menambah orang untuk berprilaku sama dengan kita, karena yang dianggap salah ketika titip presensi tidak hanya yang minta titip presensi, tetapi juga orang yang memberikan fasilitas atau yang dimintai titip presensi tersebut. Selanjutnya, perbekalan yang harus disiapkan untuk menjadi seorang koruptor adalah sangat dianjurkan untuk ikut dalam dunia organisasi di kampus. Mengapa? Karena jalur yang paling memungkinkan untuk menjadi koruptor adalah berprofesi sebagai seorang birokrat, maka keahlian birokrat itu perlu dilatih dari masa mahasiswa agar setelah tiba waktunya tidak terlalu sulit untuk mempromosikan diri karena telah memiliki pengalaman dalam memanajemen suatu lembaga. Melalui organisasi juga lah link bisa di tambah sebanyak-banyaknya, yang mana net working ini menjadi modal penting dalam meniti karir, logikanya semakin tinggi karir maka peluang untuk berprilaku korupsi makin besar. Satu skill yang juga perlu dilatih dari sekarang adalah kemampuan kita dalam bermanis kata dan bermuka dua. Keahlian dalam menjilat menjadi bekal yang cukup erfektif dalam mencapai target yaitu menjadi seorang koruptor yang handal.

Sekarang kita berbicara ketika telah tiba waktunya untuk melakukan perbuatan yang kita bahas ini yang mana juga perbuatan yang diwariskan turun temurun dari zaman VOC dulunya. Ketika paska kampus, sesegera mungkin untuk terjun dalam partai politik. Karena jalur yang cukup cepat menjadi birokrat saat ini adalah dengan menjadi pejabat legislatif. Dengan mengemukakan isu orang muda yang lebih dipercaya yang lagi marak-maraknya dalam percaturan politik saat ini, maka tentu akan semakin mempercepat penanjakan karir kita untuk tampil dalam tataran legislatif, yang juga semakin mempercepat diri ini mencapai kehidupan yang layak melalui jalur alternatif yang lebih efektif dan efesien dibanding jalur yang normal. Carilah partai-partai yang kadernya sudah terbukti banyak yang korupsi, sebab lingkungan yang kondusif makin memudahkan langkah kita untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Selanjutnya, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah memiliki link sebanyak-banyaknya terutama kepada pihak-pihak strategis seperti kepolisian, kehakiman sebagai bentuk sikap antisipasi atas risiko yang dihadapi. Dengan sedikit melakukan penyuapan seiring dengan penghasilan kalangan tersebut yang relatif rendah, maka akan cukup memberi rasa aman atas posisi yang diduduki. Kemudian,ketika kita sudah berada pada kondisi yang cukup mapan, carilah tempat tinggal sebanyak mungkin bahkan sampai keluar negeri. Begitu pun halnya dengan penyimpanan atas uang yang dimiliki, simpanlah di banyak tempat dan berada jauh secara geografis di lingkungan negara. Sekali lagi, ini merupakan langkah antisipatif atas kejadian yang diluar kehendak. Ketika sedikit ada masalah, langkah-langkah jitu yang telah direnacakan bisa segera diambil dalam mengamankan posisi diri.

Persiapan yang sesungguhnya

Terlepas dari persiapan yang begitu banyak yang perlu diperhatikan ketika akan dan telah menjadi seorang koruptor sebagaimana yang dipaparkan di atas yang nota bene merupakan hal yang rill yang akan dihadapi. Namun, ada hal lain jauh lebih perlu diperhatikan ketika akan memutuskan diri menjadi seorang koruptor untuk mengatasi persoalan hidup. Persiapan itu adalah ketika nyawa ini telah berpisah dengan badan, ketika masa kiamat itu telah tiba, ketika kita berhadapan dengan Allah saat sidang untuk mempertanggungjawabkan apa-apa perbuatan yang telah dilakukan di atas dunia. Ketika kita sudah memutuskan diri untuk mengambil profesi sebagai seorang koruptor berarti secara tidak langsung telah menyiapkan diri untuk merasakan panasnya api neraka disamping siksaan-siksaan yang ditimpakan ketika masih hidup di dunia dan siksaan saat berada di alam kubur.

Telah disampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan untuk mencoba menjadi seorang koruptor. Tinggal pilihan pada diri masing-masing kita untuk mempraktikkannya. Selamat mencoba..!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s