Urgensi Sistem Pendidikan Ekonomi Islami dalam Pendidikan Nasional

Posted: March 29, 2012 in tulisan jadul
Tags: , , , ,

*Opini Bulanan PPSDMS_1 Mei 2009

            Pendidikan merupakan bagian yang harus mendapat perhatian besar dalam hal peningkatan mutu dan kualiatasnya. Kalau kita bercermin pada sejarah masa lalu, yaitu ketika peradaban islam masih mengausai dunia, terlihat bagaimana ilmu pengetahuan berkembang dengan pesatnya dan bagaimana porsi pemerintahan dalam perhatiannya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan tersebut. Berkembangnya berbagai macam ilmu pegetahuan dan ilmuan kompten  dari banyak bidang pada masa daulah Abasyah menjadi bukti bagaimana pesatnya aspek ilmu pengetahuan saat itu. Kemudian, perkembangan ilmu pengetahuan itu juga menunjukkan bagaimana kulitas pendidikannya  karena proses pengembangan ilmu pengetahuan dilakukan melalui pendidikan. Jadi, pendidikan yang berkualiatas akan berefek pada perkemabangan ilmu pengetehuan yang masif.

Ketika berbicara tentang kualitas suatu bangsa, salah satu faktor penting yang menentukan adalah tentang kualitas SDM yang dimiliki negara tersebut. SDM yang berkualitas tentunya dihasilkan dari proses pendidikan yang bermutu. Dengan demikian pendidikan seharusnya menjadi hal yang diprioritaskan peningkatan kualitasnya, baik dari sisi anggaran maupun operasionalnya, dan terutama perlindungan hukum atasnya. Baru-baru ini kita mendengan kebijakan pemerintah yang menggratiskan sekolah untuk SD SMP. Hal ini bisa dibilang sebagai suatu kebijakan yang cukup bagus  dalam peningkatan kualitas pendidikan. Akan tetapi, jika dibandingkan sebagai sesuatu hal yang ideal, kebijakan ini seharusnya sudah diterapkan dari dulu-dulunya, karena memang pendidikan merupakan hak bagi setiaap warga dari semua kalangan tanpa ada pembatas atas akses pendidikan tersebut.

Berbicara tentang proses pendidikan di Indonesia adalah suatu hal yang menggelikan dan bisa membuat miris memang. Begitu mudahnya para elit kebijakan menggonta-ganti siistem pendidikan dan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang terkadang tidak relevan dengan tujuan awal pendidikan. Sistem pendidikan begitu mudahnnya diubah seolah-olah tanpa ada pertimbangan yang matang, seolah-olah kebijakan terkait pendidikan yang dibuat disesuaikan dengan selera pembuat kebijakan. Berganti menteri, berganti pula kebijakannya. Mengapa bisa terjadi hal yang demikian? Paradigma atas kurikulum bisa sebagai jawabannya. Kurikulum sekarang bisa dinilai sebagai menggunakan paradigma sekuler, kapitalis, sehingga melahirkan situasi krisis yang seperti sekarang ini (Sofyan Syafri : 2008).

Perkembangan Ekonomi Islami

Sejak diinisiasi pertama kali melalui pendirian Bank Muamalat pada tahun 1992, ekonomi syariah berkembang pesat. Pembicaraan terkait ekonomi syariah dewasa ini tidak saja sebatas Lembaga Keuangan Syariah, tapi juga pada hal-hal teoritis dan aspek-aspek lain dalam bidang ekonomi. Walaupun tidak bisa dipungkiri, indikator perkembangan ekonomi syariah masih dilihat dari sisi perkembangan perbankan syariah. Termasuk pada tulisan ini penulis menggambarkan fakta maju pesatnya ekonomi syariah di Indonesia dilihat dari sisi lembaga keuangan syariahnya. Fakta tentang perkembangan kelembaga keuangan syariah saat ini seperti :

  •  Asset perbankan syariah di Indonesia tumbuh dari Rp. 1,8 trilyun di tahun 2000 menjadi Rp. 49,5  trilyun tahun 2008. Atau berlipat 27,5 kali selama 8 tahun.
  • Jumlah bank syariah menjadi 5 unit, UUS  27 unit, dan BPRS sebanyak 131 unit.
  • Jumlah kantor bank yang memberikan layanan syariah sekarang semakin banyak dan hampir seluruh wilayah Indonesia telah dapat dilayani perbankan syariah.
  • Jumlah nasabah pengguna perbankan syariah di Indonesia telah menjadi  38 juta nasabah, atau hampir 10% dari penduduk Indonesia.
  • Perkembangan BMT di Indonesia yang bak jamur bersemi

Mengapa ekonomi syariah begitu berkembang? Dalam presentasinya di Konferensi Internasional Temilnas di Bali, Bambang Sutrisno (Sekjend Apisendo) menyebutkan ada beberapa faktor yang menyyebabkan ekonomi syariah berkembang dengan pesat di Indoneisia yaitu pelaku yang atraktif, produk yang atraktif, edukasi yang masif, SDI yang disiapkan, tekanan politik, serta kampanye yang masif baik dari LSM yang concern dengan ekonomi islam tersebut maupun  oleh pemerintah sendiri. Paparan tersebut  baru tentang perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, belum lagi perkembangan ekonomi syariah di dunia yang nota bene mengalaami kemajuan yang lebih cepat dari Indonesia. Termasuk di Eropa dan Amerika, semakin berkembang unit-unit bank yang menggunakan sistem syariah, bahkan di Harvard University ada kelompok studi yang mengkaji tentang ekonomi syariah tersebut.

Urgensi Pendidikan Ekonomi Islami

Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, perkembangan wacana ekonomi syariah ini begitu pesatnya. Lembaga keuangan syariah telah berjamur dimana-mana. Namun, ada satu hal yang perlu disadari, ternyata perkembangan lembaga keuangan syariah yang demikian itu tidak diimbangi dengan pertumbuhan persediaan sumber daya insani yang memadai. Kebanyakan lembaga keunagan syariah yang ada diisi oleh para praktisi yang bukan berlatar belakang ekonomi syariah. Mereka berasal dari praktisi perbankan keuangan konvensional, kemudian diberi [elatihan perekonomian syariah selama 2 minggu, lalu langsung di terjunkan dalam dunia praktisi syariah. Pada hal itu saja belum cukup, selain kemampuan teknis perlu dipahamkan tentang paradigma dan semangat militannsi terhadap perekonomian syariah yang mungkin kedua hal tersebut tidak bisa tersamapaikan pada pelatihan yang singkat tersebut. Ringkas permasalahannya adalah bahwa sumber daya insani yang dihasilkan perguruan tinggi tidak mencukupi untuk menampung permintaan lembaga keuangan syariah atas praktisi ekonomi syariah yang dibutuhkan. Maka solusinya, keberadaan pendidikan ekonomi syariah yang berkualitas mutlak diperlukan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.

Tersedianya pendidikan ekonomi islam yang berkualitas tentu akan menndukung pengembangan ekonomi syariah yang lebih masif, karena ketersediaan sistem pendidikan ekonomi islami yang berkualitas tentu akan menghasilkan SDM yang berkualitas dalam hal ekonomi islam, sehingga kedepannya akan mendorong kemajuan ekonomi syariah yang lebih baik. Kemudian, kedepannya perekonomian syariah makin dipercaya dan semakin menjadi pilihan yang lebih kompetitif di mata masyarakat.

Kesimpulan Akhir

Pendidikan adalah aspek penting yang menjadi perhatian lebih dalam peningkatan kualitas bangsa. Fakta yang ada saat ini, pendidikan ekonomi islam belum begitu bagus perkembangannya. Pada hal lembaga keuangan syariah mengalami pertumbuhan tinggi selama satu dekade ini dan tentu saja diperlukan ketersediaan sumber daya manusia yang berkompeten dalam hal pemahaman akan perekonomian syariah. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan dan berefek pada tersendatnya laju perekonomian syariah ini. pendidikan ekonomi islami penting untuk jadi perhatian sebagai bagian daru kurikulum pendidikan nasional sehingga mendukung lahirnya SDM yang berkompeten ketika ditempatkan sebagai praktisi ekonomi syariah. Pendidikan yang berkulaitas menghasilkan SDM yang berkompeten. SDM yang berkompeten akn mendukung perkembangan ekonomi syariah yang lebih masif. Laju perekonomian syariah yang tinggi akan menciptakan  perkonomian yang membawa kemaslahatan umat, karena perekonomian islamilah yang yang diredhai Allah. “sesungguhnya hanya islamlah agama yang diredhai Allah”. Apakah yang dicari di dunia ini selain redha Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s