Sejahtera Dengan Pemerintahan Yang Bersih

Posted: March 29, 2012 in tulisan jadul
Tags: , , , ,

*Opini Bulanan PPSDMS_1 Oktober 2009

     Indonesia adalah negara kaya raya, melimpah ruah aneka kekayaan alamnya.  Begitupun halnya dengan sumber daya manusianya, punya potensi besar jika bisa teroptimalkan dengan baik. Kemudian, perhatikanlah juga posisi strategis bangsa ini, berada antara dua benua dan dua samaudera. Selain itu juga memiliki iklim tropis karena berada di daerah khatulistiwa, iklim yang diinginkan banyak negara karena membuat alam dan tanahnya seperti surga, apa pun tumbuh menjadi tanaman.

Sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya kita bangga, selain kekayaan dari berbagai aspek yangmelimpah ruah tadi. Bangsa ini juga memiliki sejarah kejayaan yang luarbiasa hebatnya, diiringi aneka kebudayaan dari Sabang sampai Merauke yang membuat iri bangsa lain di dunia. Sungguh nikmat yang luar biasa atas karunia lahir dan tumbuh di negeri surga ini. Negeri Zambrud Khatulistiwa, pujaan setiap manusia.

Namun, kita harus ikhlas untuk membuka mata atas kondisi rill bangsa ini. Negara ini kaya akan alamnya, namun miskin warga penghuninya. Ada 250 juta lebih manusia di negeri ini, namun masih rendah kualitasnya. Walaupun berada pada posisi strtegis secara geografis, posisi daya tawar kita begitu rendah di hadapan bangsa lain di dunia. Akibatnya, kekayaan alam yang melimpah ruah tadi malah dinikmati oleh pihak asing yang sebenarnya hanya menumpang sebagai tamu di negeri ini. Kita telah dirampas, tetapi tidaklah tahu apakah karena mereka yang terlalu kejam atau kita (bangsa Indonesia) yang terlalu bodoh karena ikhlas dan senang hati menerima semua ini.

Begitulah gambaran bangsa Indonesia saat ini. Memang terlalu banyak permasalahan yang harus dihadapi dan diselesaikan saat ini. Jika diuraikan satu-satu tidaklah cukup kertas dan tinta yang dibutuhkan untuk menulis semuanya. Tidak hanya sekedar permasalahan yang muncul baru-baru ini, tetapi juga banyak persmaalahan yang timbul sebagai efek para pendahulu bangsa seribu pulau ini. Berbagai permasalahan ini tidak mungkin akan dibiarkan saja, tetapi perlu dilakukan langkah strategis untuk memberantas dan membasminya satu  per satu. Dalam menentukan langkah pun kita harus cerdas, melakukan prioritas hal mana dan utama yang harus dilakukan.

Jika kita menilik kondisi bangsa saat ini, sebenarnya ada dua hal besar saja virus penyakit yang harus segera dibasmi, korupsi dan kemiskinan. Korupsi berbicara tentang perilaku aparat negara yang menyelewengkan amanahnya yang berakibat meruginya negara. Kemiskinan adalah kondisi realitas bangsa ini, berefek pada rendahnya kualitas pendidikan, kesehatan, dan juga bisa mengarah pada moralitas bangsa yang kian terpuruk. Korupsi dan kemiskinan berbicara pada objek masing-masing, seolah-olah terpisah pembicaraan antara keduanya. Namun, ketika berbicara penguasa atau aparat negara tidak bisa dilepaskan dari nasib rakyatnya, sehingga tingginya wabah korupsi ini tentulah akan berefek pada maraknya kemiskinan yang melanda. Logikanya, bersihnya pemerintahan dari korupsi tentunya akan berimbas pada meningkatnya ekonomi masyarakat, dan berefek pada perbaikan pada kelemahan-kelemahan lainnya. Namun, apakah benar demikian?

Pemerintahan Bersih, Bebas Korupsi

Berkaca pada beberapa dekade sebelumnya. Begitu miris hati ini menyaksikan kejadian yang menimpa bangsa ini. Faktor kekuasaan begitu kuatnya, sehingga memungkinkan mereka untuk bertindak sesuka hatinya dalam memenuhi ambisi dan kebutuhan pribadi yang di sisi lain mengorbankan nasib masyrakat, tidak hanya untuk satu generasi pada masa itu saja, tetapi juga berefek hingga generasi sekarang, dan bahkan mungkin hingga beberapa generasi ke depannya. Begitulah, virus korupsi meraja lela pada semua lapisan pemerintah, bahkan sampai pada kondisi yang begitu akut, sampai timbul pernyataan bahwa adalah suatu ketercelaan jika seorang aparat negara tidak melakukan tindak korupsi. Penyakit ini begitu dahsyatnya di era sebelum reformasi ini. Selain sudah menjadi budaya, alat dan  sistem pun tidak ada untuk menghentikannya.

Berbeda era berbeda pun kondisinya. Memang benarlah pernyataan, sebagus apa pun disembunyikan, kebusukan itu akan tercium juga, kebobrokan pemerintah akhirnya terungkap juga, melalui suatu revolusi massa pada tahun 1998, dimulailah keberjalanan negara ini dengan sebutan era reformasi. Perbaikan di segala bidang pun dilakukan sebagai respon atas perubahan besar-besaran yang terdi di bangsa ini. Demokratisasi yang sebenarnya mulai dimplementasikan, kebobrokan yang membudaya mulai diperbaiki dengan berbagai aturan dan sistem yang ada. Termasuk dalam hal pemberantasan korupsi ini, mulailah dilakukan peraturan ketat untuk pencegahan tindak korupsi, pengawasan pun ditingkatkan terhadap para pejabat yang potensial untuk berprilaku korupsi, salah satunya dengan dibentuknya suatu komisi pemberantasan korupsi. Pertanggungjawaban dan audit terhadap organisasi pemerintah pun digiatkan, pelaporan harus menyesuaikan dengan standar akuntansi publik, audit oleh pihak independen pun dimarakkan, sehingga tindak-tindak para koruptor tersebut bisa diminimalisir dan dilakukan hukuman tegas terhadap mereka yang tertangkap basah berbuat nista ini.

Seiring dengan berjalannya waktu, upaya perbaikan terhadap kinerja organisasi publik senantiasa dilakukan. Walaupun masih banyak kekurangan di sana sini, kondisi ini agak lebih baik dari sebelumnya. Kita pun tidak bisa menyangkal, upaya-upaya perbaikan tidak semua pihak yang ikhlas menerimanya, khususnya bagi mereka yang merasa terancam karena adanya perbaikan atau menjadi pemerintahan yang bersih dari yang sebelumnya. Kita bisa melihat, adanya gejala-gejala untuk memperlambat upaya-upaya perbaikan itu, misalnya upaya pelemahan KPK baru-baru ini yang berefek pada melambatnya usaha pemberantasan korupsi beberapa saat. Namun, mudah-mudahan halang rintang yang menghadang itu bisa terlewati sehingga pemerintahan bersih yang menjadi harapan kita pun bisa terwujud.

Pemerintahan bersih adalah pemerintahan yang diisi oleh para aparat yang bersih pula. Bersih dalama artian bebas dari korupsi, kolusi, dan tindakan kejahatan elit lainnya. Kita masih bisa berbangga, rakyat, pemerintah dan banyak elemen telah berupaya untuk melakukan perbaikan atas bangsa, termasuk dalam hal menciptakan pemerintahan yang bersih dan bertanggungjawab. Amandemen UUD, pembentukan tim pengawas korupsi, dan berbagai kebijakan telah dilakukan untuk mendukung hal tersebut. Namun, semua itu akan terasa percuma jika orang-orang yang berada dalam barisan elit itu tidak berubah. Sebagus apapun perangkap tikus yang disiapkan, jika tikusnya sudah berpengalaman, perangkap itu tentu akan menjadi percuma. Korupsi itu telah menjadi suatu budaya, dan suatu budaya yang telah mendarah daging tidak akan mudah terkikis begitu saja jika hanya dilakukan perbaikan-perbaikan yang sifatnya pengobatan sementara, bukan sesuatu yang bersifat jangka panjang. Budaya itulah yang harus dihilangkan, salah satunya dengan menghilangkan orang-orang yang telah terbukti  track recordnya dalam kekorupsian dari posisi strategis penentu kebijakan bangsa.

Pengaruh Pemerintahan Bersih

Pemerintahan bersih senantiasa digemborkan. Berbagai upaya yang begitu kerasnya tentu tidak akan dilakukan jika tidak memiliki  pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakatnya. Karena esensi adanya negara adalah untuk menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, dan bermartabat. Pengalaman telah membuktikan, pada masa orde baru kita melihat dengan jelas apa dampak yang dirasakan oleh rakyat karena pemerintahan yang bobrok dan korup. Ketika bom efek negatif itu telah meledak, seolah kiamat kecil terjadi di negeri ini. Tidak hanya masyarakat saat itu saja yang merasakan, akan tetapi efeknya masih terasa dan akan terus ditanggung hingga beberapa dekade ke depannya. Krisis multi dimensional yang berkepanjangan adalah bukti nyata runtuhnya ekonomi masyarakat karena penyelenggaraan pemerintahan yang tidak bersih.

Berbagai upaya tentu dilakukan untuk menyejahterakan masyarakat, selain dengan membangun ekonomi rakyat, hal penting dan mendasar yang perlu dilakukan adalah membangun penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Berdasarkan pengalaman, kita yakin bahwa penyelenggaran pemerintahan yang bersih akan memberi pengaruh signifikan terhadap terangkatnya perekonomian masyarakat yang kemudian tentu saja meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Pemerintahan yang bersih akan bedampak  pada tersalurnya dana yang merupakan hak masyarakat sebagaimana mestinya. Asumsi ideal pemerintahan yang bersih diyakini bahwa pejabatnya tidak ada lagi korup, bahkan satu sen pun. Dengan demikian, sejumlah dana berupa bantuan,pinjaman, dan lain sebagainya yang diturunkan dari pemmerintahan pusat/sumbernya tidak akan ada yang dipajak ditengah jalan. Fenomena yang masih kita rasakan saat ini, ketika ada turun kucuran dana, jumlah yang sampai ke masyarakat yang berhak hanya beberapa persen saja, atau boleh disebut sisa yang telah dipungut secara liar oleh sekian orang sebelumnya. Bahkan, tidak sedikit yang dijumpai apa yang menjadi hak masyarakat tidak sampai kepada yang berhak sama sekali. Yang membuat miris hati ini adalah tentu saja ketika yang dipancung adalah bantuan untuk mereka yang dilanda korban bencana alam, entah berapa kali lipat kemalangan yang diterima oleh masyarakat yang bersangkutan. Seperti yang terjadi di Aceh, saat bencana tsunami, dan di daerah-daerah lain yang ditimpa bencana gempa dan banjir, banyak ditemukan kasus diselundupkannya  bantuan untuk korban yang mana kebanyakan dilakukan oleh aparat negara.

Jika tercipta pemerintahan yang bersih, tentu hal-hal seperti ini tidak akan terjadi. Apa yang menjadi hak masyarakat akan terpenuhi, hasil yang diharapkan pun tentu akan terjadi. Ketika tersalur sebagaimana mestinya hal ini tentu akan memengaruhi peningkatan perekonomian masyarakat, karena salah satu kendala bagi masyarakat kecil adalah keterbatasan pemerolehan modal untuk berusaha dalam rangka meningkatkan perekonomian hidupnya. Jika salah satu sumber modal tersebut dipangkas oleh pihak yang tidak bertanggungjawab tentu hal ini memperlambat peningkatan kesejahteraan masyarakat, kemiskinan yang merupakan salah satu musuh utama bangsa tentu akan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pengentasannya.

Kemudian, penyelenggaraan pemerintahan yang bersih memungkinkan teroptimalkannya berbagai macam sumber daya yang ada. Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya Indonesia begitu kaya akan potensi sumber daya alam, akan tetapi mengapa semua itu tidak teroptimalkan keberadaannya? Jawabannya ada di tangan pemerintah, karena sebagaimana yang diamanahkan kontitusi negara kita bahwa sumber daya alam penting tersebut dikuasai negara dan digunakan sebesar-sebesarnya untuk kemakmuran rakyat. Sehingga bagaimana bentuk pengelolaan sumber daya tersebut amat tergantung dari karakter aparat negara. Pemerintah yang bermasalah tentu ia akan memanfaatkan posisi untuk memenuhi kepentingan pribadinya, bahkan aset berharga bangsa itu bisa saja dijual agar ambisinya terpenuhi. Pengelolaan yang tidak sebagaimana mestinya ini tentu akan merugikan banyak pihak, secara umum dalam hal ini adalah kas negara yang tentu saja juga berefek pada kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, jika terimplementasi pemerintahan yang bersih tentunya kekayaan sumber daya alam yang menjadi kebanggaan bangsa ini bisa terkelola sebagaimana mestinya. Efeknya tentu saja juga berujung kepada masyarakat, ketika kekayaan alam terkelola dengan baik akan berdampak pada devisa negara, sejatinya kesejahteraan negara akan diikuti oleh kesejahteraan masyarakatnya. Kas negara yang bertambah bisa didistribusikan untuk program peningkatan ekonomi rakyat, kemudian masyarakat pun bisa menikmati kekayaan alam bangsanya tersebut.

Harapan itu masih ada

Pemerintahan yang bersih memang masih menjadi harapan dan cita-cita saat ini. Memang butuh kesabaran dan waktu yang panjang untuk mewujudkan ini semua, termasuk pengorbanan tenaga, harta, bahkan nyawa sekalipun. Perubahan signifikan tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun jika ada usaha yang kuat tentu semua itu bisa diwujudkan. Bahkan prediksi pada tahun 2030 Indonesia memimpin peradaban dunia, bukan tidak mungkin hal itu bisa terjadi.

Perlu kesadaran, perlu gerak bersama untuk mewujudkan harapan kita ini. Di depan mata, masih bertengger musuh utama bangsa. Korupsi masih membudaya dan meraja lela, kemiskinan pun masih ada dimana-dimana. Namun, kita yakin kebenaran pun pasti akan menang, musuh utama bangsa pun bisa dilenyapkan. Salah satunya dengan menciptakan pemerintahan yang bersih yang akan berefek pada meningkatnya kesejahteraan rakyat. Kita yakin, Indonesia bisa sejahtera dengan pemerintahan yang bersih.

1000 langkah sesungguhnya diawali dari satu langkah pertama      

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s