Relevansi Teknologi Informasi dengan Global Warming

Posted: March 29, 2012 in tulisan jadul
Tags: , , ,


*Opini Bulanan PPSDMS_3 Januari 2009

Sistem Teknologi Informasi  mengalami perkembangan yang begitu cepat dan masifnya. Kalau kita melihat jauh ke belakang bagaimana perkembangan sejarah di dunia, dahulunya informasi disampaikan dengan cara dan dengan teknologi yang amat sederhana. Pada era kerajaan-kerajaan kuno dahulu (seperti Mesir kuno, Mesoptamia, Romawi, Persia, dsb), penyampaian informasi dilakukan hanya dengan mulut ke mulut atau pun pengumuman dari kerajaan. Komunikasi antar daerah dengan jarak yang jauh menggunakan bantuan hewan yang telah dilatih seperti burung merpati untuk mengantarkan surat. Kemudian berlanjut, pada masa kekuasaan kerajaan-kerajaan islam seperti Bani Umayah, Abasyah, dll dimana ilmu pengetahuan berkembang dengan cepatnya yang juga mendorong makin berkembangnya sistem informasi dan komunikasi, misalnya pada masa ini sudah dilakukan sistem “pos” dalam penyampaian berita dan informasi. Kemudian berlanjut pada masa pencerahan di eropa yang merupakan akibat pengaruh dari perkembangan ilmu pengetahuan Kerajaan Islam  di wilayah Arab. Fenomena yang lebih dikenal dengan Revolusi Indusatri Inggris tersebut telah menelurkan banyak ilmuan dan menghasilkan penemuan yang luar biasa di berbagai bidang termasuk dalam hal komunikasi, teknologi, dan informasi. Penemuan radio oleh Marconi, penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell, penemuan telegraf , televisi, dan benda-benda lainnya yang menunjang kelancaran teknologi dan informasi. Sampai memasuki abad ke 20 teknologi informasi pun berkembang dengan makin canggihnya yang semakin mempermudah manusia dalam melakukan pergerakan kesehariannya. Kemudian ditemukanlah kalkulator, lalu berlanjut ke komputer, penemuan-penemuan baru terkait kecanggihan dan komplesitas komputer tersebut, mulai dikenal jaringan antar komputer, sampai akhirnya ditemukan internet yang dengannya kita bisa mengetahui dalam hitungan detik apa yang terjadi di belahan bumi lainnya. Seiring dengan itu, juga terjadi perkembangan di bidang telekomunikasi informasi, mulai dari 1G, 2G, 3G, bahkan sampai pada 4G pada saat ini. Luar biasa, dari hal yang amat sedrhana dahulunya, teknologi telah jauh berkembang menjadi begitu canggih dan modernnya yang tentu saja hal ini memberi banyak kemudahan bagi kita manusia sebagai objek pengguna, walupun di sisi lain manusia jugalah sebagi subjek atau pembuatnya.

Sistem teknologi informasi telah berkembang dengan pesatnya. Satu sisi hal ini tentu memberikan dampak positif yang luar biasa begitu banyaknya kepada kita. Banyak kemudahan yang diperoleh, penggunaan waktu yang lebih efektif dan efisien, penghematan penggunaan tenaga maupun materi berupa uang, dan manfaat lainnya yang begitu banyaknya kalau dijabarkan satu per satu. Namun di sisi lain, tentu saja ada efeksamping dari keberkembangan IT ini, walaupun tidak seberapa tetapi cukup berbahaya juga kalau dianggap sepele. Manusia menjadi semakin dimanjakan misalnya, dengan perkembangan teknologi yang memberi banyak kemudahan bagi manusia ternyata kalau kelewatan memberi dampak buruk juga, manusia menjadi tergantung dengan alat serta membuat manusia juga jadi glamor karena timbul keinginan untuk memperoleh IT ter up date yang tentunya menguras gocek yang cukup banyak. Dampak lain adalah mulai bermunculannya jenis-jenis penyakit baru yang sebelumnya belum ada pada masa dahulu ketika IT belum sepesat seperti sekarang perkembangannya. Kemudian, dampak lain juga cukup parah adalah munculnya bentuk kriminal terbaru, seperti penipuan dengan internet atau via SMS, serta masih banyak dampak negatif lainnya dengan adanya perkembangan dari IT ini.

Adanya dampak negatif seiring dengan dampak positif karena kemajuan IT adalah suatu keniscayaan. Kita sebagai maker sekaligus usernya adalah berusaha bagaimana caranya dampak negatif itu bisa diminimalisir.

Global Warming & Peran Sistem teknologi Informasi

Dampak negatif bisa terminimalisir dengan sendirinya ketika penyebab dampak negatif bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif. Lalu, pemanfaatan seperti apa yang bisa dilakukan?

Perlu diketahui, ketika sistem teknologi informasi begitu berkembang dengan pesatnya, di sisi lain terjadi fenomena yang meresahkan bagi kita umat manusia yang tingal di bumi. Global warming merupakan isu sentral yang dibicarakan.

Jika secara sepintas lalu maka akan sulit merelevansikan bagaimana teknologi informasi berperan dalam hal penanggualangan efek global warming ini. Bagaimana tidak, di satu sisi global warming berkaitan dengan urusan lingkungan dan iklim yang merupakan kejadian alami. Sementara di sisi lain teknologi informasi merupakan suatu karya yang diciptakan oleh manusia. Namun, jika kita telik lebih jauh dan mendalam, maka akan ada suatu efek dari penggunaan teknologi informasi ini yang akan merambah pada perbaikan lingkungan demi berkurangnya efek global warming ini.

Kebermanfaatan IT dalam memberi pengaruh pada fenomena global warming adalah dari beberapa kegiatan yang bisa dilakukannya

  • Kegiatan pendidikan

Ranah pendidikan merupakan ranah yang mutlak ada pada setiap negara karena maju tidaknya suatu negara cenderung terlihat pada faktor kualitas pendidikannya. Manusia yang sebagai penggerak utama suatu negara terlihat kualitasnya pada sejauh mana jenjang pendidikannya. Kegiatan pendidikan agar menghasilkan out put yang berkualitas tentu diperlukan equipment dan supplemen yang memadai, termasuk di dalamnya penggunaan IT dan bahan-bahan lainnya. Kalau kita perhatikan dengan seksama, maka kegiatan pendidikan ini bisa saja menjadi penyebab dominan dari global warming. Mengapa? Penggunaan kertas adalah hal yang mutlak dalam kegiatan pendidikan sekarang ini, sebagai buku catatan, pengerjaan tugas, saat ujian, ataupun hal lainnya berupa penggunaan bahan yang menimbulakn sampah dan memperburuk lingkungan. Satu hal yang bisa dijadikan solusi agar kegiatan pendidikan tetap berjalan lancar tapi juga tidak menimbulkan efek samping pada lingkungan adalah berupa penggantian penggunaan kertas dalam kegiatan pendidikan dengan menggunakan teknologi informasi. Pemberian tugas kepada peserta didik cukup dilakukan melalui email, begitupun dengan pengumpulan tugasnya dengan menggunakan email, berbagai informasi terkait kegiatan akademis (terutama pendidikan tinggi) cukup melaui dunia maya saja. Hitung saja, jika semua institusi pendidikan menerapkan ini, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi, lalu kalikan dengan jumlah yang ada di nasional dan dunia, entah berapa kertas atau sampah yang bisa dihemat dan itu tentu saja mempengaruhi laju global warming. Di sinilah peran IT, kemajuan IT yang sudah sedemikian rupa seharusnya bisa dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin. Kemajuan IT bisa dimanfaatkan dalam kegiatan pendidikan sehingga memberi pengaruh pada penanggulangan efek pemanasan global.

  • Kegiatan politik

Setiap negara manapun pasti menyelenggarakan kegiatan politik di negaranya walaupun dengan menggunakan sistem dan cara-cara yang berbeda. Di Indonesia misalnya yang menganut sistem demokrasi, mulai dari kegiatan kampanye sampai pada pemilihan dari berbagai skala, pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, pemilihan partai, sampai pada pemilihan pemimpin negara. Nah, yang menjadi catatn adalah prosesnya tersebut yang ternyata memberi efek pada pemanasan global. Saat berkampanye, entah sekian banyak kertas dan sampah yang ditimbulkan, jika cakupan luas wilayahnya itu besar dan terjadi di seluruh dunia tentu pengaruhnya sangat signifikan. Kemudian ketika pemilihannya, di Indonesia misalnya pemilihan itu digunakan kertas sebagai tempat mencoblos atau mencentang pilihan rakyat. Jumlahkan saja semuanya dan perluas lingkupannya sampai pada tataran global, sama, memberi pengaruh yang signifikan dalam memperbesar efek global warming. Jika kegiatan pesta demokrasi ini dihilangkan adalah suatu hal yang tidak mungkin untuk saat-saat ini, tetapi harus ditemukan cara bagaimana agar penggunaan bahan yang bisa memberi efek pada lingkungan bisa diminimalisir. Di sinilah IT bisa berperan, dengan perkembangan teknologi informasi dan kecepatan penyebaran informasi bisa saja dan mudah untuk diterapkan sistem kampanye melalui dunia maya, yang mana telah dicoba dan dimasifkan oleh Barrack Obama. Ia banyak berkampanye melalui blog, jaringan sosial, site us dsb. dan ternyata memberikan bukti dan memberi pengaruh signifikan terhadap perolehan suara yang dicapainya. Bayangkan saja jika ini dilakukan oleh seluruh kandidat di dunia dengan catatan mengurangi penggunaan bahan yang bisa mnenimbulkan sampah seperti kertas, palstik,dll., tentu memberi efek yang cukup signifikan pada pengurangan sampah dan pemborosan yang diciptakan.

Kemudian masuk pada penggunaan bahan saat proses pemilihannya, beberapa bulan yang lalu dilakukan Pemilihan Raya Mahasiswa di FEB UGM, salah satu jurusan yaitu Manajemen melakukan hal baru dalam proses pemilihan ketua HMJ mereka. Mereka tidak menggunakan kertas untuk dicoblos, tetapi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi, pemilihan dilakukan dengan memasukkan jenis pilihan ke laptop dan dengan sistem jaringan informasi dan database datanya akan terkumpul. Luar biasa, selain hemat waktu dimana tidak perlu lagi menghitung manual siapa jumlah suara terbanyak seperti biasa yang dilakukan pada pemilihan klasik, secara otomatis sudah bisa diketahui langsung siapa ketua terpilih setelah pemilihan selesai, dengan sistem seperti ini tentu saja bisa dihilangkan penggunaan kertas yang biasanya dijadikan surat suara. Kalau sistem seperti ini bisa diterapkan di tingkat yang lebih luas baik itu negara ataupun secara keseluruhan di dunia, tentu saja memberikan dampak yang amat signifikan dalam pengurangan penggunaan jumlah kertas, sehingga berkurang juga jumlah pohon yang ditebang untuk pembuatan kertas. Sekali lagi kemajuan IT memberikan dampak yang signifikan pada usaha untuk penanggulangan efek pemanasan global.

Sebenarnya, kalau kita mau berpikir dan berusaha lebih optimal lagi dalam mendayagunakan kreatifitas dan akal fikiran kita untuk memanfaatkan kemajuan IT ini tentu bisa ditemukan bentuk lain dari penggunaan IT, sehingga IT bisa memberikan peran yang berarti dalam hal penanggualangan pemanasan global. Sedikit contoh di atas belumlah seberapa dari menggunkan kebermanfaatan IT dalam hal penanggulangan efek global warming, jika dicari dan diteliti lebih jauh tentu akan banyak hasil yang diperoleh yang tidak terduga sebelumnya.

Pasti Ada Tantangannya

Tentu saja melakukan suatu  perubahan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Termasuk dari memberikan kebermanfaatan IT ini dalam dunia lingkungan. Ketika IT dicoba untuk dikembangkan lebih jauh dalam penggunaannya, akan ditemukan berbagai macam tantangan yang bisa memperhambat pergerakan, seperti kualitas SDM yang masih rendah, kemajuan teknologi yang belum merata, risiko yang ditimbulkan, biaya yang mahal, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tantangan-tantangan ini hendaknya tidak menjadikan kita patah hati, tetapi semakin memberikan semangat untuk terus berusaha dan mencoba. Tantangan-tantangan itu tidak menjadi hal yang memperlemah diri untuk berbuat, tetapi suatu hal yang harus dilewati dan diyakini ketika hal itu sudah terlewati, sesuatu yang cerah telah menanti.

Lakukan yang terbaik, tidak hanya untuk dunia, tetapi juga dunia yang lebih baik dan bermartabat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s