Mahasiswa Berkompetensi, Berkontribusi Melalui Organisasi

Posted: March 29, 2012 in tulisan jadul
Tags: , ,

 *Opini Buletin Equilibrium_11 Juni 2009

Status mahasiswa merupakan status yang unik dan penuh keistimewaan. Pada kondisi ini kita bukan lagi sebagai siswa sebagaimana masa SMA yang kesehariannya penuh dengan kenimatan menikmati puncak keremajaan. Dengan ditambahkan kata maha, maka jalan kehidupan pun berubah dan tantangan yang dihadapi pun berbeda.

Mahasiswa merupakan masa penanaman dan pematangan idealisme, karena mahasiswa merupakan status yang memiliki independensi tertinggi di antara status lainnya. Saat menjadi mahasiswa, begitu tinggi kebebasan dalam mengeluarkan pendapat, menyampaikan opini, ataupun memengaruhi kebijakan. Berbeda ketika berada pada ranah-ranah profesi yang penyikapan pribadi diintervensi pihak lain, seperti atasan, rekan sekerja, pemerintah yang mempengaruhi posisi kita di ranah kerja, dan pihak terkait lainnya. Masa mahasiswa adalah masa yang istimewa, tidak kalah indah dari masa-masa SMA.

Berbicara tentang mahasiswa maka tidak dapat dipisahkan dari pembicaraan persoalan akademis karena sejatinya amanah sebagai seorang mahasiswa adalah akademis. Tujuan mahasiswa adalah menuntut ilmu sebagai jembatan meniti karier yang ia pilih.  Walaupun tidak 100% benar, jenis pekerjaan yang akan kita geluti nantinya dipengaruhi oleh jenis apa Fakultas, Jurusan, bahkan Program Studi yang dipilih. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut concern pada persoalan akademis.Tidaklah pantas disebut sebagai seorang mahasiswa jika ia masih belum selesai dengan persoalan akademis ini. Terkait hal tersebut, yang perlu ditentukan adalah indikator seperti apa yang digunakan untuk mengukur kesuksesan seorang mahasiswa.

Indeks Prestasi merupakan indikator yang paling kongrit untuk menggambarkan kesuksesan seorang mahasiswa. Namun apakah itu akan menjadi pertimbangan satu-satunya dalam menilai kesuksesan seorang mahasiswa? Seandainya diadakan riset kecil-kecilan kita yakin bahwa sebagian besar akan menjawab tidak.

Banyak faktor lain yang memengaruhi keberhasilan seseorang mahasiswa di dunia kariernya nanti. Seperti softskill dan pola pikir dari mahasiswa tersebut. Hal yang percuma jika seseorang begitu paham tentang teori ekonomi sementara di sisi lain ia tidak memiliki cukup kemampuan dalam menyampaikannya ke orang lain. Keahlian berupa softskill ataupun lifeskill merupakan keahlian yang tidak ditemukan di bangku perkuliahan, kalaupun ada hanya sebatas teori dan itupun ada pada fakultas tertentu saja yang memang relevan dengan perkuliahannya seperti psikologi, ilmu komunikasi, dll. Skills yang tidak ditemukan di bangku kuliah tersebut bisa ditemukan pada kegiatan berorganisasi.  Dalam konteks ini, yang dibicarakan adalah mahasiswa, maka tempat berlabuh bagi seorang mahasiswa selain kelas adalah tentu saja organisasi mahasiswa.

Organisasi memang merupakan tempat diasah dan dimatangkannya kompetensi yang tidak didapatkan pada bangku perkuliahan, tetapi amat disayangkan jika kita memasuki ranah organisasi hanya mengaharap kebutuhan pribadi tanpa adanya kontribusi nyata yang dilakukan. Sebagaimana Teori Hierarki Kebutuhan Maslow bahwa kebutuhan paling puncak dan asasi itu adalah aktualisasi diri. Hidup dengan kontribusi tentu  mendatangkan kepuasan pribadi tersendiri.

Renungan

Kita saat ini adalah mahasiswa, kata maha yang dilekatkan pada kata siswa seharusnya menjadi beban pribadi akan tanggungjawab sebagai seorang mahasiswa. Tidak semua orang yang beruntung mengecap bangku perkuliahan. Anugerah yang diberikan ini seyogyanya benar-benar dioptimalkan dan memiliki nilai manfaat tidak hanya untuk diri pribadi, akan tetapi juga berefek pada orang lain. Bangku kuliah adalah tempat pematangan kompetensi atas disiplin ilmu yang dimiliki. Kemudian, melalui organisasi dilatih profesionalitas diri dan selanjutnya mampu berkontribusi dengan aksi-aksi nyata ke masyarakat luas. Hiduplah dengan penuh kontribusi karena mereka, ratusan juta rakyat telah menumpukan harapan yang begitu tingginya kepada kita selaku mahasiswa.

Jangan tanyakan apa yang telah kau dapatkan dari negaramu, tetapi tanyakanlah apa yang telah kau berikan untuk negaramu.

Comments
  1. fasyaulia says:

    Setuju. IPK tidak menjadi patokan. Saya pribadi banyak banget hal yang bisa di dapet dari organisasi 😀 Lagian kalo mahasiswa ga ikut organisasi, kurang “mahasiswa banget” hahaha

  2. anggiawan23 says:

    ada quote menarik dari Bapak Anies Baswedan,
    “IP yang tinggi akan mengantarkan anda pada panggilan wawancara pekerjaan. Tapi your leadership, yang membawa pada masa depan.”

    Nah, leadership itu sendiri gak akan didapetin di bangku kuliah, bisa didapetin dunia organisasi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s