Beberapa Hari di Rumah Sakit

Posted: July 24, 2017 in hikmah
Tags: , ,

Dear Blog, udah lama gak menyapa… postingan sebelumnya mengucap target nulis tiap bulan. 7 bulan berjalan 2017, tiada nambah postingan nya.. wkwkw. Bismillah, coba mulai lagi..

Pada tanggal 8-15 Juli lalu, aku kembali nambah cuti pulang kampung, setelah sebelumnya sudah cuti juga mengakhiri Ramadhan dan mengawali syawal di Payakumbuh dan Bukittinggi, kota kelahiran dan kota keluarga istri. Cuti kali ini bukan tanpa alasan, dalam rangka menemanti Apa operasi hernia di RS Bukittinggi. Dalam dunia peroperasian, menurut info yang aku curi-curi dengar, operasi hernia termasuk operasi yang ringan, namun permasalahannya adalah Apa sebelumnya punya riwayat jantung, sehingga operasi ini tidak menjadi sederhana, ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan disiapkan. Sebab, saat anestesi berlangsung maka akan menyebabkan pembuluh jantung mengecil, hal yang tidak bermasalah bagi orang biasa, namun dengan yang jantung bermasalah seperti yang dialami Apa, perlu banyak aspek yang diperiksa dan dipastikan kesiapannya. Sehingganya lah, Apa sudah memasuki RS sejak hari Kamis malam, baru dapat terselenggara operasi nya pada Selasa siang. Setelah melewati berbagai pemeriksaan lab dan kondi dalam jantung.

Hernia, mungkin gak banyak yang tahu dengan istilah ini. Read the rest of this entry »

sebelumnya di..

https://wordpress.com/read/feeds/653307/posts/1280845925

25 September 2016

Ini hari Minggu, dan sudah sejak usia hamil 7  bulan, pagi minggu adalah jadwal Yoga istri di GBS. Dan kebetulan saat itu instruktur nya Mba Neny dan sekalian kami control kandungannya. Walau sudah kontrol ke dokter pada hari Jumat lalu, mengingat perubahan yang cukup signifikan pada istri dalam 2 hari terakhir, tiada salahnya kami kontrol lagi. Dan Alhamdulillah utk kesekian kalinya, ternyata debay nya sudah masuk panggul, dan sudah dalam posisi yang tepat dan siap untuk meluncur. Berarti hari kelahiran  makin dekat, dan kami semakin deg-degan. Walau kontraksi semakin intens, namun indicator itu belum terpenuhi, induksi-induksi alami tetap dilakukan, baik dari sisi makanan dan juga istri melakukan gerakan yoga di rumah, serta saya bantu untuk melakukan rebozo. Hingga malam dan pagi besoknya, sungguh aku merasa kasian melihat istri atas kesusahan-kesusahan yang dialaminya. Walaupun saat-saat sakit itu ia masih sering bercanda dan tertawa sambil kontraksi, yaa sudah air mata yang mau keluar karena iba tadi jatuh ke dalam. Akupun tetap usahakan senyum dan sekali-sekali bercanda juga, karena itu juga lah yang membuatnya bahagia yang pada saat yang sama memunculkan oksitosin untuk meningkatkan kontraksi itu sendiri. Dan nurutku memang begitulah seharusnya, walaupun didera keperihan atas gelombang cinta yang semakin kuat, satu sisi kita seharusnya juga bahagia, karena itu jg menjadi pertanda sang buah hati yang ditunggu-tunggu akan lahir ke dunia.

26 September 2016

Ini hari Senin, dan aku izin cuti dadakan kepada atasan, karena dari dini hari intensitas dan skala gelombang cinta yang dirasakan istri semakin kuat. Dan saat ini salah satu dibutuhkan istri adalah pendampingan dan penenangan dari suaminya. Dan juga tidak tega rasanya, meninggalkannya dengan kondisi seperti itu walau hanya sekedar ke kantor. Mumpung jatah cuti masih banyak, hari itupun aku putuskan utk tidak ke kantor. Dengan semakin kuatnya kontraksi yang dialami, beberapa kali aku tawarkan utk ke RS, namun kata istri tidak usah dulu, karena memang walaupun sudah lebih sering, tetapi belum hingga pada titik lebih 3x dalam 10’. Lebih baik menambah bukaan di rumah, dari pada menunggu bukaan di RS, karena kalaulah di RS, kami memprediksi akan banyak intervensi2 yang malah kontraproduktif dalam perkembangan bukaan. Aku kagum, di saat-saat yang menahan rasa sakit tersebut, ia masih mampu mempertimbangkan dengan matang, agar kelahiran ini jadi lebih aman dan nyaman. Walau satu sisi makin kasihan, dan air mataku hanya mampu dijatuhkan ke dalam.

Ketika maghrib, istriku terpaksa shalat dalam kondisi duduk, saking sudah melemahnya badan, tidak kuat lagi untuk berdiri. Kemudian, ia pun muntah, sepertinya karena menahan rasa sakit yang sudah tidak tertahankan. Aku suruh makan, tapi tidak ada selera untuk makan. Setelah didiskusikan, akhirnya kami sepakat, setelah isya kami berangkat ke masjid, sepertinya sudah tanda-tanda. Dan terpenting, kontraksinya diperkirakan udah lebih 3 dalam 10’, ia pun tidak dapat menghitung dengan benar-benar ingat, karena rasa sakit yang sepertinya tiada berhenti. Setelah segala persiapan, sekitar jam 9 malam kami berangkat menuju RS yang berjarak kurang lebih 5 km dari rumah. Sampainya disana, masuk ke UGD dan urus Administrasi. Dilalahnya, kamar kelas VIP nya penuh, tersisa kamar kelas dibawahnya, yang musti berbagi kamar dengan orang lain. Hal ini tentunya sangat tidak nyaman, mengingat pasca melahirkan tentu butuh sekali ruang privasi ini, tapi ya sudahlah, musti gimana lagi. Read the rest of this entry »

img-20161231-140050Alhamdulillah wa syukurillah, anak ku telah lahir kedunia pada 27 September lalu, sebuah proses yang susah utk disebut mudah yang dilalui oleh ibunya, namun terselip kebahagiaan dalam menjalani proses-proses tersebut, sejak dari awal-awal kehamilan, trimester I, II, hingga trimester III dan lanjut proses persalinan. Tidak hanya berhenti disitu sebenarnya, saat ini pun adalah masa-masa penuh perjuangan untuk dilewati, menjaga si bayi, tetap terpenuhi kebutuhan ASI nya dan kenyamanannya. Benarlah kiranya dengan apa yang sudah difirmankan Allah dalam QS Luqman 14:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Bahwa proses kesusahan yang dilewati mulai dari Hamil, kemudian melahirkan, tidak berhenti disitu pasca melahirkan juga demikian. Karena setelah lahir pun akan ada kesibukan tambahan untuk dijalani, waktu tidur yang berkurang, dan juga waktu yang berleha-leha tidak sebanyak seperti biasanya. Alhamdulillah, istriku sudah melewati fase 1 dan 2 nya, dan sedang berproses pada fase 3, yaitu fase menyusui. Walau tidak mudah, dari pancaran wajahnya aku dapat melihat, kesusahan yang dialami tersebut sungguh sudah terkalahkan dengan kebahagiaan menjaga sang putra ini.

Sudah lama ingin ku tuliskan, bagaimana proses bersalinan itu berlangsung, namun selalu saja ada hal yang tidak menyempatkannya. Walau sudah lewat beberapa waktu semoga masih dapat bermanfaat dan ada pelajaran yang dapat diambil. Alhamdulillah, komentar beberapa orang kami khsusnya istri termasuk orang yang beruntung dan diberi kemudahan dalam melahirkan. Hal ini patut disyukui sebagai karunia Allah SWT, dan juga usaha kami untuk memperbanyak referensi dan ilmu agar dapat melahirkan dalam keadaan normal, cepat, aman, dan nyaman.

Semuanya berawal dari ketika kami bersilaturahim dengan salah satu teman kantor saat lebaran Idul Fitri, kami tidak mudik ke Padang, karena saat itu istri sudah memasuki hamil 7 bulan, atau sudah memasuki trisemester III, tentu ini adalah kondisi yang cukup beresiko bagi ibu hamil untuk naik pesawat, sehingga lebaran tahun 2016 ini kami lewati di Balikpapan. Hikmahnya dapat bersilaturahmi dengan sahabat-sahabat di Balikpapan. Kebetulan teman kantor yang kami kunjungi sudah punya anak, darinya kami dapat informasi mengenai Hypnobirthing, sesuatu yang tidak tertemukan pada buku-buku kehamilan yang sudah dibeli, kalau istri sih katanya sempat melihat istilah tersebut dari sebuah buku, namun tidak dijelaskan detail. Dari teman tersebut juga kami diberi informasi tentang kelas Hypnobirthing di Balikpapan yang diselenggarakan oleh Griya Bunda Sehat, dengan bidan pengasuh Mba Neny. Akhirnya kami pun ikut kelas tersebut, Alhamdulillah banyak pencerahan yang kami peroleh seperti tentang paradigma menjalani proses kehamilan. Sebelumnya persalinan adalah proses yang dianggap menakutkan oleh istri, dari kelas tersebut diketahui ternyata pandangan kita salah, malah seharusnya proses kelahiran ini  adalah proses yang ditunggu-tunggu sebab kita akan bertemu dengan si buah hati, ibarat kata kencan pertama, seharusnya proses melahirkan menjadi sesuatu yang mendebarkan sekaligus menyenangkan. Walau ada rasa sakit yang tetap pasti untuk dilewati, namun dengan sugesti-sugesti positif tersebut rasa sakit itu dapat lebih kuat untuk dihadapi oleh sang ibu. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah ilmu2 seputar menjalani kehamilan dan kelahiran yang didapat pada kelas hypnobirthing tersebut. Aku dan istri sama-sama bukanlah orang kesehatan, sehingga ada banyak ilmu2 teknis yang kami peroleh seputar menjalani masa kehamilan dan titik kritis menjelang persalinan. Dan salah satu point yang kami peroleh adalah tentang waktu yang paling pas si calon ibu di bawa ke RS untuk melahirkan, yaitu ketika “kontraksi telah berdurasi minimal 3x dalam 10’. Dan ilmu ini sungguh sangat berharga.

Singkat cerita, tiada terasa usia kandungan istri sudah mendekati waktu HPLnya (Hari Perkiraan Lahir), yaitu tanggal 20 September 2016. Gelombang cinta itu sudah mulai dirasakan sebenarnya. Gelombang cinta ini istilah lain dari kontraksi, istilah yang diperoleh dari kelas Hypnobirthing tersebut, dan juga sebagai bentuk sugesti positif atas kontraksi yang dirasakan. Tanggal 20 Sept pun tiba, belum terlihat tanda-tanda bahwa si Dedek Bayi akan lahir pada tanggal tersebut, gelombang cinta masih sering terjadi hanya saja intensitasnya masih sedikit.

23  September

Hari ini adalah waktu control pekanan ke dokter kandungan. Alhamdulillah posisi bayi tidak berubah, masih normal dengan kepala di bawah, walau ada sedikit lilitan, menurut informasi kami terima, lilitan tersebut bukanlah sesuatu yang cukup dikhwatirkan untuk dilakukan proses persalinan normal. Hanya saja berat badan dedek yang cukup banyak, sudah memasuki 3,3 Kg, dan istri pun sudah melakukan diet gula untuk menahan laju ini, dan juga ternyata si dedek belum juga masuk ke panggul ibu nya, dan untuk hal ini pun istri sudah melakukan rebozo dan gerakan-gerakan yoga untuk mendorong agar debay turun ke panggul (ilmu ini juga diperoleh dari GBS).

24 September

Dini hari nya aku dibangunkan oleh istri, terlihat kecemasan tingkat tinggi di wajahnya. Sebab ada cairan yang keluar, bukan air seni, menurut info yang diperoleh dari saudara yang pernah mengalami, air tersebut adalah air ketuban. Jika demikian, berarti air ketubannya pecah. Demikianlah kesimpulan kami saat itu, sehingga menurutku harus segera ke RS, ngecek, ada kemungkinan waktu lahir sudah dekat, dan jika ketuban pecah ada kekhawatiran berdampak pada kesehatan debay. Namun istri mengingatkan, gimana coba konsul dulu ke Mba Neny. Aku mengiyakan, jadinya 1/3 malam itu istri nge wa Mb Neny, kalau telpon takutnya ngeganggu, kemungkinan masih tidur. Alhamdulillah, menjelang shubuh, ada balasan dari Mba Neny, dengan menanyakan beberapa hal terkait detail yang terjadi terhadap istri. Alhamdulillah lagi, setelah memperoleh penjelasan, air rembesan tersebut memang air ketuban, namun hal itu karena ada sedikit kebocoran dan amat mungkin dapat ditutupi lagi dengan banyak minum air kelapa serta kangen water. Atas saran Mba Neny, kami mengurungkan untuk ke Rumah Sakit, walaupun hal yang terjadi merupakan pertanda semakin dekatnya hari lahir, dan kamipun semakin deg-deg-an. Yang dibutuhkan saat itu adalah bagaimana memunculkan kontraksi yang semakin intens dan semakin kuat sehingga dapat menambah bukaan pada jalin lahir. HPL telah lewat, tentu yang perlu dilakukan adalah bagaimana mempercepat kelahirannya, dan jalan yang kami pilih adalah dengan induksi alami. Maka nya seharian tersebut yang kami lakukan adalah bagaimana menstimulan munculnya kontraksi atau gelombang cinta tersebut, diantaranya pergi makan duren dan nenas, melakukan PR no 12, serta melakukan aktivitas2 yang membuat istri senang. Rasa senang ini penting, karena salah satu yang mendorong kontraksi adalah hormon oksitosin, yang salah factor nya adalah perasaan gembira dan senang dari si calon Ibu. Perlu juga aku sampaikan, melaksanakan PR no 12 ternyata benar-benar berefek banyak terhadap perkembangan kontraksi, kontraksi nya makin intens dengan skala yang lebih kuat. Setelah bersenang-senang seharian, termasuk mengajak mertua ke pantai, pada malam hari nya flek pun muncul. Terkait rembesan sebelumnya sudah berkurang dan hampir tidak ada, karena seharian istri banyak minum air kelapa  muda dan kangen water. Flek yang muncul pertanda setidaknya sudah bukaan 1 atau 2, kalaulah tidak tahu ilmu ini tentulah kami jadi makin stress dan bersegera ke RS. Padahal itu di satu sisi pertanda baik, dan hal yang normal menjelang kelahiran. Bukaan 1, salah satu indicator kala 1 pada proses persalinan, dan sayangnya tidak bisa dipastikan tepat kapan lanjutan bukaannya, karena kala satu ke kala 2 pertambahannya bermacam-macam setiap orang, ada yang cepat dan kebanyakan masih membutuhkan waktu beberapa hari. Maka nya saat itu kami masih bertahan dan belum memutuskan utk ke RS, berdasarkan perhitungan kontraksi nya masih dibawah 3x dalam 10’, walaupun gelombang cinta yang dirasakan istri skalanya makin kuat.

(bersambung)

Membangun Titik Temu

Posted: May 13, 2016 in diagnosa
Tags: ,

indexPada tulisan kali ini mencoba menganalisis keterkaitan tiga sektor yang akan sangat ciamik kalau ada saling titik temu antara satu dan yang lainnya, yaitu sektor publik, sektor privat, dan sektor pendidikan. Sektor publik berperan dalam tata kelola negara, agar berjalan sebagaimana mestinya, dan alat-alat pemerintah bekerja sesuai bidangnya dengan tujuan utama mensejahterakan masyarakat. Sektor privat adalah bidang pada ranah swasta. Berupa perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa bagi masyarakat dalam menjalani kehidupannya. Sektor pendidikan tentu saja sektor yang berperan dalam mencetak generasi-generasi penerus bangsa, menghasilkan SDM yang bermutu sebagai asset negara. Terlebih lagi untuk pendidikan tinggi, disana tidak hanya menjadi kawah candra dimuka dari lahirnya SDM berkualitas, tetapi juga menjadi tempat berkembangnya ilmu pengetahuan melalui kajian-kajian dan riset yang dijalankannya. Read the rest of this entry »

Posted: December 17, 2015 in Uncategorized

Dari Icha di Taman Lavender

“April 2014 lalu saat semua rumah sakit angkat tangan dengan hasil pet scan Icha, mereka tak bisa melakukan apa apa karena jenis ca Icha yang langka dan tak merespon kemo juga radiasi.
Melalui informasi dari teteh Indi, dan seorang sahabat suami icha kami berangkat ke C care. Saat itu pak Warsito ada di luar negri kami bertemu para fisika medisnya saja, mereka menginfokan bahwa mereka baru 1x menerima pasien jenis ca seperti icha dan pasien tersebut tak menunjukan progress baik, tersirat bahwa sepertinya progressnya lambat atau mungkin tdk ada progress.

Sekali lagi air mata Icha menetes, Icha mencoba menerima dan berdamai keadaan. Suami Icha tetap optimis dan terus menyemangati agar tetap mencoba.

Saat itu icha disarankan untuk menggunakan 3 alat, rompi untuk paru paru dan spinal, celana untuk lumbal dan abdomen bawah, satu lagi dibahu kiri yang bentuknya seperti penyangga patah tulang (cukup rame penyebarannya ).
Keadaan ekonomi kami hanya bisa untuk membeli 2 alat saja maka kami sepakat membeli 2 alat dulu untuk kemudian akan membeli 1 lagi setelah ada THR (tunjangan hari raya).

Kami menunggu alat disiapkan sampai setengah 6 sore, saat itu bulan Ramadhan maka kami memutuskan untuk menunggu magrib, sholat baru kemudian pulang.

Lalu masuk seorang laki laki rambunya kelabu, wajahnya ramah penuh senyum. Ia melihat ke arah kami, tapi terlihat ragu untuk menyapa kami, kamipun demikian, dalam hati bertanya apakah ini beliau? (melihat rekaman video penjelasan beliau diawal tadi).

Suami Icha memberanikan diri untuk mendekati bertanya kepada beliau dan ternyata memang benar itu beliau.

Kemudian mereka bercakap cakap, Icha memilih untuk tak terlibat percakapan itu mungkin mereka mau menjaga perasaan Icha dan tak mau Icha mendengar apa yg Icha takut untuk dengar. Suami Icha menunjukan hasil pet scan dan memanggil Icha untuk mendekat. Beliau melihat Icha dengan seksama dan melihat kertas yang berisi anjuran pemakaian kemudian melihat lagi hasil pet scan, lalu ia berkata… “Jangan putus harapan…”

Dan air mata icha bukan hanya menetes tapi mengalir deras. Beliau tak mengatakan apa yang Icha takut untuk dengar. Beliau memberikan Icha kesempatan untuk berharap. Itu berarti sekali untuk Icha. Ia mengganti resep pemakaian alat dan menanyakan mengapa hanya ada 2 alat, seharusnya ada 3 alat. Icha menjawab “Insya Allah Icha akan kembali 1 minggu lagi.” Beliau tanya kenapa?
Icha jawab, “Keadaannya belum mengijinkan, tapi Icha akan kembali 1 minggu lagi (hati kecil icha berkata disini icha bisa berharap, sekecil apapun harapan itu akan icha perjuangkan).”

Kemudian beliau memanggil salah satu fisika medisnya dan meminta Icha mengukur alat ke tiga. Icha tegaskan bahwa jangan sekarang keadaannya blm mengijinkan, namun beliau berkata, “Ini untuk kamu dan kamu tak perlu menunggu 1 minggu, jangan putus harapan.”

Allah mempertemukan Icha dengan beliau dan memberikan Icha kesempatan berharap.

Sekarang 1 tahun berlalu, Icha masih disini bersama anak-anak dan suami tercinta, masih bersama keluarga tersayang Icha dan karena Pak War Icha tidak putus harapan.

Terimakasih Pak Warsito dan “jangan putus harapan…”
Doa kami bersamamu selalu, Pak.
Love you always

🍃🌿🌻🍃🌿🌻

Kalau sampai C Care tak bisa lagi melayani pengguna ECCT baru, mau ke mana Icha-Icha lain?
Ada yang bisa jawab?
Bagaimana kalau Icha itu adikmu, istrimu, ibumu?

#PerempuanUntukKanker

View on Path

DSCF0548Beberapa waktu lalu sempat ikut kegiatan muqoyyam di Banjar baru. Muqoyaam merupakan istilah lain untuk kegiatan perkemahan. Seharusnya aku ikut untuk kegiatan dengan durasi 2 hari 1 malam, hanya saja karena kesibukan kegiatan pekerjaan aku cuma bisa mengikuti 2 hari 1 malam aja. Ini adalah muqoyyam yang ke 4 kali yang aku ikuti. Saat SMA 1 kali, ketika kuliah 2 kali, dan pasca kuliah ini 1 kali.

Ada banyak materi yang disampaikan, walaupun dengan durasi super singkat dan super kilat. Nah, salah satu materi yang disampaikan adalah kegiatan PBB. PBB (Peraturan Baris Berbaris) sebenarnya bukanlah suatu yang asing bagiku, karena sejak masih SD aku sudah terlibat banyak dalam urusan PBB ini melalui kegiatan pramuka. Saat SD pada even Jambore Daerah aku salah satu peserta yang ikut dalam lomba PBB, walau saat itu gak menang sih, karena saingan se Sumatera Barat. Saat MTsN, masih melalui kegiatan Pramuka, aku sempat ikut beberapa kali lomba PBB dengan peran sebagai danton nya. Dan beberapa diantaranya sempat membawa pulang piala kemenangan untuk level setingkat kota dan provinsi. Pun ketika SMA, walau ikut kegiatan pramuka tidak seaktif/seserius ketika MTsN, namun saat ada lomba PBB antar Pramuka se Kota Padangpanjang, aku pun ikut lagi dan kembali terpilih menjadi danton nya. Alhamdulillah, tropi juara 1 bisa kami persembahkan untuk sekolah. Kembali pada kegiatan muqoyyam tadi, saat materi praktik PBB tersebut aku sempat berdebat dengan salah satu instruktur nya, pasal nya ia memberikan aba-aba 5 langkah ke kanan, reflek aku protes karena masih inget banget apa yang disampaikan pelatih Pramuka saat SD dulu, bahwa maksimal langkah ke samping/depan/belakang adalah 4 langkah, kalau lebih dengan aba-aba maju jalan, namun sang instruktur tetap ngotot kalau maksimal 5 langkah. Yaa, sudahlah aku tidak melanjutkan perdebatan, pun kemudian aku coba searching di google pas udah sampai ke rumah, ternyata benar tidak menemukan aba-aba langkah PBB untuk gerakan perpindahan yang berjumlah 5 langkah, adanya 1/2/3/4. Hmm, semoga instruktur tersebut iseng2 buka google dan menemukan tulisan ini atas kekeliruannya, hehehe. Read the rest of this entry »

Jangan Sekedar Bermimpi

Posted: March 25, 2015 in Motivation
Tags: ,

Kenyataan hari ini adalah mimpi kita kemaren, dan impian hari ini adalah kenyataan hari esok (Hasan Al Banna).

images2

Dalam menjalankan hidup kita harus memiliki tujuan atau akhir hidup yang akan dicapai. Visualisasi dari tujuan hidup ini adalah berupa mimpi dan cita-cita. Kita dituntut untuk berani bermimpi dan bercita-cita tinggi, namun tidak sekedar bermimpi karena juga harus diikuti usaha yang kuat untuk mencapainya. Pilihan mimpi yang tepat akan menambah peluang terealisasinya mimpi tersebut. Banyak orang yang bermimpi tinggi-tinggi, tapi kemudian mimpi itu hanya menjadi angan karena dirumuskan sembarangan, tidak memperhatikan kapasitas dan kapabilitas diri dalam mencapainya.

Saatnya melakukan kilas balik atas sejarah diri, dalam beberapa tahun kita hidup, coba renungkan, proses keberjalanan hidup kita selama ini? Apa yang kita suka? Hingga kondisi lingkungan yang membentuk kita. Kumpulkan serpihan-serpihan perjalanan hidup tersebut, kemudian rumuskan dalam sebuah analisis atas diri kita. Di dalamnya akan tertuang kelebihan serta kekurangan yang kita miliki, dan juga potensi serta bakat diri yang bisa dikembangkan sehingga bisa disesuaikan dengan karir kita kedepannya. Tentunya akan menjadi salah alamat jika seseorang yang selama hidupnya ternyata amat alergi melihat darah kemudian memilih profesi menjadi dokter, atau seorang yang amat senang melukis kemudian memaksakan diri untuk menjadi ilmuan. Pemahaman atas kondisi diri amat penting dilakukan sebelum kita merumuskan mimpi atau cita-cita yang ingin kita capai. Read the rest of this entry »

IMG_5592Kepariwisataan adalah salah satu objek potensi daerah yang jika terkelola dengan baik dapat menambah PAD. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, di sisi lain juga kaya dengan keindahan alam yang menakjubkan. Namun sayangnya masih banyak keindahan alam menawan tersebut yang belum teroptimalkan sebagai asset pariwisata yang potensial. Selain objek wisata yang sudah terkenal seperti Derawan, Bunaken, Raja Empat, dan beberapa lokasi eksotis lainnya, ternyata masih banyak lokasi yang keindahan tidak kalah eksotis, namun sayang belum terpublikasi dengan baik dan belum memiliki fasilitas yang memadai di lokasi objek wisata tersebut. Kotabaru yang merupakan tempat penulis berdomisili saat ini memiliki lokasi-lokasi objek wisata yang cukup eksotis, seperti Pulau Samber Gelap, Pantai Teluk Tamiang, Air Terjun Dua Tumpang. Hanya saja setelah mengunjungi objek wisata tersebut, terlihat belum dilakukan pengelolaan objek pariwisatanya secara optimal. Baik dari sisi pengelolaan sarana dan prasarananya maupun marketisasi keindahan objek wisata tersebut. Read the rest of this entry »

Bekal Untuk Sukses Dalam Hidup

Posted: March 25, 2015 in Motivation
Tags: ,

imagesKita hidup dunia layaknya dalam sebuah perjalanan. Ada titik berangkat, ada proses menuju, dan ada titik akhir yang akan dituju. Misal saat melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, titik berangkat kita adalah Kota Jakarta, dan yang menjadi titik akhirnya adalah Surabaya, sementara proses menujunya adalah perjalanan kita antar dua kota tersebut. Tergantung kita memilih yang mana dalam melakukan proses perjalanan tersebut, ada orang yang memilih naik pesawat sebagai proses menuju titik akhirnya. Konsekwensi nya adalah harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, namun dapat sampai pada tujuan lebih kurang hanya dalam waktu 1 jam saja. Beda cerita kalau ada orang yang ingin melakukan perjalanan melalui darat seperti Bus atau Kereta Api, biaya yang dikeluarkan memang relative lebih sedikit, namun baru akan sampai pada tujuan akhir setelah perjalanan selama lebih kurang 18 jam. Begitupun hal nya dalam menjalankan kehidupan kita di dunia ini. Semua berawal dari titik awal yang sama, yaitu terlahir ke permukaan bumi. Kemana titik akhir yang dituju dan bagaimana menjalani proses selama hidup menjadi pilihan masing-masing pribadi manusia itu sendiri.

Read the rest of this entry »

My Blog 2014 in review

Posted: December 30, 2014 in Uncategorized

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 10,000 times in 2014. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 4 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.